Dunia Sementara Akhirat Selamanya

August 26, 2008

Kebahagiaan Manusia

Filed under: Tahukah anta
Allahu AkbarPernah beberapa hari yang lalu saya mendapat pertanyaan via sms dari seseorang, yang menanyakan tentang bagaimana caranya menciptakan kebahagiaan lahir dan batin dalam diri. Saya termangu dan enggan untuk menjawabnya. Namun akhirnya saya balas juga sms tersebut. Saya hanya bilang bahwa untuk mendapatkan kebahagiaan kita mesti meletakkan tolak ukur kebahagiaan pada tempat yang benar. Jika kita salah dalam mengambil parameter kebahagiaan maka kita akan menemukan sejumlah kekecewaan demi kekecewaan. Kesalahan dalam meletakkan wujud kebahagiaan akan berakibat fatal dalam diri kita dan menjadikan diri kita menyesal di kemudian hari.
 
Allah telah menjadikan dunia ini dengan satu ketetapan, bahwa Allah Swt telah meletakkan kebahagiaan manusia hanya dalam agama. Manusia telah Allah Swt. ciptakan berasal dari tanah. Dan Allah SWT. tidak meletakkan kebahagiaan manusia pada sesuatu yang berasal dari tanah. Sesuatu yang mustahil bagi Allah jika memuliakan manusia dan membahagiakan manusia dari unsur dimana bahan dasar manusia dibuat. Sedangkan benda-benda yang ada di atas bumi ini sesungguhnya juga berasal dari tanah. Contohnya mobil yang sebagian besar bahan bakunya terbuat dari komponen-komponen logam dan besi. Logam dan besi adalah unsur yang terdapat di dalam bumi. Jadi manusia tidak akan bahagia jika manusia memilki mobil, walau mobil tersebut adalah mobil dengan teknologi paling modern sekalipun. Sekalipun manusia memilki ratusan bahkan ribuan mobil , Allah SWT. sekali-kali tidak akan pernah menanamkan rasa bahagia ke dalam hati manusia tersebut secara hakiki. Kebahagiaan yang  ada di dalam  hati seseorang jika dia memiliki segala kemewahan kebendaan adalah kebahagiaan semu. Suatu saat bisa berubah menjadi malapetaka dan menghancurkan. Begitu juga orang yang berada di dalam mobil yang mewah tidak lebih mulia dengan orang yang mengendarai sepeda butut. Orang  yang berada di dalam mobil yang lux bukan jaminan lebih tinggi kedudukannya di hadapan Allah SWT.
 
Pabrik dan kantor yang bahan dasarnya juga berasal dari tanah. Sejumlah perabotan, mesin-mesin dan asset perusahaan adalah berbahan dasar tanah, maka manusia tidak akan bahagia jika manusia mengandalkan kekayaan pada benda-benda dan mesin-mesin perusahan. Semua barang-barang dan mesin-mesin yang ada di atas tanah berasal dari tanah. Jadi apalah gunanya jika menyandarkan kebahagiaan hati kita kepada sesuatu yang sifatnya serba terbatas dan serba rapuh. Semua yang berada di atas tanah akan segera hancur dan musnah. Hal ini telah Allah buktikan dengan hancurnya perusahaan-perusahaan baik perusahaan dengan skala besar maupun kecil. Baik itu hancur dalam artian perusahaan itu tutup /guling tikar atau benar-benar hancur dalam artian fisik karena ditimpa bencana alam dan lain-lain.
 
Begitu juga jika manusia merasa bahagia jika memiliki rumah yang mewah dan megah adalah satu kesalahan dalam meletakkan asas dan pondasi kebahagiaan. Dengan memiliki rumah besar dan mewah tidak menjadikan jaminan bahwa hati kita akan bersemaikan ketenangan dan kebahagiaan sejati. Justru yang terjadi malah sering sebaliknya. Orang yang tinggal di rumah mewah malah kadang sering disinggahi oleh perasaan gundah dan gelisah. Hati merasa hampa dan kosong, merasa kurang, tidur tidak nyaman, ditimpa berbagai masalah, terserang penyakit dan lain sebagainya. Karena jika orang yang tinggal di rumah yang mewah merasa cukup dengan kemewahan yang dimiliki, merasa puas dan bangga diri, maka Allah akan kirimkan berbagai macam bala’ dan bencana ke dalam rumah dan penghuninya. (Hal ini saya sendiri telah membuktikan dengan mata kepala saya sendiri, melihat salah satu famili saya yang rumah mewahnya dijual dan dirinya serta istrinya ditimpa penyakit yang mengharuskan mereka di operasi sehingga menghabiskan dana ratusan juta rupiah). Jadi, sangat mustahil Allah memberikan kebahagiaan dan ketenangan ke dalam hati kita dengan benda-benda yang mana kita sendiri yang membuatnya. Karena rumah mewah adalah buatan tangan manusia dan bahan bakunya semua berasal dari tanah.
 
Allah SWT. telah tunjukkan kepada diri kita agar kita tidak terlena dan tertipu dengan keadaan dan kemewahan benda-benda yang ada di atas tanah. Bahkan kalau Allah mau, Allah bisa saja memusnahkan semua yang ada di atas tanah dalam waktu yang singkat dan dengan cara yang tak terbayangkan oleh pikiran manusia. -Cerita tentang kaum Luth yang dihancurkan oleh Allah dengan cara mengangkat kota kaum Luth ke atas langit lalu dibalikkan dan dihempaskan ke dalam bumi adalah bukti bagaimana dahsyatnya Azab Allah kepada manusia yang mengingkari perintah-perintah Allah.- 
 
