Dunia Sementara Akhirat Selamanya

09 Pebruari 2009

Hati Manusia dan Tanggung Jawabnya

Filed under: Seputar kita

Kehebatan muslim adalah apabila muslim saling satu hati, saling tolong menolong satu sama lain dan saling mengajak kepada kebaikan. Muslim yang muda senantiasa menghormati yang tua, dan yang tua menyayangi yang muda, serta menghargai sesama. Dengan saling memuliakan satu sama lain maka muslim akan dimuliakan oleh Allah Swt. Kekuatan ummat islam adalah jika ummat islam saling satu hati dan bersatu mengajak kepada ketaatan. Kerendahan ummat islam adalah jika ummat islam saling menghina dan saling menjatuhkan sama lain bagaikan hewan.

(more…)

07 Pebruari 2009

Ujian Orang Beriman

Filed under: Seputar kita

Dalam hidup ini seringkali kita dihadapkan pada masalah. Problematika kehidupan selalu menghadang siapa saja tanpa memandang batas usia dan jenis kelamin maupun status sosial. Bayi yang baru lahir pun bisa saja memiliki masalah tanpa meminta persetujuan dari kedua orang tuanya. Seperti yang baru-baru ini terjadi mengenai bayi kembar siam yang lahir dari seorang ibu di Medan, Sumatera Utara. Ada orang yang memilki banyak harta dengan segudang kekayaan dimilikinya. Rumah mewah, kendaraan dan perusahaan dimilikinya, namun apa yang kelihatan dimata sesungguhnya tidak sama dengan kenyataan sebenarnya. Orang kaya pun tidak ada jaminan terbebas dari masalah. Baik masalah dalam rumah tangganya atau masalah dalam perusahaan yang dipimpinnya. Begitu juga orang miskin tidak juga lepas dari masalah, yaitu masalah kekurangan harta, kurang makan, kurang gizi dan lain sebagainya.

(more…)

28 Januari 2009

Gapapa Kalo Gak Ngeblog

Filed under: Seputar kita

Tidak akan ada pertanyaan dari Malaikat Munkar dan Nakir yang menanyakan :

  1. Berapa lama kamu sudah membuat blog ?
  2. Hari ini sudah buat artikel untuk blog kamu belum ?
  3. Layout blog kamu koq jelek banget sih ?
  4. Kenapa kamu absen dari ngeblog ?

Jadi kalo saya tiba-tiba gak ngeblog dan tidak membuat artikel lagi gak akan ada tuntutan dari Allah Swt.  dan malaikat Munkar dan Nakir.

Dan juga jangan kecil hati buat pembaca yang gak punya blog, karena blog sedikitpun tidak akan ditanyakan oleh malaikat. Yang akan ditanyakan adalah berapa besar iman kamu dan amal apa yang telah kamu perbuat selama kamu hidup di dunia.emoticon

 

23 Januari 2009

IBSN: Cara Terbaik

Filed under: Seputar kita

Cara terbaik untuk menyelesaikan masalah dan kesulitan kita adalah dengan mentaati Allah SWT. Masalah datang daripada Allah maka yang menyelesaikan pun Allah SWT. Tak ada kemampuan sedikitpun untuk menyelesaikan segala masalah dan kesulitan kita selain Allah SWT.  Allah sangat kuasa penuh atas diri kita. Segala kesulitan yang menimpa kita adalah ujian. Maka sandarkan diri kita dengan berharap dan berpasrah kepada yang menciptakan hidup ini, Allah SWT. Dengan mentaati Allah maka akan datang bantuan Allah. Segala kesulitan kita akan dibuat mudah oleh Allah Swt, jika kita mentaati-Nya. Orang yang paling kuat di muka bumi ini adalah orang yang paling bertawakal kepada Allah Swt. Jika kita berharap kepada mahluk maka mahluk tak dapat menyelesaikan kesulitan kita. Mahluk tak kuasa, hanya Allah yang berkuasa mengangkat kesulitan kita. 

Hidup cuma sekali maka jangan sia-siakan hidup ini. Hidup ini tak dapat diulang kembali. Jika kita gagal dalam hidup maka akan rugi selama-lamanya. Kita mesti putuskan hidup ini dengan hanya bersandar kepada Allah Swt. Dengan bersandar dan berharap kepada Allah maka hati akan menjadi tenang. Allahlah yang mendatangkan ketenangan dalam hati kita. Untuk itu kita mesti selalu ingat kepada Allah. Tawajuhkan hati kita kepada Allah. Jangan condongkan hati kita kepada mahluk. Mahluk lemah Allah Maha Kuat. Kita mesti gantungkan hati kita kepada yang menciptakan segala kedidupan ini. Jika hati selalu bergantung kepada Allah maka Allah akan berikan kemudahan demi kemudahan.

(more…)

18 Januari 2009

IBSN: Ada Apa Dengan Palestina

Filed under: Seputar kita

Beberapa pekan terakhir ini saya sering mendapatkan pesan moral yang mengingatkan tentang keadaan suadara-saudara kita di Palestina yang sedang dalam kondisi kritis karena mendapat serangan beruntun dari Israel (Yahudi). Saudara-saudara kita disana terluka, kitapun berduka. Bumi palestina berdarah. Bumi para nabi dihantam mortir dan peluru dan rudal. kami menangis dan teriak. Ribuan warga muslim palestina terbantai dan terbunuh oleh pasukan zionis Israel.

Gaza in Palestine Berikut salah satu pesan yang saya dapatkan melalui Yahoo Messenger :

Pimpinan Hizbullah, libanon sydHasanNasrallah meminta Seluruh muslim utk MELAFADZ AN QS. AL-FATH ayat 26-27. MALAM INI.. tolong disebarkan agar Israel hancur. skrg masjid Al Aqsa Sdg diserang oleh IsraelSkutu. Mhn disebarkan ke 10orang. jangan dihapus klo blom disebarkan. ini amanat!!!!! surah Al- Fath (kemenangan) سُوۡرَةُ الفَتْح (26-27) بِسۡمِ ٱللهِ ٱلرَّحۡمَـٰنِ ٱلرَّحِيمِ إِذۡ جَعَلَ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ فِى قُلُوبِهِمُ ٱلۡحَمِيَّةَ حَمِيَّةَ ٱلۡجَـٰهِلِيَّةِ فَأَنزَلَ ٱللَّهُ سَڪِينَتَهُ ۥ عَلَىٰ رَسُولِهِۦ و

Melihat foto-foto tentang kondisi disana miris hati saya melihatnya.  Bahkan dalam satu perjalanan ketika saya berada di Jakarta, saya mendapat pertanyaan spontan dari  seseorang yang duduk dibangku sebelah saya di dalam bis kota, "Bagaimana dengan Palestina?" Saya berujar menjawab pertanyaannya, "tergantung masing-masing orang saja." "Apakah dia akan merasa sedih dengan musibah yang menimpa muslim di Palestina atau dia tidak ambil peduli, atau bahkan ikut berpartisipasi dengan ikut mendaftarkan diri sebagai relawan untuk ikut sama-sama memperjuangkan dan membela saudara-saudara kita disana."

(more…)

27 Desember 2008

Keislaman Kita

Filed under: Seputar kita

Beberapa tahun lalu saat saya berada di Denpasar Bali, saya pernah diolok-olok oleh kawan-kawan di tempat saya bekerja. Pasalnya hanya sepele dan sederhana saja. Jenggot. Ya hanya janggut atau jenggot yang saya kenakan di dagu saya. Kawan-kawan di kantor saya yang rata-rata beragama Hindu tertawa dan sepertinya menikmati sekali dengan olok-olok mereka kepada saya. Entah apakah itu hanya sekedar gurauan mereka atau mereka memang merasa risih dengan kehadiran saya disana. Karena saya memang orang baru di kantor itu. Kisah yang lain lagi saat saat sedang berkunjung ke apotik dekat tempat kost saya di kota yang sama. 2 orang gadis remaja senyum-senyum saat akan berpapasan dengan saya. Eh saat sudah dekat, mereka bilang, "Mas..mas, Jenggotnya boleh minta nggak ?"  Saya hanya tersenyum geli dan tidak menyangka mereka akan bilang seperti itu.