Kita bisa menilai dan mengambil pelajaran dari sedikit paparan di atas, bahwa manusia tidak akan pernah mendapatkan kebahagiaan sejati dan hakiki dengan memiliki benda-benda dan sesuatu yang serba terbatas dan serba fana. Sesungguhnya kita jika masih memiliki perasaan bahwa tanpa benda-benda itu kita akan hidup susah, maka sebenarnya kita telah tertipu oleh gambar dan pandangan mata kita. Karena sebenarnya mata kita memang mudah sekali ditipu dan dibohongi oleh keadaan yang ada di sekitar kita. Mata kita ini bukan Allah ciptakan untuk mengagumi benda-benda ciptaan manusia. Mata kita ini telah Allah tugaskan untuk mengagumi benda-benda ciptaan Allah. Jika mata kita sering digunakan untuk mengagumi benda-benda ciptaan Allah, maka Allah akan sematkan rasa keagungan akan rasa takjub dan kebesaran akan Allah SWT. Seperti misalnya kita melihat gunung, laut, matahari, bulan, langit, bintang-gemintang, awan, ombak, pohon-pohon, petir, manusia, hewan dan lain sebagainya. Namun tentunya mata yang kita gunakan untuk melihat benda-benda ciptaan Allah mestinya disertai dengan perasaan takjub dan meyakini bahwa benda-benda itu adalah Allah SWT yang menciptakannya. Karena banyak juga para ilmuwan yang senantiasa meneliti dan mengamati benda-benda ciptaan Allah itu, malah justru menjauh dari Allah SWT karena mereka hanya sekedar meneliti dan mencari tahu saja, tanpa ada perasaan bahwa benda-benda itu semua Allah SWT yang buat.
 
berlanjut………..

July 21, 2008

IBLIS DAN NERAKA

Filed under: Tahukah anta

Allah SWT berfirman:

“Bila kamu berpaling, (tidak taat kepada Allah dan utusan-Nya) maka sesungguhnya Allah tidak mengasihani orang-orang kafir” ( QS. Ali-Imran : 32 )

Yakni Allah tidak mengampuni mereka, dan tidak menerima tobat mereka sebagaimana tidak menerima tobatnya iblis karena kafir dan kesombongannya. Dan Allah menerima tobatnya nabi Adam as.

Sebelum ia bertobat, sebab dia mengakui dosa serta menyesali. Secara hakekat yang menimpa para Nabi bukanlah dosa, sebab mereka maksum (terjaga) dari dosa sebelum kenabian atau sesudahnya. Disebut dosa hanya dari segi harfiah saja, tidak dari segi hakekat. Demikianlah sehingga Nabi Adam dan Hawa as. Berdoa :

“Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, bila Engkau tidak mengampuni kami dan mengasihani kami, tentulah kami termasuk orang-orang yang rugi” (QS. Al ‘Araf : 23 )

Mereka menyesal, bertobat dan selalu mengharap Rahmat Allah ta’ala sebagaimana ada firman :

“Janganlah kamu berputus asa dari Rahmat Allah” (QS. Az Zumar : 53)

Sementara iblis tidak mengakui dosanya, apalagi menyesali. Tidak dicela dan tidak bertobat serta sudah putus asa dari Rahmat Allah, dan ia sangat sombong. Dan barangsiapa yang sikapnya seperti sikap iblis maka tobatnya tidak diterima. Barangsiapa yang sikapnya seperti sikap Nabi Adam as. Allah akan menerima tobatnya. Setiap kemaksiatan yang dimulai dengan menuruti hawa nafsu masih ada harapan untuk diampuni, seperti maksiatnya Adam. Tapi kalau maksiatnya didasari kesombongan, demikian ini maksiatnya iblis.

Iblis mendatangi Nabi Musa as. Ia berkata : “Engkau dalah manusia yang diutus Allah, dan Dia telah berfirman kepadamu secara langsung.” “Ya, benar. Apa yang kamu inginkan, dan kamu siapa!” “ Aku iblis, wahai Musa! Dan katakan kepada Tuhanmu, ada diantara mahkluk-Mu yang mau bertobat.” Kemudian Allah menurunkan wahyu kepada Nabi Musa as. “Katakan padanya bahwa Aku menerima permohonannya. Dan perintahkan dia untuk bersujud kepada kuburannya Nabi Adam as. Kalau mau bersujud, Aku mau menerima tobanya.” Musa as. Memberitahukan berita ini kepada iblis, dan iblis justru marah-marah dan congkak. Iblis membantah, “ Wahai Musa, aku sudah tidak sujud ketika dia masih di surga, lalu bagaimana mungkin aku sujud kepada yang sudah mati!”

IBLIS DAN SIKSANYA

Sesungguhnya siksa iblis di neraka sangat berat. Ada yang bertanya, “Bagaimana engkau merasakan siksa Allah?” “Seberat-berat siksa yang pernah terjadi.” Jawab iblis. “Sesungguhnya Adam sekarang ada di taman Surga, sekarang sujudlah kamu padanya, dan ajukan senggang waktu sampai kamu diampuni.” Ternyata dia masih menolak. Siksanya semakin dahsyat sekaliber 70.000 kali lipat siksa penghuni neraka. Salah satu hadits menyebutkan bahwa Allah mengeluarkan iblis dari neraka setiap 100.000 tahun sekali. Juga mengeluarkan nabi Adam as. Dan DIA memerintahkan iblis untuk sujud kepada Adam as. Namun iblis tetap menolak, dan dimasukkan lagi ke neraka.

Wahai saudara-saudaraku! Kalau kalian ingin selamat dari cengkraman iblis, maka berpegang teguhlah pada Tuhan Yang Maha Mengasihani dan mintalah perlindungan dari-Nya. Ketika hari kiamat, diambillah kursi dari api neraka, lalu iblis didudukkan di atasnya. Sementara syetan-syetan dan orang-orang kafir berkerumun di sampingnya. Mereka berteriak-teriak meringkik seperti kuda.