(more…)

23 Desember 2008

Apa Di Surga Ada Orang Yang Bertatto

Filed under: Seputar kita

Air matanya meleleh tak henti-hentinya saat sahabat saya ini menceritakan kisah yang ia alami. Sayapun tak dapat berkata apa-apa dan hanya membiarkan sahabat saya menceritakan semua yang ia pendam. Saya biarkan dia menghabiskan seluruh cerita haru ini hingga tuntas, karena saya tahu hati sahabat saya ini sedang dipenuhi dengan kesedihan yang luar biasa, karena kisah ini menyangkut seseorang yang pernah ia kenal dalam hidupnya. Walau perkenalan itu tak berlangsung lama namun menyisakan kesan yang mendalam dan hikmah yang luar biasa bagi kami, yang kadang atau bahkan terlalu sering tidak menyangka bahwa Kehendak Allah ada diluar jangkauan pikiran manusia. Saat dia menceritakan tentang seorang laki-laki muda bertatto yang pernah dia kenal kepada saya, belum lama sahabat saya ini baru saja mendapat kabar bahwa kawannya itu telah menghadap Rahmatullah. Kawannya, yang pernah ia ajak kepada iman dan agama itu telah mendahului kami semua, jauh diluar sana di kota lain, karena laki-laki muda bertatto itu telah meninggal di medan perjuangan. Kisah ini telah ia posting di blog miliknya, dan bagi saya pribadi walau saya telah mendengar secara langsung sebelum sahabat saya ini menuliskannya dan mempostingnya, tak henti rasa haru itu singgah dihati saya ketika membacanya. Bagi kami, menjumpai orang-orang yang telah sadar dari dunianya yang kelam, dan telah insyaf serta bertaubat atas perbuatannya di masa lalu sudah bukan sekali atau dua kali. Di kota kecil tempat saya tinggalpun ada orang-orang yang telah sadar dan insyaf dan sekarang berusaha meraih kebahagiaan melalui agama dan amal. Berusaha sekeras mungkin memperbaiki dirinya dengan segala kesungguhan, dan bahkan seringkali membuat kami sadar bahwa merekapun berhak atas Hidayah Allah yang mahal. Mereka berhak hidup layak sebagaimana kita, dan bukan seharusnya diasingkan atau dijauhi, karena merekapun adalah hamba Allah yang sama-sama masih memiliki kalimat iman. Mereka mempunyai kesempatan yang sama untuk meraih Surga. Malah kadang-kadang atas kesungguhan usahanya memperbaiki dirinya mereka telah jauh melampaui kita semua. Siapa yang tahu akan hal ini, karena taqwa yang tahu hanyalah Allah semata. Amal siapa yang  bakal Allah terima hanyalah Allah yang Maha Tahu. Atas ijin sahabat saya, maka kisah yang telah ia posting saya copy paste-kan ke dalam blog ini, berikut tulisannya : (more…)

20 Desember 2008

Manusia dan Patung

Filed under: Seputar kita

Pada Jaman dahulu, tidak jauh dari masa Nabiulllah Adam Alaihissalam, manusia saat itu masih banyak yang taat dan mengenal Allah. Mereka senantiasa menyembah Allah. Dan diantara mereka masih ada orang-orang yang taqwa dan shaleh. Orang-orang shaleh itulah yang menjadi panutan dan pemimpin mereka. Mereka selalu menjadi tempat meminta nasehat dan tempat untuk bertanya masalah-masalah agama. Namun ketika orang-orang shaleh yang ada diantara mereka wafat, maka mereka tidak mempunyai tempat lagi untuk bertanya. Mereka kehilangan tokoh panutan yang bisa membimbing mereka kepada jalan yang benar. Ketika orang-orang shaleh diantara mereka telah tiada maka mereka dihasut oleh setan laknatullah ‘alaih untuk membuat patung-patung orang shaleh sebagai tempat perantara guna mereka menyembah Allah. Dengan patung-patung itulah mereka akan selalu mengingat nasehat-nasehat orang shaleh yang telah wafat. Dengan patung-patung itulah mereka merasa ibadah-ibadah yang mereka lakukan menjadi lebih khusuk. Perbuatan itu pada akhirnya menjadi kebiasaan yang sering mereka lakukan. Dan pada akhirnya keturunan-keturunan mereka melihat bahwa  bapak-bapak mereka dan orang tua-orang tua mereka telah menyembah patung-patung itu sebagai tuhan-tuhan mereka. Pada saat itu lah sudah terjadi pergeseran akidah. Allah SWT. yang seharusnya mereka sembah dan tempat mereka bergantung telah digantikan posisinya oleh patung-patung orang shaleh tadi.  Apa yang mereka lihat dari bapak-bapak mereka itulah yang mereka lakukan. Keturunan-keturunan merekapun melakukan hal yang sama. Akhirnya menjadi suatu kebiasaan bahwa mereka telah menyembah patung sebagai  ritual  yang turun temurun. Hingga Allah telah menghantar nabi Nuh ‘alaihissalam untuk mengingatkan mereka agar mereka meninggalkan kebiasaan-kebiasaan yang mereka kerjakan. Sudah seharusnya mereka menyembah Allah SWT. yang menghidupkan dan mematikan mereka. Hanya Allah Yang Maha Pemberi Rizki. Allah Swt Yang Menciptakan langit dan bumi dan semua mahkluknya. Namun orang-orang itupun telah mengingkari seruan nabiullah Nuh ‘Alaihissalam. Dan hanya sebagian kecil saja yang mengikuti seruan nabi Nuh ‘Alaihissalam. (more…)

14 November 2008

Rahasia Kasih Seorang Ibu.

Filed under: Seputar kita

Ibu"Ibuuu… jangan tinggalkan akuuu… !! Ibuuuuu.. jangan pergiiii…. ! Teriak Iwan ketika didapatinya ibunya terbujur kaku di atas dipan. Wajahnya nampak sekilas senyuman. Tubuhnya dingin membeku. Dipeluknya tubuh ibunya dan digoncang-goncangkan, namun tetap saja ibunya tidak bangun untuk memberikan senyuman dan belaian seperti yang biasa ia lakukan jika anaknya yang dirantau pulang. Derai air mata mengguyur deras dari mata Iwan. Terlihat sesal tiada tara memenuhi wajahnya. Mendung nya sama seperti mendung di langit saat itu. Hujan mengguyur lagi, seperti ikut berduka mendalam atas kepergian seorang perempuan tua paruh baya.  Ruhnya telah pergi jauh, jauuuh sekali. Dan Iwan hanya terlihat masygul meyesali keterlambatannya untuk segera pulang.

(more…)

06 November 2008

Butterfly Award

Filed under: Seputar kita

Butterfly Award

Wah nggak nyangka dapat award dary Thya. Kaget juga dapat award seperti ini. Walaupun sampai sekarang masih belum tahu apa kriteria nya koq bisa dapat. Ya sudah terima saja dengan senang hati. Bagi saya dapat award seperti ini adalah sebuah penghargaan. Apresiasi seorang kawan atas hasil karya kita. Semoga menjadi pemicu agar sering - sering menulis dan memposting di blog ini (ketahuan kalo saya jarang posting emoticon). Dan, sekarang tinggal giliran saya memberikan award yang sama ke kawan-kawan yang lain, baiklah saya juga akan memberikan award yang sama kepada blog yang saya anggap bagus menurut saya. 
  1. Thya
  2. Mas Alex
  3. Dhie
  4. Landy
  5. Rozy
  6. Mas eko
  7. Wirda
Sementara itu dulu, (aturan mainnya mesti memberikan award kepada 10 blog) yang lainnya menyusul, insya Allah. Berhubung saya jarang mengunjungi blog (blogwalking), jika saya mendapati sebuah blog yang bagus menurut saya, insya Allah akan saya berikan award juga emoticon.  Ohya, berikut aturan mainnya :
  1. Put the logo on your blog
  2. Add a link to the person who awarded it to you
  3. Link 10 others blogger of whom you want to give this award too
Semoga saja ada manfaat nya emoticon..  
 

14 September 2008

Indahnya Bacaan Qur'an mu wahai yang diRahmati Allah!

Filed under: Seputar kita

     Sudah dua hari ini saya selalu mendengarkan dan memutar berulang-ulang video mengenai bacaan surah Yasin dan Surah Al Qiyaamah yang dibacakan oleh seorang anak. Saya tak dapat berucap sepatah katapun. Rasanya hati saya seperti terbius oleh indahnya lantunan bacaan Quran tersebut. Bergetar hati ini mendengarnya. Keindahan bacaan Quran itu bagi saya tak dapat digambarkan oleh kata-kata. Begitu menyentuh hati dan membuat mata ini berkaca-kaca. Ketika saya tunjukkan video itu di hadapan sahabat saya, dia hanya berucap,

                   "Masya Allah.. Masya Allah…"

(more…)

14 Juni 2008

Meraih Sayap Malaikat

Filed under: Seputar kita

    shalihahNamanya Issac. Sebuah gambaran nama yang maskulin dan westernized. Entahlah kenapa ayahnya memberikan nama itu. Padahal jelas, dia seorang perempuan dan tidak tomboy pula. Dia ingat ketika pertama kali dia menanyakan mengapa diberi nama itu. Apakah ayahnya mengagumi Issac Newton? Ayahnya hanya tertawa, “Apakah kamu ingin nama Lucyana?” Giliran dia terdiam. Sudahlah, mau Issac, Lucyana, Dian, Wati, What is the name? pikirnya. Namun tiba-tiba dia teringat Shakespeare, dan Issac bukan nama yang buruk. Tapi, ibunya berbeda pendapat dengan sang ayah. “Nama sangat penting, tahukah kamu di padang mahsyar nanti, setiap muslim akan dipanggil sesuai nama islamnya. Dan Issac? Entahlah, aku yakin malaikat tak akan memanggil nama itu.”

(more…)

20 Maret 2008

Mari Kita Berdoa Untuk Saudara-Saudara Kita

Filed under: Seputar kita

Kebesaran AllahYa Allah, berilah hidayah pada kami dan hidayah pada seluruh manusia, dan jadikanlah kami asbab (hidayah) bagi siapa yang Engkau beri hidayah. Ya Allah, berilah hidayah pada manusia dan jin, dan jadikanlah kami asbab bagi siapa yang Engkau beri hidayah. Ya Allah, jadikanlah kampung kami ini seperti kampung Madinah Al Munawarah pada zaman Rasulullah saw.. Ya Allah jadikanlah masjid-masjid kami seperti masjid Nabawi di zaman Nabi saw.. Ya Allah, jadikanlah rumah-rumah kami seperti rumah-rumah para sahabat Radhiyallahu’anhum. Ya Allah, jadikanlah lelaki-lelaki kami seperti lelaki-lelaki para sahabat, jadikanlah wanita-wanita kami seperti wanita-wanita para sahabat, dan jadikanlah anak-anak kami seperti anak-anak para sahabat. Ya Allah, jadikanlah mereka hafizh-hafizh Qur’an, ulama-ulama yang mengamalkan ilmunya, wajahnya putih bercahaya, dan da’i-da’i (penyeru manusia) kepada agama-Mu diseluruh alam.


Ya Allah, pergunakanlah (pilihlah diri) kami, dan pergunakanlah bapak-bapak kami, ibu-ibu kami, anak-anak lelaki kami, anak-anak perempuan kami, saudara-saudara lelaki kami, saudara-saudara perempuan kami, kawan-kawan kami, ustadz-ustadz kami, kerabat-kerabat kami, masyaikh-masyaikh kami, ulama-ulama kami, umara-umara kami, dan seluruh penduduk kampung kami, serta manusia-manusia dan jin-jin di lingkungan kami untuk meninggikan kalimah-kalimah-Mu dan menghidupkan sunnah nabi-Mu, Muhammad saw. yang saling menyayangi (satu hati), saling membantu, saling mencintai, dan saling tolong menolong. Ya Allah, peliharalah kami seperti terpeliharanya seorang bayi. Ya Allah, berilah kami pertolongan sebagaimana pertolongan yang diberikan kepada Muhammad saw. dan para sahabatnya.


Ya Allah, pergunakanlah diri kami dan keluarga serta penduduk kampung-kampung kami untuk berkhidmat kepada agama-Mu dan untuk usaha Rasul-Mu, dan matikanlah kami dalam keadaan Engkau ridha kepada kami dan tanpa kemurkaan-Mu. Jadikanlah akhir dari ucapan kami yaitu ucapan syahadat “Laa ilaaha illallaah Muhammadur Rasulullah”. Ya Allah berilah pertolongan kepada orang-orang yang sedang keluar di jalan-Mu pada setiap tempat. Ya Allah, satukanlah hati-hati kaum mukminin, satukanlah barisan mereka, satukanlah perkataan-perkataan mereka atas kebenaran, wahai Yang Maha Mulia. Ya Allah, berilah kami rasa aman dari segala ketakutan kami dan tutupilah aib-aib kami.” (lihat doa selengkapnya)


Ini adalah penggalan dari sebuah doa yang panjang, doa yang begitu menggetarkan hati yang keluar dari hati seorang yang alim dan risau atas agama dan keadaan ummat saat ini. Doa dari lidah seorang yang menginginkan kebaikan atas ummat ini, menginginkan keadaan menjadi lebih baik dalam diri orang-orang islam dan ummat di seluruh alam. Doa yang selalu dipanjatkan setiap saat ketika bergerak untuk menegakkan kalimat suci yang agung dari Dzat yang Maha Pencipta dan Maha Rahim. Doa diantara ribuan doa yang dipanjatkan oleh ummat islam sebagai hamba Allah yang memilki segala kelemahan, doa orang-orang yang ikhlas membela agama Allah tanpa pamrih tanpa mengharapkan pujian dan ketenaran. Doa dari seseorang yang selalu ingin menjadi baik di mata Allah Sang Penguasa Alam, doa dari seseorang yang selalu merisaukan iman dan amal, doa dari lisan yang selalu terjaga dari perkataan yang sia-sia, doa dari mata yang selalu menundukkan pandangan dari segala sesuatu yang bukan haknya, doa yang selalu disertai dengan air mata dan rintihan di pangkuan Rabb Yang Maha Pengasih dan Penyayang, doa yang terlupakan dari sekian doa yang selalu kita panjatkan, doa dari seseorang yang selalu menginginkan agama dan syariat ditegakkan ke atas muka bumi, doa dari hati yang khusyu’ dan memiliki ketakutan atas Allah dan azab api neraka, doa dari seseorang yang mengharapkan jannah sebagai tempat terbaik dari segala apa yang terbaik di dunia ini. Doa dari kekasih-kekasih Allah yang selalu mengharapkan keridhaan Ilahi dan menjadikan sunnah nabinya menjadi pegangan hidup. Doa dari orang-orang yang siap dihantar ke mana saja di dunia ini dan meninggalkan anak dan istrinya serta dititipkan kepada Allah dan Rasulnya demi mengemban tugas mulia yakni meninggikan kalimat iman. Doa dari orang-orang yang mencintai perjuangan dan mati dalam penuh keridhaan untuk berjumpa dengan kekasihnya Allah Swt..