Ada yang berkata kepada mereka, “Wahai ahli neraka, bagaimana yang kau rasakan hari ini sebagaimana yang dijanjikan Tuhanmu!” “Benarlah adanya.” Jawab mereka. “Ini adalah hari dimana aku berputus asa dari Rahmat.” Lalu Allah memerintahkan para malaikat, untuk memukuli iblis dan para pengikutnya dari cambuk api neraka. Mereka pun jatuh ke naraka selama 40 tahun, dan tidak lagi mendengar perintah untuk keluar. Na’udzubillaahi min dzaalik!

Ada riwayat, kelak pada hari kiamat iblis akan didatangkan, dia diperintahkan untuk duduk di kursi dari api neraka, dan di lehernya ada kalung laknat. Kemudia Allah memerintahkan malaikat untuk menarik kursi iblis dan menceburkan ke neraka, namun para malaikat tidak kuasa mengangkat iblis. Allah mengutus Jibril bersama 80.000 malaikat, namun juga tidak mampu. Lalu diutus malaikat Israfil dan Izrail bersama mereka, tetap saja tidak kuasa mengangkat iblis, Kemudian Allah Ta’ala berfirman : “Andaikan semua malaikat yang Kuciptakan berkumpul berlipat ganda, mereka tetap tidak mampu memindah iblis selama di lehernya ada kalung laknat.”

BANTAHAN IBLIS

Diriwayatkan sesungguhnya iblis memiliki nama-nama : di langit dunia bernama ‘Abid (ahli ibadah) labgit kedua bernama Zahid (ahli zuhud), langit ke tiga bernama Al ‘Arif (yang ma’rifat), langit ke empat namanya Al Waali (kekasih), langit ke lima namanya At Taqoo (ahli taqwa), langit ke enam namanya Al Khozin (bendahara), di langit ke tujuh namanya ‘Azaaziil dan di Luhmahfudz namanya “iblis” dikarenakan lalai akibat dari perintah-Nya, dimana Allah memerintahkan sujud kepada Nabi Adam as. Justru ia membantah, “Apakah tidak lebih utama aku daripada dia! Engkau jadikan aku dari api dan dia dijadikan dari tanah.”

Allah Ta’ala berfirman, “AKU melakukan sesuatu sesuai yang KU kehendaki.”

Iblis berpendapat bahwa dirinya lebih mulia dibanding Adam as. Ia berdiri membelakangi Adam karena berbangga diri dan sombong. Ia hanya berdiri, sementara para malaikat sujud pada Adam sangat lama. Ketika mereka bangkit dari sujud, iblis tetap berdiri, kemudian mereka sujud yang kedua dengan sujud syukur. Ia tetap berdiri dan berpaling amat berbangga diri dan tanpa menyesal sedikitpun. Kemudian Allah merubah bentuk wajah iblis yang mulanya indah berubah menjadi wajah babi hutan, kepalanya seperti unta, dadanya seperti punuk unta besar, wajahnya antara dada dan kepala seperti kera, kedua matanya melotot seluas wajahnya, lubang hidungnya lebar seperti alat bekam, bibirnya seperti bibir lembu, taringnya seperti babi hutan dan jangggutnya hanya ditumbuhi tujuh helai rambut. Kemudian Allah mengusirnya dari Surga, dari langit, dari bumi dan dari semua wilayah. Ia tidak bisa masuk bumi kecuali secara bersembunyi, dan dilaknati sampai hari kiamat.

Sekarang berpikirlah, dulu ia mahluk yang cemerlang, tampan, bersayap empat, pandai dan ahli ibadah yang menjadi kebanggan dan pemimpin para malaikat. Namun semuanya tidak menjadi jaminan (menjadi mahluk terbaik), dimana di dalamnya terselip satu pelajaran bagi mahluk lainnya.

Ada atsar menyebutkan, ketika Allah mencerca iblis, menangislah malikat Jibril dan Mikail. Allah pun berfirman : “Apa yang menjadikan kalian menangis!” “Kamipun tidak luput dari tipu dayaMu.” Jawab mereka. Allah Ta’ala berfirman, “Demikianlah, adakah kalian merasa tidak aman dari-Ku!”

DOA DAN KEKUASAAN IBLIS

Diriwayatkan sesungguhnya iblis berdoa, “Wahai Tuhan, Engkau sudah mengeluarkan aku dari surga karena masalah dengan Adam, dan aku tidak akan bisa menguasai dia kecuali dengan Penguasaan-Mu.”

Allah Ta’ala berfirman, “Engkau bisa menguasai Adam (maksudnya anak-anak mereka untuk menjaga kenabian bapak-bapak mereka).”

“Tambahkan untukku!” kata iblis

“Tidak dilahirkan anak Adam kecuali anakmu juga lahir sebanyak anaknya Adam.” Firman-Nya.

“Tambahkan lagi.” Pinta iblis.

“Dan mereka (hati mereka) merupakan rumahmu, dan engkau bisa berjalan melewati aliran darah mereka.”

“Tambah lagi untukku.”

Firman Allah Ta’ala, “Siapkan pasukan berkudamu dan pasukan berjalan kaki untuk menghadapi anak cucu Adam. Gunakanlah harta sebagai sekutumu untuk menghadapi mereka, dengan mendorong mereka sampai masuk ke arah yang haram.”

Dan untuk anak-anak remaja, arahkan mereka ke jalan yang haram seperti senggama dalam waktu haid, berbuat syirik dari segi nama-pun misalnya “Abdul Uzza”, mengarahkan mereka ke keyakinan salah, pekerjaan tidak halal, beri mereka janji-janji yang batil atau tidak benar mengenai syafaat Ketuhanan, mengandalkan nenek moyang, mengakhirkan tobat, dan banyak khayalannya.” Semua itu jalan untuk menyesatkan mereka, yang seolah-olah Tuhan berkata, “Berbuatlah sekehendakmu…. “ (QS 41 : 40)

Adam as. menuntut, “Wahai Tuhan, sungguh Engkau telah memberikan kekuasaan pada iblis untuk aku, dan akupun tidak mungkin menolaknya kecuali lantaran Pertolongan-Mu.”