Saudaraku, sudah banyak kita memanjatkan doa, namun dari sekian doa yang kita panjatkan apakah sudah terpikir untuk mendoakan orang lain bahkan semua manusia atau bahkan jin sekalipun seperti doa di atas. Apakah ada di antara kalimat-kalimat yang keluar dari bibir kita mengharapkan kebaikan dan kesejahteraan buat orang lain. Apakah pernah terbetik di dalam hati kita untuk memikirkan orang lain. Apakah pernah kita merisaukan agama kita. Apakah pernah kita mengaharapkan iman dan amal kita serta seluruh manusia menjadi baik. Dan apakah kita pernah tahu bahwa ada orang-orang yang dengan ikhlas dan begitu merisaukan keadaan kita dan selalu mendoakan agar diri kita selamat dari api neraka. Apakah kita pernah tahu bahwa berpikir sesaat untuk agama Allah lebih baik dari ibadah sunat 60-70 tahun. Apakah kita pernah tahu bahwa di pundak-pundak kita juga Allah sematkan tanggung jawab yang besar terhadap agama dan keadaan orang lain termasuk diri kita dan keluarga kita. Apakah kita pernah tahu bahwa satu lembar rambut kepala istri kita, saudara-saudara wanita kita, ibu kita, anak-anak perempuan kita, yang nampak oleh lelaki lain yang bukan muhrim beresiko azab 100 tahun api neraka. Apakah kita paham bahwa dengan meninggalkan satu sholat wajib maka sudah pantas bagi kita berdiam di lembah neraka selama 1 huqub yang lamanya adalah 80 tahun akhirat. Apakah kita pernah tahu bahwa jika kita meninggalkan tanggung jawab agama maka doa-doa kita tidak akan di dengar oleh Allah Swt, Rabb semesta alam. Sudahkah ada pada diri kita kerisauan semacam ini. Sungguh, jika kita paham akan hal ini maka kita tidak akan sempat merasakan lezatnya makanan yang ada di meja makan kita sebagaimana Nabi kita, Muhammad saw. yang selalu merisaukan diri kita hingga air mata meleleh ketika menjelang ajal karena merisaukan keadaan ummatnya. Apakah kita pernah tahu bahwa kalimat yang keluar dari manusia paling mulia ketika naza adalah “ummati.. ummati, an-nisa…an-nisa, assholat….assholat”.

Sudah semestinya kita merenungkan dan memikirkan keadaan diri kita dan keadaan lingkungan di sekitar kita. Bukankah manusia paling baik yang hidup di muka bumi adalah manusia yang selalu berusaha memberikan manfaat dan kebaikan bagi orang lain. Bukankah manusia yang paling mulia adalah manusia yang memilki keihlasan dalam memperjuangkan keselamatan diri dan orang lain. Sudahkan kita memikirkan hal ini dan berusaha selalu mendoakan tetangga-tetangga kita, saudara-saudara kita dan semua manusia? Dan sudahkah kita untuk berusaha melakukan hal itu semua? Sudahkah 24 jam waktu kita sehari sebagian kita gunakan untuk menunaikan tanggung jawab ini? Sudahkah kita berkunjung ke tetangga-tetangga kita untuk mengajak kepada kebaikan dan keselamatan dengan mentaati Allah Swt.. Sudahkah kita pernah menegur kepada salah satu keluarga kita, anak-anak kita, adik-adik kita, kakak-kakak kita jika mereka dengan sengaja melalaikan dan meninggalkan sholat. Sudahkah di rumah kita hidup suasana agama dan amal serta keimanan sebagai pondasi paling utama dalam membangun sebuah rumah tangga. Sudahkah bacaan Quran dijadikan sebagai hiasan utama di rumah-rumah kita. Sudahkah anak-anak kita fasih melafazkan huruf-huruf Quran. Sudahkah ada dalam diri kita semangat untuk bersedekah seperti yang ada dalam keluarga Syaidina Ali karomallahu wajhah, yang dengan sukarela memberikan roti makanan mereka satu-satunya kepada fakir miskin walau mereka dalam keadaan sangat lapar. Sudahkah setiap malam dari sebagian malam kita, kita pergunakan untuk bermunajat dan menangis mendoakan diri kita dan anggota keluarga kita. Dan apakah kita pernah membayangkan jika saja di setiap rumah-rumah orang islam selalu dipanjatkan doa untuk kebaikan diri dan orang lain. Jika saja hampir 200 juta orang islam yang ada di negara kita mau saling mendoakan satu sama lain, mendoakan kebaikan bagi saudara muslimnya dan ummat manusia. Apakah Allah Swt. akan berpaling dari diri kita jika kita mau saling mengajak kepada kebaikan. Berapa besar potensi kekuatan doa-doa kita. Pernahkah terbayangkan dalam benak kita jika satu doa yang makbul yang Allah terima memilki daya kekuatan jauh lebih dahsyat dari 1000 hulu ledak nuklir. Pernahkah terbayangkan dalam pikiran kita jika satu doa kita yang Allah terima akan mendatangkan hidayah dan menjadikan kebaikan yang ada di muka bumi dan merubah keputusan Allah dengan qudrat-Nya dan kuasa-Nya untuk menghindarkan diri kita dari segala macam mara bahaya. Pernahkah kita memikirkan hal ini. Atau bahkan kita tidak pernah berpikir sama sekali akan perkara ini karena kita selalu disibukkan dengan urusan kita masing-masing yang membuat kita kelelahan sehingga kita malas untuk memikirkannya.


Betapa pentingnya perkara ini untuk kita buat dengan segala kesungguhan sehingga Allah Swt. memerintahkan kita untuk berdoa dengan jaminan diterimanya doa-doa kita. Betapa kita bisa lihat bahwa kita selalu dilanda bencana dan musibah. Saat ini kita merasa bahwa bumi ini sudah tidak bersahabat lagi dengan kita karena tanah yang subur ini telah terlalu sering mengirimkan bencana demi bencana. Sadarkah kita bahwa itu semua akibat ulah dan perbuatan manusia. Sadarkah diri kita bahwa kita kebanyakan saat ini telah menduakan Allah Swt. sebagai satu-satunya yang pantas dan berhak untuk kita sembah dan tempat kita bergantung. Sadarkah kita saat ini bahwa kebanyakan orang islam telah kehilangan iman dan amal. Sadarkah kita saat ini bahwa kita sudah terlalu banyak mencintai dunia sehingga Allah enggan merubah keadaan kita dan selalu menegur kita dengan musibah. Saat ini segala macam bentuk kemaksiatan dan kemungkaran selalu nampak di depan mata kita. Apakah kita sudah terlalu lelah dan jenuh sehingga keyakinan telah lenyap dari diri kita bahwa kita mampu untuk merubah keadaan. Apakah kita hanya pasrah tanpa berbuat apa-apa untuk kebaikan dan membiarkan diri kita, keluarga kita dan orang lain yang ada di sekitar kita berkubang lumpur dosa. Atau bahkan kita sudah tidak memilki rasa kasih sayang kepada orang lain sehingga kita selalu memikirkan diri sendiri.


Seandainya saja diri kita ini semua mau bersatu padu dan satu hati dengan membuat satu perkara penting dalam kehidupan kita untuk saling mengajak kepada kebaikan dan ketaatan kepada Allah Swt. dan selalu berdoa dengan kesungguhan maka Allah akan merubah keadaan kita. Pasti Allah akan memberikan kebaikan dan merubahnya asal diri kita mau bersatu dan bersungguh-sungguh. Lihat saja di sekeliling kita, banjir maksiat dan kemungkaran sudah nampak di depan mata dan ada di mana-mana. Jutaan orang islam serempak dan sepakat untuk meninggalkan sholat. Jutaan orang islam melakukan zina, ghibah, fitnah, sumpah palsu, sogok dan suap ada di mana-mana. Anak-anak sekolah berkelahi, merampok, mengkonsumsi narkoba dan minuman keras. Pembunuhan dan pembantaian di mana-mana. Perampasan hak dan barang milik orang lain bukan hal yang aneh lagi. Apakah pantas kita berdiam diri melihat keadaan ini semua. Apakah pantas kita berpangku tangan melihat saudara kita melakukan kemungkaran sementara kita tengah berasyik-masyuk dengan kesibukan kita mencari dunia. Marilah kita berpikir sejenak. Renungkan dengan hati yang dalam. Jika kita tidak berbuat sesuatu untuk memperbaiki keadaan kita sekarang ini, maka nantinya kita sendiri yang akan merasakan akibatnya. Berbagai macam musibah yang menimpa kita saat ini adalah karena diri kita sendiri yang telah terlalu banyak menyimpang dan melanggar perintah-perintah Allah. Sudah semestinya kita berbuat sesuatu untuk memperbaiki keadaan. Belajarlah dari kalimat-kalimat doa di atas, syukur-syukur kita mau melakukan hal yang sama dengan mendoakan satu sama lain dengan bermunajat kepada Allah mengaharapkan rahmat dan ampunan-Nya. Mari kita siapkan waktu kita dan sisingkan lengan baju. Jangan ragu dan jangan malas. Tak ada ruginya bagi kita jika kita berbuat baik sedikit saja untuk kebaikan banyak orang. Mari kita sama-sama berdoa dan memohon kepada Allah seperti doa di atas. Semoga Allah senantiasa memberi kita kekuatan untuk melakukan hal ini.

11 Juli 2007

Assalamu Alaikum Saudaraku Semuanya

 
Sudah tak terasa beberapa bulan saya belajar mencoba untuk menuliskan dan mempublikasikan beberapa uneg-uneg yang di dalam hati saya. Hingga akhirnya muncul beberapa tulisan saya di blog ini. Saya menyadari dengan sepenuhnya dengan menulis maka akan menyita waktu saya untuk menuangkan sekedar apa yang ada di dalam hati saya. Awal niat saya untuk mempublikasikan tulisan-tulisan tersebut sebenarnya hanyalah untuk menyalurkan semangat keagamaan saya (jika itu bisa disebut sebagai ghirah/semangat) karena semula saya tidak bisa menjumpai banyak orang untuk sekedar bicara mengenai agama di dunia nyata karena keterbatasan waktu saya dalam bekerja yang jelas menyita waktu saya. Alhamdulillah Allah Swt. Yang Maha Mulia memberikan waktu kepada saya untuk berjumpa kepada saudara-saudara muslim saya ketika saya berada di masjid atau ketika saya berada diluar kantor. Namun saya merasakan bahwa porsi waktu saya untuk berjumpa dengan saudara-saudara muslim saya masih terlalu sedikit jika dibanding dengan waktu saya bekerja. (Normalnya orang bekerja di kantor adalah 8 jam sehari, terkecuali saya, karena saya bekerja bisa lebih dari 8 jam sehari)  Beberapa kali saya menimbang dan berpikir, sampai sejauh mana kemanfaatan tulisan-tulisan tersebut dalam diri saya. Bahkan hampir-hampir saya pernah berkeinginan untuk menutup blog ini dan pernah menyampaikannya kepada seorang sahabat saya di dunia maya ini.
 
Jelas dalam menulis saya masih banyak kesalahan dan kekhilafan, karena keterbatasan ilmu dan pemahaman saya mengenai agama. Saya hanya mencoba meletakkan kembali apa yang ada di dalam memori otak saya, apa yang pernah saya dapat selama saya mendalami agama ke dalam blog ini, yang tujuan semula adalah agar saya bisa membuka dan membaca kembali jika suatu saat saya lupa. Maka demi menambah pemahaman dan pengetahuan agama saya, saya juga mencoba menampilkan beberapa tulisan yang diambil dari kitab-kitab yang sering saya baca.
 
Di dalam pengembaraan saya di dunia maya ini, saya banyak sekali menjumpai saudara-saudara muslim baik dari indonesia, maupun saudara muslim yang berada di luar negeri. Beberapa diantaranya menyempatkan untuk berkomunikasi melalui Yahoo Messanger (apa kabar Mas Fakhrur "Yusuf" Roji,Akbar Landy dan Mas Eko "okebebe", Wirda, Atik Jasmiatik, Dhini Violet-violaa? Semoga kalian selalu dirahmati Allah Swt). Saya melihat bahwa di dunia perblogeran sangatlah beragam dan sangatlah bervariasi. Judul Blog ini (Dunia Sementara Akhirat Selamanya) pun saya coba beranikan diri untuk menampilkan dan meletakkanya di atas template blog ini, (karena memang dunia ini sementara bukan?) inipun sekedar untuk mengingatkan diri saya  pribadi bahwa kehidupan dunia adalah sementara saja, dan akhirat tanpa batas. Karena saya merasa bahwa saya terlalu sering lupa dengan kehidupan akhirat yang merupakan tempat saya kembali nanti. Saya juga mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya untuk saudara-saudara saya, Mas Abu Amin (Solo), Mas Abu Afif (Qatar) Mas Andika (jogja), Mbak Diah (Jerman), Zawa (Malang),Khansa (Solo), Mas Saifurrahman (Palembang), Om Jhoni  (India), Ticnube (Malaysia), Jaja (Malaysia), Mas Taufik (Bandung), Mbak Lia (Singapore), Irwan (Jakarta) Harry Fakri (Cikarang) Ghifarie (Bandung) Aditya (Jakarta) dan masih banyak yang lainnya yang tidak bisa saya sebutkan satu-persatu, saya masih mengingatnya di dalam hati saya, walau kita belum pernah berjumpa, tapi saya akan mencoba mengingatnya selalu. Insya Allah.
 
Saya belum bisa membayangkan jika suatu saat saya bisa berjumpa dengan saudara-saudaraku semuanya, karena keterbatasan dan perbedaan waktu dan tempat. Saya hanya berharap semoga saudara-saudaraku semuanya selalu mendapat kemudahan dan senantiasa dinaungi Rahmat oleh Allah Swt.. Mungkin jika dalam saya menuliskan apa yang saya rasakan masih terdapat banyak kesalahan-kesalahan dalam pemahaman dan kata-kata serta kalimat yang tidak berkenan saya mohon ampun kepada Allah Swt. dan mohon maaf serta keihklasannya dari saudara-saudaraku sekalian. Atau jika saya menuangkan komentar-komentar saya di blog dan situs saudara-saudaraku sekalian yang justru kadang menjadikan kesan yang tidak baik. Saya pernah menuliskan komentar yang cukup panjang di blog pak Hanafi (semoga tidak berkesan menggurui), atau bahkan di blog lain, yang saya sudah tidak ingat lagi berapa banyak komentar-komentar yang saya tuliskan dalam blog saudara-saudara saya yang lain (yang tidak saya sebutkan dalam tulisan ini). Atau mungkin saya tidak bisa menuliskan komentar-komentar saya di blog-blog saudara-saudaraku sekalian. Saya juga baru memahami ternyata bahwa dalam dunia perblogeran suatu komentar bisa menjadi ajang silaturahim antara sesama pebloger. Atau bahkan saya tidak bisa membalas komentar-komentar saudaraku sekalian di blog ini. Saya hanya berharap dengan mempublikasikan tulisan ini dapat sabagai ucapan terima kasih saya yang sebesar-besarnya terhadap saudara-saudaraku sekalian yang telah mencoba mengunjungi blog ini. Bahwa sesungguhnya saya pun manusia yang tak lepas dari kesalahan. Maka untuk itu saya mohon maaf yang sebesar-besarnya.
 