Allah Ta’ala berfirman, “Tidak dilahirkan seorang anakmu, kecuali aku menyerahkan anak pada malaikat yang selalu menjaganya.”

“Tambahkan untukku, ya Tuhan!” Pinta Adam as.

“Setiap kebajikan memperoleh lipatan 10 kali.”

“Tambahkan lagi, ya Tuhan!”

Allah berfirman, “Aku selalu menerima tobat anak-anakmu sebelum nyawa mereka lepas dari badan.”

“Tambahkan lagi, ya Tuhan!”

“Aku akan mengampuni mereka, dan aku tidak perduli seberapa besar kesalahan mereka.”

“Kalau begitu aku sudah merasa cukup.” Kata Adam as.

Pinta iblis lagi, “Wahai Tuhan, ciptakan utusan-utusanku dari anak cucu Adam.”

Firman Allah Ta’ala, “Tukang nujum.”

“Apa kitabku!” Kata iblis.

“Tahi lalat ciptaanmu.” Firman-Nya.

“Apa haditsku!”

“Kebohongan.” Firman-Nya.

“Apa Qur’an-ku!”

“Nyanyian.” Firman-Nya.

“Siapa mu’adzinku!” Kata iblis.

Firman-Nya, “Seruling.”

Iblis berkata, “Di mana masjidku!”

Firman-Nya, ” Beberapa pasar.”

Iblis berkata,” Di mana rumahku!”

Firman-Nya, ”Tempat pemandian.”

Iblis berkata, “Makananku apa!”

Firman-Nya, “Semua makanan yang tidak menyebut Asma-Ku.”

Iblis berkata lagi, “Apa minumanku!”

Firman-Nya, “Yang memabukkan.”

“Apa perangkapku…….!” Kata iblis yang terakhir.

“”Wanita.” Jelas-Nya.

 

Sumber : Rahasia Ketajaman Mata Hati oleh Imam Al Ghazali 

June 14, 2008

Beberapa Penyebab Bencana Di muka Bumi

Filed under: Tahukah anta

   Kiamat
"Dari Buraidah r.a. berkata bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Tiadalah suatu kaum yang menahan zakat hartanya, kecuali Allah akan mendatangkan bencana kelaparan kepada mereka.” (Hr. Thabrani; at Targhib, Kanzul ‘Ummal)

Kesusahan hidup sedang melanda kita hingga tidak ada batasnya. Berbagai cara ditempuh untuk menghindarinya, tetapi tidak ada hasilnya. Siapa yang dapat menolak azab Allah yang diakibatkan oleh dosa-dosa manusia? Buatlah berjuta-juta rencana dan upaya penanggulangan, ciptakan beribu-ribu undang-undang, tetapi ketetapan yang datang dari Allah Swt. tidak akan hilang, kecuali Allah sendiri yang mampu menghilangkannya. Allah Swt. telah memberi tahu penyakit dan pengobatannya. Jika kita ingin menyembuhkan suatu penyakit, maka carilah pengobatan yang benar. Kita sendiri yang menyebabkan datangnya penyakit dan kita sendiri yang menangis karena bahayanya. Apakah kita merasa lebih tahu ?

    Rasulullah saw.  telah memberi peringatan mengenai semua penderitaan dan bencana di muka bumi ini dan juga memberitahukan penyebabnya. Saya (Syeikh Zakariyya-red) telah menulis dalam kitab al I’tidal  secara ringkas, dalam risalah itu telah dibahas mengenai peringatan-peringatan dan ancaman Rasulullah saw. bahwa apabila ummat Rasulullah saw. melakukan perbuatan-perbuatan yang begitu dan begitu (berbagai keburukan), maka mereka akan mendapatkan musibah sekian-sekian. Bencana-bencana itu diantaranya berupa kegelapan, pembenaman ke dalam tanah, hujan batu dari langit, perubahan wajah manusia, gempa bumi, kemenangan musuh terhadap orang islam, wabah dan kerusuhan, kemarau panjang, angin topan, ketakutan dalam hati, ditolaknya doa-doa orang saleh dan musibah-musibah lainnya. Asbab dari semua musibah ini telah diberitahukan oleh Rasulullah 1.400 tahun yang lalu. Dan sekarang kita telah mengalami sebagian darinya. Setiap sabda Rasulullah adalah benar dan terbukti di hadapan kita. Alangkah baiknya jika memperhatikan peringatan-peringatan itu dan berwaspada terhadapnya. Rasulullah saw. telah diutus ke dunia ini sebagai rahmat bukan untuk orang islam saja, tetapi untuk seluruh makhluk. Cara hidup Rasulullah saw. sangat bermanfaat bagi semua makhluk.

    Apabila orang islam sendiri tidak melaksanakan cara kehidupan islam yang sebenarnya, bagaimana kita dapat menyalahkan cara hidup orang-orang non islam. Orang-orang non islam sudah tentu tidak memahami cara hidup yang suci dari Rasulullah saw. yang telah mengajarkan untuk mendapatkan keselamatan dari segala bala bencana di dunia ini.

    Kaitannya dengan masalah ini saya akan mengutip sabda-sabda Rasulullah saw. yang berisi peringatan (ancaman) terhadap orang-orang yang enggan membayar zakat, karena memang itulah maksud dari bab ini.

    Abdullah bin Umar r.a. berkata bahwa suatu ketika Rasulullah saw. bersabda, ”Wahai orang-orang Muhajirin, ada lima perkara yang jika kalian melakukannya, maka kalian akan menghadapi musibah yang besar. Saya meminta perlindungan kepada Allah dari keadaan kalian yang demikian.

Pertama, apabila fahsya dan zina dilakukan oleh suatu kaum secara terang-terangan, maka akan muncul di kalangan mereka penyakit-penyakit yang tidak pernah didengar sebelumnya.”