Dan sekarang, Alhamdulillah saya bersyukur sekali kepada Allah Swt. karena saya berada dalam satu lingkungan tempat tinggal dimana saya bisa berjumpa dengan saudara-saudara saya yang lain dalam dunia nyata, dimana saya telah mencoba menghidupkan kembali amal masjid, karena pada saat saya tinggal di tempat sebelumya saya merasa kesulitan karena situasi dan kondisi  tempat tersebut tidak mendukung. Dalam beberapa bulan ini saya sudah mendapatkan kembali sesuatu yang saya cari. Kecintaan saya terhadap usaha atas iman dan agama telah tersalurkan. Sekarang ini tergantung saya mengusahakannya, apakah mau saya kerjakan dengan sungguh-sungguh atau tidak, sayalah yang memutuskannya. Pergolakan batin saya yang sekian lama (kurang lebih 5 bulan) dimulai ketika saya memulai menulis dan menyusun blog ini dikarenakan kerinduan saya terhadap masjid beserta amalan-amalannya, alhamdulillah Allah balas dengan menempatkan saya pada suatu lingkungan yang merupakan tantangan saya dalam mensyiarkan Islam. Perlu saudara-saudaraku ketahui saya tinggal dalam lingkungan di tengah-tengah kota Bandung, dimana masyarakat sekitar tempat tinggal saya terdiri dari berbagai macam status sosial dan kesibukan. Saya berharap tetangga tetangga baru saya mau sama-sama memakmurkan masjid sebagaimana sekarang ini mereka telah juga memakmurkan swalayan-swalayan, pasar-pasar, mall-mall, bioskop-bioskop, konser-konser, stadion-stadion. Anda bisa bayangkan jika kita yang sudah sangat terbiasa dengan tempat-tempat tersebut beralih memakmurkan masjid dengan amalan-amalan dalam islam. Coba kita berpikir sejenak jika saja masjid yang berdekatan dengan tempat tinggal kita diramaikan dan dikunjungi oleh banyak orang islam dan mereka sama-sama giat dalam memakmurkan masjid sebagaimana kita ummat islam telah mengenal dan paham dengan pusat-pusat keramaian lainnya. Jika itu benar sungguh sungguh terjadi maka islam akan terasa gairahnya. Indonesia ini adalah suatu negara dimana memilki jutaan masjid, mushola, surau dan langgar. Jika masjid-masjid tersebut saling berhubungan dan terjalin suatu ikatan maka kekuatan ummat islam akan nampak. Di kabupaten daerah asal saya, kami telah mencatat ada sekitar 2000 masjid dan musholla. Belum di daerah-daerah yang lain. Hingga saat ini saya belum mendapatkan data kongkrit berapa jumlah masjid yang ada di negara kita. Saya yakin ada jutaan masjid di negara kita. Namun kita bisa melihat kondisi dan keadaannya sekarang ini. Kecintaan kita ummat islam terhadap masjid masih jauh dan masih belum sebanding dengan kecintaan kita kepada kegiatan-kegiatan lain di luar masjid. Kita sendiri masih banyak mengalokasikan waktu kita hanya beberapa saat saja untuk memakmurkan masjid. Justru di negara-negara yang mayoritas penduduknya non muslim saya telah mendengar kabar bahwa mereka lebih bergairah dan bersemangat dalam amal masjid. Ada suatu kota di negara Perancis bahwa ummat islam disana sebagian besar telah menunggu sholat jamaah di masjid 30 menit sebelum adzan dimulai. Bahkan hari ini banyak saudara-saudara muslim kita di luar sana yang baru saja bersyahadat dan telah mengamalkan islam dengan baik. Mereka begitu bersemangat mempelajari agama barunya dan mengamalkannya dengan penuh kesungguhan.
 
Mendengar hal itu sudah sepantasnya kita malu dan melihat kembali ke dalam diri kita. Sebenarnya kita ini telah ketinggalan jauh dengan saudara-saudara muslim kita yang ada di luar negeri, yang notabene penduduknya bukan mayoritas islam. Saya pernah membaca dalam berita di internet ini, bahwa ada dua orang gadis kakak beradik belasan tahun asal Amerika Serikat yang datang kepada seseorang ustadz dan menanyakan tentang islam. Mereka rupanya telah mempelajari islam dari internet. Dan rasa ingin tahunya begitu besar sehingga mendorong mereka untuk menanyakan lebih jauh tentang islam dan ajarannya. Setelah mendengar penjelasan ustadz tadi pada saat itu mereka tanpa ragu-ragu memeluk islam dan bersyahadat di depan ustad tadi. Dan bahkan kalau anda mau menelusuri situs demi situs tentang perkembangan islam di luar negeri anda akan mendapatkan informasi bahwa islam begitu pesat perkembangannya di luar negeri. Di negeri-negeri Eropa dan Amerika islam telah menggeliat dan menampakkan wujudnya dengan bertambahnya jumlah pemeluk islam secara signifikan. Amerika adalah salah satu negara dengan perkembangan islam yang sangat pesat. Lalu bagaimana dengan islam di Indonesia?
 
Hati saya akan merasakan syukur yang mendalam ketika Allah Swt mengkaruniakan hidayah-Nya kepada saudara-saudara muslim baru kita yang ada di luar sana. Namun perasaan syukur ini juga diiringi dengan perasaan kerisauan, kenapa kita hanya mampu menjadi pendengar tentang berita-berita gembira tersebut. Justru ada pertanyaan dalam benak saya, jika saja kita turut ambil bagian dalam peranan perkembangan islam di luar negeri? Saya justru melihat bahwa di Indonesia, kita ummat islam telah banyak memperjuangkan kepentingan golongan dan saling menjatuhkan satu sama lain. Kita semua bisa melihat itu. Di dalam penelusuran saya dalam dunia blogger saja, saya menjumpai perdebatan demi perdebatan yang mengakibatkan perpecahan dan menanamkan perasaan benci terhadap satu golongan. Saya tidak akan menunjukkan beberapa blog yang saya maksud. Karena itu merupakan aib. Saya rasa tidak perlu saya menunjukkan hal itu kita semua sudah paham dan tahu bahwa kondisi ummat islam di indonesia senantiasa tak lepas dari perselisihan dan perjuangan atas satu kepentingan. Hal ini sangat menyedihkan. Rasulullah Saw. adalah orang yang pertama kali memperjuangkan kesatuan umat ini. Dahulu ketika Rasulullah masih hidup, hampir terjadi peperangan antara dua suku Anshor di Madinah yaitu suku Aus dan Kajraz. Maka Rasulullah melihat hal itu menyampaikan kalimatnya "Apakah kalian akan berperang dan saling membunuh disaat aku masih ada bersama kalian?" Mendengar teguran Rasulullah Saw. maka akhirnya kedua suku tersebut menangis dan saling berangkulan. Jika kita saat ini masih mementingkan ego dan emosional kita atas satu golongan dan kepentingan serta pendapat serta mengakibatkan perpecahan, maka sesungguhnya kita adalah orang yang telah mematahkan perjuangan Rasulullah Saw, kenapa? Karena Rasulullah Saw telah merisaukan dan mengusahakan atas umat ini agar bagaimana umat ini menjadi satu padu. Dalam menyatukan umat ini Rasulullah Saw. telah mengorbankan segalanya. Harta, keluarga dan darah telah Rasulullah korbankan untuk menyatukan ini umat. Islam adalah agama yang satu dan untuk umat yang satu. Maka jika kita masih berpegang teguh demi prinsip kita masing-masing dan saling menghancurkan satu sama lain, artinya kita telah menghancurkan perjuangan Rasulullah Saw.Dan jika kita masih saling berpecah belah dan saling membela kelompok dan golongan maka Allah Swt. mengancam kepada kita bahwa kita tidak akan dipandang oleh Allah Swt. Allah Swt. akan memalingkan muka kepada kita ketika kita memanjatkan doa kepadanya.  
 