Kedua, apabila manusia berbuat curang dalam timbangan, maka kemiskinan, kesusahan dan kezhaliman dari Raja (atau pemerintah) akan menimpa mereka.”

Ketiga, apabila suatu kaum berhenti dari membayar zakat, maka hujan tidak akan diturunkan kepada mereka. Jika tidak ada binatang-binatang, maka tidak akan diturunkan hujan walaupun setetes. Karena binatang-binatang itu makhluk Allah yang tidak bersdosa, maka sedikit hujan akan diturunkan kepada mereka.”   

Keempat, apabila manusia telah berkhianat atas janji-janji mereka, maka mereka akan dikuasai oleh kaum lain, dan harta mereka akan dirampoknya.”

Kelima, apabila pemerintah-pemerintah di antara mereka membuat peraturan yang bertentangan dengan perintah-perintah Allah, maka akan terjadi perang saudara di antara mereka.”

   Hari ini kita dapat melihat sendiri keburukan-keburukan tersebut sudah terjadi di lingkungan kita. Kita juga sudah dapat menyaksikan musibah-musibah sebagai balasannya.

    Abdullah bin Abbas r.a. berkata bahwa Rasulullah saw. bersabda, ”Ada lima akibat sebagai balasan dari lima perbuatan.” Seseorang bertanya, “Apakah itu, Ya Rasulullah?”

   Rasulullah saw. menjawab, “Kaum yang memungkiri janji akan dikuasai oleh musuh mereka, Mereka yang menjalankan pemerintahan bertentangan dengan perintah-perintah Allah, akan terjadi kematian yang banyak di kalangan mereka. Hujan tidak akan diturunkan kepada kaum yang tidak menunaikan zakat. Mereka yang menipu dalam timbangan akan dibalas dengan kegagalan hasil pertanian, kesusahan dan kemiskinan akan menguasai mereka.” (at Targhib)

     Mungkin hadits ini telah disingkat-singkat sehingga pembawa berita hanya menyebutkan empat macam saja. Dalam hadits ini dinyatakan bahwa akan terjadi banyak kematian karena pemerintah membuat peraturan yang bertentangan dengan perintah-perintah Allah, sedangkan dalam hadits sebelumnya dikatakan perang saudara, maka kedua perkara ini bisa dianggap berlainan. Memang banyak kematian disebabkan perang saudara yang kini sedang terjadi di depan mata kita.

    Dari Ali r.a. juga dari Abu Hurairah r.a. diriwayatkan bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Apabila ummatku melakukan lima belas keburukan berikut ini, yaitu (yang telah disebutkan dalam kedua hadits di atas) kewajiban zakat dianggap denda (yakni dengan menunaikannya akan dirasakan sebagai beban), maka pada masa itu akan terjadi kegelapan merah (bukan hitam), gempa bumi, tenggelam ke dalam tanah, perubahan wajah, hujan batu dari langit dan musibah-musibah lainnya akan turun satu demi satu seperti biji tasbih mulai jatuh satu demi satu apabila putus talinya.”

    Dalam kitab I’tidal samua riwayat-riwayat ini telah dibicarakan secara rinci dan di sana juga disebutkan mengenai lima belas keburukan yang menyebabkan datangnya azab–azab yang begitu pedih. Disamping itu disebutkan juga mengenai masalah lain. Namun di sini hanya dibicarakan mengenai zakat saja. 

 

Sumber :Maulana Muhammad Zakariyya al-kandhalawi dalam “Fadhilah Sedekah”

June 10, 2008

Alasan Membuat Blog

Filed under: Tahukah anta

KreasiAssalamualaikum… apa kabar semuanya ?

Selamat berjumpa lagi dengan saya, hanafi. Bagaimana dengan iman kalian semua? Semoga kalian semua kawan-kawanku dan para pengunjung blog ini dalam keadaan sehat dan iman yang sehat juga ya. Wah sudah lama saya tidak bertegur sapa dengan kawan-kawan sekalian. Beberapa waktu terakhir ini saya memang sedang disibukkan dengan beberapa kegiatan, sehingga saya belum sempat untuk menulis dan meposting di blog ini. Namun pada akhirnya saya kangen juga untuk menulis. Sebab ibarat badan yang tidak pernah digerakkan untuk olah raga maka badan akan terasa kaku. Jadi jika saya tidak menulis rasanya otak menjadi beku.. emoticon. Ok. Saya tidak akan berpanjang lebar. Saya hanya akan menulis kenapa sih saya rela menulis dan meposting blog yang syarat akan muatan agama. Di blog ini ada satu komentar “apakah pernah berbuat salah (tepatnya sih “apakah hanafi pernah berbuat salah”) sampai-sampai ada yang berkomentar seperti itu dari salah seorang pengunjung blog ini. Saya jadi merasa tujuan penulisan dan penyusunan blog ini mesti saya postingkan. Sebenarnya saya pernah menyinggung hal ini di postingan “Assalamualaikum Saudaraku”.

Alasan pertama, karena keadaan tertentu saya menulis hal-hal yang berkaitan dengan agama. Sebab saya rindu akan seseuatu yang pernah saya dapatkan. Saya haus dengan pengalaman ruhaniah yang pernah saya alami. Dan saya ingin menuliskan apa yang pernah saya dapatkan dan pahami. Tapi bukan berarti saya adalah manusia yang tidak pernah berbuat salah. Saya harus mengakui dengan ‘jujur’ (sebelum nanti hal ini dipertanyakan di mejelis pengadilan kelak, maka saya belajar untuk berkata jujur) bahwa saya adalah orang yang sangat-sangat dipenuhi dengan segala macam kesalahan dan dosa. Hal inilah yang menjadikan semacam benteng agar saya tidak lebih banyak lagi berbuat dosa. Paling tidak mengurangi. Contoh dosa kecil misalnya memandang wanita cantik di jalan tanpa berkedip. Nah itu kan sudah dosa mata. Walau hanya dosa kecil namun tidak berarti tidak berpotensi menjadi dosa besar. Ingat, kobaran api yang besar berawal dari sebuah percikan api yang kecil.