Tulisan ini saya beranikan diri untuk saya publikasikan, karena kerisauan saya atas keadaan kita ummat islam di Indonesia. Ketika saudara-saudara muslim baru kita di luar negeri begitu cintanya mereka mengamalkan islam, kondisi kita yang lebih senior dari mereka malah menunjukkan keadaan yang sebaliknya. Mohon maaf yang sebesar-besarnya jika kata-kata saya ada yang menyinggung perasaan saudara-saudaraku sekalian. Sesungguhnya kita ini ibarat singa yang sedang tidur. Kekuatan islam di Indonesia dengan potensi jumlah pemeluknya yang besar, akan menggetarkan musuh-musuh islam jika saja kita mau bersatu dan mengamalkan islam secara baik dan benar sesuai apa yang telah dicontohkan oleh nabi kita, Rasulullah Saw. Dahulu sahabat-sahabat Nabi, telah menaklukkan negara-negara super power pada saat itu, Rum dan Kisra (Persia) hanya dengan kekuatan iman dan kesatuan hati yang mengagumkan. Bahkan Raja china telah mengatakan kepada utusan dari Kisra, agar mereka jangan sekali-kali melawan umat islam, karena mereka pasti akan kalah, selama umat islam mengamalkan ajaran nabinya dengan benar, walau raja China mampu mengirimkan bantuan pasukan dengan panjang pasukannya dari negeri Persia hingga ke China sehingga pasukan Kisra bertambah besar. Semoga ini dapat menjadi bahan perenungan buat kita semua dan bersatulah ummat islam di Indonesia dan dunia. Semoga Allah Swt. senantiasa menurunkan Rahmat dan Kasih sayang-Nya kepada kita semua.
 
Jazakallah Khoiron Katsiron.
Wassalamulaikum.. 
08 Juli 2007

Atsar-Atsar Yang Menerangkan Tentang Sifat Para Sahabat R.hum

As-Suddi telah berkata dalam keterangannya tentang firman Allah Swt. :
kuntum khoiro ummat3

 

 

"Kamu sekalian adalah sebaik-baik ummat yang dikeluarkan untuk manusia,….. (Qs. Ali Imran 110)

As-Suddi mengatakan  bahwa Umar bin Khattab r.a. telah berkata (mengenai penafsiran ayat ini), "Apabila Allah Swt. menghendaki, niscaya dia akan mengatakan antum maka (akan tercakup dalam pengertian kata ini) adalah kita seluruhnya. Akan tetapi Allah Swt. mengatakan-Nya dengan kata kuntum yang berarti ditujukan khusus kepada para sahabat Rasulullah Saw. dan orang-orang yang melakukan pekerjaan seperti yang dilakukan para sahabat. Mereka itulah "khairu ummat (sebaik-baik ummat) yang dikeluarkan untuk seluruh manusia." Imam Ibnu Jarir juga telah meriwayatkannya dari Qatadah r.a. yang mana ia berkata, "Telah diceritakan bahwa Umar telah membaca ayat ini (Ali Imran ayat 101) kemudian dia berkata, "Wahai manusia, barangsiapa yang ingin digolongkan dalam ayat ini, maka hendaklah dia menunaikan syarat-syarat yang telah ditetapkan oleh Allah Swt. dalam ayat tersebut. (Syarat tersebut adalah Amar ma’ruf nahi munkar. Pent)(HR. Ibnu Jarir  dan Ibnu Abi Hatim, seperti yang disebutkan dalam kitab Kanzul ‘Ummaal jilid I halaman 238)

Dari Ibnu Mas’ud r.a. bahwasanya dia berkata, "Sesungguhnya Allah Swt. telah melihat hati-hati hamba-Nya, maka Dia memilih Muhammad Saw. dan menjadikannya sebagai Rasul (utusan) untuk menyampaikan risalah-Nya, juga memberi ilmu (yang khusus) dari-Nya. Kemudian setelah itu Allah Swt. kembali melihat hati seluruh manusia, maka Allah memilih di antara mereka untuk menjadi sahabat-sahabat beliau, lalu dijadikannya mereka sebagai penolong-penolong agama-Nya dan sebagai wakil-wakil-Nya. Oleh karena itu apa saja yang dipandang baik oleh orang-orang yang beriman, maka di sisi Allah hal itu adalah baik, sebaliknya apa saja yang dipandang buruk oleh orang-orang yang beriman, maka di sisi Allah hal itu adalah buruk. (HR. Abu Nu’aim dalam al-Hilyah jilid I halaman 375)

Imam Abdul Baar telah meriwayatkannya dalam al-Istia’ab jilid 1/6 dari Ibnu Mas’ud r.a. yang semakna dengan hadits di atas, hanya saja dia tidak menyebutkan :"Apa saja yang dipandang baik oleh orang-orang beriman…… dst. Ath-Thayalisi juga telah meriwayatkan hadits ini sama seperti yang diriwayatkan oleh imam Abu Nu’aim.

Dari Abdullah Ibnu Umar r.huma bahwasanya dia berkata, "Barangsiapa yang ingin mengambil contoh cara hidup, maka hendaklah ia mengambil contoh cara hidup orang-orang yang telah mati, yaitu sahabat-sahabat Nabi Muhammad Saw.. Mereka adalah sebaik-baik umat ini, paling baik hatinya, paling dalam ilmunya, dan paling ringan amalannya. Mereka adalah kaum yang telah dipilih oleh Allah Swt. untuk menjadi pendamping nabi-Nya Saw. dan menjadi penyebar agama-Nya. Karena itu, contohlah akhlak dan cara hidup mereka!" Demi Allah Penguasa Ka’bah, mereka adalah sahabat-sahabat Nabi Saw. dan mereka selalu berada di atas petunjuk jalan yang lurus." (HR. Abu Nu’aim dalam al-Hilyah jilid I halaman 305) 

Dari Ibnu Mas’ud r.a. bahwasanya ia pernah berkata (kepada orang-orang pada zaman itu), "Kalian adalah orang yang lebih banyak berpuasa, lebih banyak mengerjakan shalat, dan lebih banyak berijtihad (lelah dan bersusah payah dalam ibadah) daripada sahabat Nabi Saw., tetapi mereka (para sahabat) itu lebih utama daripada kamu sekalian." Mereka bertanya, "Mengapa demikian wahai Abu Abdurrahman?" (Nama panggilan Ibnu Mas’ud). Dia menjawab, "Karena mereka lebih zuhud terhadap dunia dan lebih mencinati akhirat." (HR. Abu Nu’aim dalam al-Hilyah jilid I halaman 136).