Alasan kedua kenapa saya menulis hal-hal yang berkaitan dengan agama dan iman, saya ingin berbuat baik dan berbagi untuk semua orang. Supaya dosa-dosa saya terbayarkan dengan kebaikan-kebaikan yang saya buat. Di internet –hampir semua orang tahu- banyak sekali aktivitas-aktivitas on line di dunia maya yang menyebabkan dosa. Situs-situs gelap (porno-red) sering sekali menjadi situs yang paling sering dikunjungi oleh semua kalangan. Di kantor, di rumah, di kampus, di sekolah, dikolong-kolong jembatan –jika ada warnet atau hotspot yang buka di kolong jembatan- apalagi di warnet. Ibaratnya siapa sih orangnya yang tidak pernah membuka situs-situs yang berbau fulgar seperti itu. Dari semua pengguna internet di seluruh dunia banyak sekali orang yang sering berselancar di situs-situs seperti itu. Bahkan bukan hanya situs, namun sudah sampai ke percakapan-percakapan porno, gambar-gambar porno, chatting- chatting porno, janji-janji porno sampai ke pertemuan-pertemuan (bahasa kerennya nge-date). -Saya jadi teringat dengan postingan sahabat saya Landy yang menceritakan bahwa sekarang anak-anak muda kita sudah mempertontonkan sebagian bahkan seluruh anggota badannya melalui web camera dengan lawan bicaranya- Kita masih ingat ketika banyak artis kita yang diisyukan melakukan adegan-adegan fulgar dan dipublikasikan di internet. Entah itu memang merupakan tindakan (konyol) atau kejadian yang sebenarnya atau hanya merupakan rekayasa tekhnologi saja. Yang jelas hal ini sudah menjadi semacam trade mark bahwa adegan tonton mempertontonkan lekuk tubuh manusia tanpa pakaian sudah bukan barang asing lagi. Dan celakanya dunia internet bisa di akses oleh semua kalangan. Laki-laki, wanita, tua, muda, kakek-kakek, nenek-nenek, orang kota, orang desa, pelajar, mahasiswa, orang umum bisa mengakses dengan mudah gambar-gambar fulgar tersebut. Bahkan saat ini disebabkan kemajuan tekhnolgi bukan hanya sekedar gambar mati/photo tapi gambar bergerak alias film/video porno pun sudah bisa di donwload dengan mudah. Ah celaka memang. (Ya Allah.. dunia sudah hampir kiamat rupanya-makanya cepetan banyak-banyakin bekal buat persiapan emoticon)

Selain situs-situs porno, yang tak kalah serunya (lho! kok seru) situs-situs perjudian pun banyak sekali beredar di dunia tanpa batas ini. Di dunia barat sana bahkan situs-situs perjudian sudah digarap dengan sangat profesional. Mereka meraup keuntungan jutaan dolar tiap harinya dengan memberikan penawaran-penawaran yang sangat menggiurkan kepada pengguna internet. Padahal yang namanya menang dalam berjudi seperti fatamorgana yang senantiasa merayu dan menggoda setiap orang. Kalaupun ada hanya segelintir orang saja yang mendapatkannya, jika dibandingkan dengan keuntungan bandar-bandar judi on line maka tidaklah seujung kuku jari. Nah kenyataan yang ada seperti inilah yang menjadikan saya tergiur, tergoda, terpikir dan bersemangat untuk membuat blog yang isinya tentang agama dan iman. Paling tidak saya berharap ada satu atau dua diantara pembaca yang tegerak hatinya untuk mengambil kebaikan dari apa yang saya posting di blog ini. Saya berharap Allah akan membukakan hati satu atau dua dari pembaca yang berkunjung ke blog ini. Maka untuk lebih membuat suasana lebih menyentuh hati, saya pasang backsound murottal al-quran di blog kesayangan saya ini. Mungkin saja ada orang di belahan dunia lain sana (maksudnya di luar negeri ) yang ngerti atau berusaha memahami bahasa Indonesia, jadi terpikat dengan Islam. (Saat ini dari statistik trafik yang saya peroleh minimal ada 4000an pengunjung blog ini yang berasal dari 76 negara). Wah saya sangat berharap itu. Atau mungkin dari kawan-kawan saya yang sama-sama suka ngeblog jadi tergerak hatinya untuk melakukan hal yang sama dengan yang saya lakukan. Saya bukanlah yang pertama untuk menulis postingan-postingan mengenai agama dan iman. Namun dalam islam sangat dianjurkan untuk saling berlomba-lomba dalam kebaikan. “Fastabikhul khoirot” Jadi tidak ada istilah plagiat dalam menganjurkan kebaikan. Bahkan itu adalah perintah agama. Maka jika ada yang meng copy-paste kan tulisan-tulisan di blog ini saya persilahkan tanpa dipungut biaya. Saya mengikhlaskannya dengan penuh kesungguhan. Karena saya juga rupanya melakukan hal yang sama. emoticon.

Tapi tidak semua tulisan-tulisan di blog ini hasil dari copy paste. Banyak juga yang merupakan tulisan-tulisan saya sendiri. Walau tulisan-tulisan saya masih jauh sekali untuk dikatakan sebagai tulisan yang baik. Saya sendiri kurang tahu tulisan yang dikatakan baik itu seperti apa. Yang penting tetap menulis dan semua yang pernah terlintas di kepala bisa dibaca sendiri dan orang lain. Mudah-mudahan tidak timbul riya’ dalam diri saya jika ada yang berkomentar tulisan saya bagus, atau puisi saya bagus. (Eh sebentar… sebentar.. ada nggak ya yang memberikan komentar seperti itu? Hehe…)

Yang ketiga, saya ingin menyalurkan ide dan kreativitas dalam menyusun sebuah blog. Karena saya sudah tertarik dengan blog sejak saya mulai sering menggunakan layanan internet. Siapa tahu kedepan saya bisa lebih maju lagi untuk membuat sebuah website. (Mudah-mudahan) Doakan ya para pembaca sekalian. Terus terang saya sering mencuri curi ilmu dari para blogger. Bagaimana cara membuat sebuah blog saya pun berguru dengan para blogger dengan diam-diam. Walaupun blog ini menurut saya masih biasa-biasa saja dan masih banyak kekurangannya. (Untuk hal ini saya ucapakan terima kasih khususnya kepada wawazawa, fathih suhud, dan masih banyak lagi para pebloger yang lain) karena dari mereka-merekalah saya mandapatkan ilmunya . Juga tidak lupa kepada wirda yang pertama kali memperkenalkan saya tanpa sengaja dengan layanan blog ini (blogsome). Bagi saya blogsome cukup mudah untuk digunakan. Apalagi sekarang untuk membuat sebuah website tidak memakan waktu yang lama seperti jaman dulu. Dulu untuk pembuatan sebuah website bisa memakan waktu berbulan-bulan. Sekarang tidak lagi, hanya dengan hitungan jam bahkan menit kita sudah bisa membuat website. Hal ini dimungkinkan dengan adanya CMS (Content Management System) Aplikasi pembuat website instan semacam mamboo, joomla sudah banyak sekali digunakan orang. Eh siapa tahu ada kawan-kawan di sini yang minta tolong sama saya untuk membuatkan website. Ayo …ayo silahkan pesan… emoticon

Yang keempat, nah yang ini penting, jika ada umur panjang saya ingin meninggalkan blog ini kepada keturunan saya. :D Biar nanti untuk urusan update meng update mereka yang meneruskan. Tentunya dengan konsep dan konten yang sama. Biar mereka bisa belajar sedikit demi sedikit memahami pentingnya waktu buat mereka. Dan bahwa kita selalu hidup berdampingan dengan orang lain dan membutuhkan interaksi baik sosial maupun agama, baik itu di dunia nyata ataupun di dunia maya. Saya rasa untuk berbuat kebaikan tidak terikat dengan waktu dan tempat. Di mana dan kapan saja kita bisa berbuat baik. Walaupun sedikit asal kita bisa memanfaatkan dan mengambil kesempatan, kita bisa melakukannya. Kita bisa belajar sedikit demi sedikit. Nah blog adalah sarana untuk kita bisa berinteraksi degan orang lain di internet. Kita bisa mengisinya dengan muatan-muatan positif yang bermanfaat untuk diri sendiri dan orang lain. Saya dapat membayangkan hanya karena membaca sebuah blog yang isinya positif mampu merubah seseorang dan banyak orang. Mampu merubah pola pikir, kebiasaan, perilaku dan amal seseorang. Jika saja ada satu orang yang berubah menjadi baik disebabkan tulisan kita maka sungguh itu satu hal yang sangat membahagiakan diri kita. Memang tidak melulu dengan sebuah tulisan kesan yang didapatkan akan selalu baik. Tergantung kita cara menyampaikannya dan bagaimana orang menerimannya. Terkadang tulisan yang bermaksud baik pun belum tentu diterima orang lain dengan baik pula. Buktinya di blog ini ada komentar-komentar yang kurang sesuai dari maksud tulisan itu sendiri.  Walaupun sebenarnya mendapatkan sebuah komentar yang baik juga bukan tujuan dari sebuah tulisan di blog ini. Apalah gunanya sebuah komentar yang memuji tulisan-tulisan di blog ini  kalau ternyata malah menimbulkan kesombongan dan bangga diri di dalam diri penulis. Namun setidaknya kita sudah berusaha menyampaikan sesuatu yang baik lewat tulisan. Dan blog bukanlah satu-satunya cara untuk merubah sebuah keadaan. Blog hanya lah sebuah alat dan sarana pelengkap. Masih ada cara lain yang lebih penting dan krusial untuk memperbaiki keadaan. Pada jaman nabi pun belum ada blog. Toh tanpa blog pun nabi mampu merubah dunia. Hanya saja jika di internet banyak orang yang menggunakan blog untuk berbagai macam kepentingan baik itu positif maupun negatif kenapa kita tidak bisa menggunakannya untuk sesuatu yang baik.
Memang perlu penanganan yang serius untuk memaksimalkan mafaat sebuah blog. Kalau sesuatu yang baik itu bisa diwariskan kepada keturunan kita, kenapa tidak? Yang jelas waktu terus berjalan dan sedetikpun kita tidak bisa menghentikannya.emoticon

April 3, 2008

Bahayanya Dunia

Filed under: Tahukah anta

Rasulullah Saw. bersabda bahwa pada hari kiamat sebagian orang akan dibangkitkan dengan amalan shaleh yang banyak seumpama gunung-gunung di jazirah Arab, tetapi mereka akan dicampakkan ke dalam neraka Jahanam. Seseorang bertanya, “Ya Rasulullah, apakah mereka ini orang-orang yang mengerjakan shalat?” Rasulullah saw. menjawab, “Ya, mereka mengerjakan shalat, berpuasa, bahkan tahajjud, tetapi salah satu bentuk dunia (seperti uang atau kemuliaan dunia) datang ke hadapan mereka, maka mereka terjun untuk menggelutinya (tanpa memperdulikan halal atau haram).”

Isa a.s. berkata bahwa cinta kepada dunia dan cinta kepada akhirat tidak akan bisa bersatu dalam satu hati, ibarat air dan api tidak dapat bersatu dalam wadah yang sama.

Rasulullah saw. bersabda, “Selamatkanlah dirimu dari dunia yang merupakan ahli sihir yang lebih dahsyat dari Harut dan Marut.”

Suatu ketika Rasulullah saw. bertanya kepada para sahabat r.a.hum, “Siapakah di antara kalian yang menghendaki Allah swt. Menghapuskan kebutaanya dan membukakan mata hatinya supaya mudah memperoleh pelajaran? Siapa yang tamak pada dunia dan menaruh angan-angan panjang terhadapnya, maka sejauh itulah Allah swt. Akan membutakan hatinya. Dan siapa yang tidak berminat pada dunia, dan meringkaskan cita-citanya dari dunia maka Allah swt. akan mengaruniakan ilmu tanpa ia mempelajarinya, dan memperlihatkan jalan tanpa mendapat bimbingan dari penunjuk jalan. Tidak lama lagi akan datang manusia yang memegang kerajaan dengan pembunuhan dan akan memerintah secara zhalim. Mereka akan mengumpulkan harta yang banyak dengan bakhil dan kebanggaan. Disebabkan mengikuti hawa nafsu, hati manusia akan menaruh cinta kepadanya. Siapa yang hidup pada jaman itu dan bersabar atas kesempitannya, padahal dia mampu menjadi orang kaya, dan dia menahan permusuhan dengan manusia, padahal dengan dengan mengikuti hawa nafsunya mereka dapat menarik hati orang-orang awam, dan bertahan dalam kehinaan walaupun mereka mampu memperoleh kemuliaan dari orang awam dengan mengikuti pendapat mereka, tetapi orang ini menahan semua itu semata-mata karena Allah, maka dia mendapat pahala seperti 50 orang shiddiqin.”

Suatu ketika harta yang banyak telah sampai kepada Rasulullah saw. dari Bahrain. Ketika kaum Anshar (yang berkebutuhan) mengetahuinya, maka mereka datang beramai-ramai ketika shalat Shubuh tengah berlangsung. Melihat orang banyak itu Rasulullah saw. tersenyum lalu berkata, “Aku rasa kalian mendapat berita tentang kedatangan harta itu, oleh karena itu kalian beramai-ramai datang ke mari.” Mereka menjawab, “Benar ya Rasulullah, itulah sebabnya kami datang.” Rasulullah saw. bersabda, “Aku hendak memberi kamu berita gembira. Tidak lama lagi akan wujud harta yang banyak. Percayalah bahwa benda yang kamu gemari itu (harta) akan menjadi milikmu dengan kadar yang sangat banyak. Aku tidak khawatir kamu menderita kemiskinan dan kesempitan hidup. Tetapi aku khawatir dunia akan berlimpah pada kalian sebagaimana dunia berlebihan pada orang-orang sebelum kamu. Aku khawatir nanti kamu juga akan memberi ruang dalam hatimu untuknya sebagaimana mereka telah memberi ruang untuknya dalam hati mereka dan disebabkan oleh itu ia memusnahkan kamu sebagaimana ia telah memusnahkan mereka.”

Di dalam hadits yang lain Rasulullah saw. bersabada, “Perkara yang aku sangat takutkan padamu ialah nanti Allah Swt. membuka bagimu keberkahan bumi.” Seseorang bertanya, “Ya Rasulullah, apa itu keberkahan bumi?” Rasulullah saw. menjawab, “Gemerlapnya dunia yang menarik hatimu.”

Abu Darda r.a. meriwayatkan sabda Rasulullah saw., “Jika kamu dapat mengetahui apa yang aku ketahui, niscaya kamu akan sedikit tertawa dan banyak menangis dan dunia akan menjadi hina dalam padanganmu dan kamu akan mengutamakan akhirat.” Kemudian Abu Darda r.a. berkata, “Jika sekiranya kamu dapat mengetahui apa yang aku ketahui, niscaya kamu akan lari ke hutan sambil menangis menjerit-jerit dan meninggalkan harta benda kamu tanpa dijaga. Tetapi dari hatimu, ingatan kepada akhirat sudah hilang dan angan-angan dunia berada di hadapanmu dan dunia menjadi pengawal amalanmu. Keadaanmu seolah-olah tidak tahu apa-apa. Oleh karena itu, sebagian orang di kalanganmu sudah menjadi lebih parah dari pada hewan yang tidak pernah  meninggalkan hawa nafsunya dan tidak takut akan akibat buruknya. Apakah yang terjadi pada kalian sehingga kalian tidak saling menyayangi satu sama lain, tidak saling menasihati antara yang satu dengan yang lain? Padahal kalian merupakan saudara seagama. Hanya saja hawa nafsumu menghalangimu supaya tidak dapat bersatu padu. Jika kalian berkumpul untuk tujuan agama dan keperluan agama, niscaya kaitan di antara kalian akan menjadi lebih kuat. Apakah sudah berlaku pada kalian, yaitu pada urusan-urusan dunia kalian saling menasihati, tetapi dalam urusan agama kalian tidak saling menasihati. Kalian tidak berusaha untuk menasihati orang-orang yang kalian sayangi agar mementingkan amalan akhirat, tidak berusaha menasihati mereka untuk kerja-kerja akhirat. Ini hanya disebabkan kurangnya iman dalam hati kalian. Jika kalian memilki keyakinan kepada kebaikan dan keburukan akhirat seperti kamu yakin kepada kebaikan dan keburukan dunia, maka sudah pasti kamu akan lebih mengutamakan akhirat. Amalan akhiratlah yang lebih diutamakan oleh kalian. Jika sekiranya kalian memberikan alasan dengan mengatakan bahwa keperluan-keperluan dunia adalah mendesak dan segera dan tidak boleh ditangguhkan, sedangkan keperluan akhirat masih jauh, maka hendaklah kalian berpikir dengan mendalam, berapa banyak kerja-kerja dunia yang kalian lakukan walaupun hasilnya tidak segera. Kalian sudah menjadi kaum yang begitu mundur sehingga tidak sanggup menguji taraf keimanan sendiri.”  

Baca kelanjutannya……. >              

Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Gary Rogers