Dari Abu Wa’il katanya, "Abdullah bin Mas’ud r.a. pernah mendengar seseorang berkata, "Dimanakah orang-orang yang zuhud (tidak cinta) terhadap dunia dan cinta terhadap akhirat?" Abdullah bin Mas’ud r.a. menjawab, "Mereka adalah Ash-haabul Jaabiyah (orang-orang yang tinggal di Jaabiyah, yaitu sebuah desa di kerajaan Syam. Pada masa kekhalifahan Umar r.a. desa itu dijadikan sebagai pusat tentara islam ketika berperang melawan Kaisar Romawi). Jumlah mereka ada 500 orang dan mereka telah berjanji untuk berjihad terus sampai mereka gugur sabagai syuhada di jalan Allah Swt.. Mereka mencukur semua rambut di kepala mereka, lalu bertempur melawan musuh, sehingga mereka semua gugur sebagai syuhada, kecuali satu orang saja sebagai pembawa berita tentang kesyahidan mereka." (HR. Abu Nu’aim dalam al-Hilyah jilid I halaman 135).

Dari Ibnu Umar r.huma, bahwasanya ia mendengar seseorang berkata, "Dimanakah orang-orang yang zuhud (tidak cinta) terhadap dunia dan lebih mencintai akhirat?" Maka Ibnu Umar r.huma menunjuk ke arah pusara Rasulullah Saw., Abu Bakara r.a., dan Umar r.a.. Kemudian dia berkata, "Orang-orang inikah yang kamu tanyakan?" (HR. Abu Nu’aim dalam al-Hilyah jilid I halaman 135).

Dari Abu Arakah, bahwasanya dia berkata, "Suatu hari aku mengerjakan shalat Shubuh bersama Ali r.a.. Ketika dia menoleh ke sebelah kanan (setelah usai shalat), dia terdiam dan tampak dari wajahnya seperti sedang dirundung kesusahan dan kerisauan. (Demikianlah keadaannya) sehingga sinar matahari naik di atas dinding masjid setinggi tombak, dia pun bangkit untuk mengerjakan shalat Dhuha dua rakaat. Setelah shalat, sambil membalikkan telapak tangannya dia berkata, "Demi Allah, sesungguhnya dahulu aku melihat para sahabat Nabi Saw. tetapi sayang sekarang sudah tidak ada lagi orang-orang yang menyerupai mereka. Mereka adalah orang-orang yang tekun dalam beribadah, sehingga wajah mereka tampak pucat, rambut kusut dan berdebu, di antara kedua mata kaki mereka terdapat tanda hitam bagaikan lutut kambing. Mereka habiskan malam mereka untuk bersujud dan berdiri di hadapan Allah Swt. dan membaca al-Quran. Mereka telah merasakan ketenangan dan kedamaian di dalam sujud dan berdiri. Apabila waktu shubuh telah datang, maka mereka bersama-sama dzikir kepada Allah Swt., tubuh mereka bergerak-gerak seperti sebuah pohon yang bergerak-gerak ditiup angin, dan mereka menangis terisak-isak sehingga pakaian mereka basah oleh air mata. Demi Allah, sungguh kaum (sekarang) mengira seolah-olah mereka menghabiskan malamnya dalam kelalaian. Kemudia Ali r.a. berdiri. Setelah kejadian itu, dia tidak kelihatan lagi tertawa sehingga dia dibunuh oleh Ibnu Muljam, musuh Allah Swt. yang fasiq." (HR. Ibnu Abi Dunya dalam al-Bidayah wan-Nihayah jilid VIII halaman 6, Abu Nu’aim dalam al-Hilyah jilid I halaman 76, ad-Dinawari, al-Askari, dan Ibnu Asakir seperti yang terdapat dalam kitab Kanzul U’mmaal jilid VIII halaman 219).

Dari Abu Shalih, dia berkata, "Dhirar bin Dhamrah al-Kinani r.a. datang ke hadapan Mu’awiyah, lalu  Mu’awiyah berkata kepadanya, "Terangkanlah kepadaku tentang kepribadian Ali r.a.!"  Dhirar berkata, "Apakah engkau akan memarahiku, wahai amirul mukminin?" Mu’awiyah menjawab, "Tidak, aku tidak akan memarahimu." Kemudian Dhirar berkata, "Apabila hal itu yang engkau inginkan, maka dengarkanlah! Demi Allah, sesungguhnya Ali r.a. itu adalah seorang yang berpandangan jauh (berwawasan luas) dan seorang yang sangat kuat. Apabila dia berbicara maka perkataannya jelas, apabila memutuskan suatu hukum, maka ia memutuskannya dengan adil. Terpancar ilmu dari seluruh arah dirinya (yakni segala perbuatan, perkataan, gerak, dan diamnya dapat memberikan manfaat ilmu kepada orang lain), perkataan penuh hikmah juga terpancar dari segala arah dirinya. Dia suka menghindarkan diri dari dunia dan kenikmatannya (zuhud). Dia sangat akrab dengan malam dan kegelapannya (yakni hatinya merasa sangat senang untuk beribadah di malam hari yang gelap). Demi Allah dia adalah orang yang banyak menangis dan selalu berpikir panjang. Dia sering membalikkan telapak tangannya (ditunjukkan pada dirinya) sambil berkata pada dirinya sendiri (sebagai tanda penyesalan dan instropeksi diri). Dia menyenangi pakaian yang kasar dan makanan (roti) yang tebal lagi keras. Demi Allah, keadaannya seperti kami pada umumnya, dia mendekat pada kami jika kami mendatanginya, dia juga menjawab  pertanyaan kami jika kami  bertanya padanya (juga memenuhi permintaan kami jika kami meminta sesuatu kepadanya). Walaupun dia begitu dekat dengan kami dan kami pun begitu dekat dengannya, namun karena kepribadiannya yang penuh wibawa, maka kami tidak berani berbicara di depannya. Apabila dia sedang tersenyum maka giginya terlihat bagaikan untaian mutiara. Dia selalu memuliakan ahli agama (orang yang taat pada agama), menyayangi orang-orang miskin, sehingga orang kuat sekalipun tidak sanggup mencuranginya, dan orang lemah tidak berputus asa dari keadilannya. Demi Allah, aku bersaksi bahwa suatu ketika aku pernah melihat dia berdiri di sebagian sudut tempat dia biasa beribadah malam, sedang  ketika itu  malam  hampir melepas selimut kegelapannya dan bintang-bintang telah tenggelam, lalu dia masuk ke dalam mihrabnya sambil memegang janggutnya dan beliau duduk bersimpuh sambil menangis tersedu-sedu seperti orang yang telah digigit oleh kalajengking, dan menangis seperti seorang yang sedang dirundung kesedihan. Seakan-akan saat ini juga aku (Dhirar) sedang mendengarkan ratapannya. Berkali-kali dia berkata dengan penuh kerendahan di hadapan Allah, "Wahai Tuhan kami, wahai Tuhan kami!" Kemudian dia berkata kepada dunia yang fana ini, "Wahai dunia, mengapa kalian menipuku, mengapa pula kamu selalu muncul mendekatiku? Menjauhlah, menjauhlah kamu dariku! Tipulah orang lain selainku! Sesungguhnya aku sudah menceraikanmu dengan talak tiga. Karena umurmu sangat sebentar, majlismu sangat hina, dan kedudukanmu sangat rendah! … Ah …. ah …. ah! (Apa yang harus aku lakukan, alangkah ruginya aku ini)  karena perbekalan sangat  sedikit , sedangkan  perjalanan amat  panjang dan  penuh bahaya!?"

Mendengar kisah ini, Mu’awiyah tidak bisa lagi membendung air matanya sehingga meleleh dan membasahi janggutnya. Dia pun mengusap air matanya dengan ujung bajunya dan orang-orang yang hadir di dalam majlis itu pun menyadari dan ikut menangis. Akhirnya Mu’awiyah mengakui bahwa apa yang dikatakan oleh Dhirar itu benar, katanya, "Memang sesungguhnya demikianlah sesungguhnya Abul Hasan (Ali r.a.) itu, semoga Allah merahmatinya. Lalu dia bertanya, "Wahai Dhirar, bagaimana kesedihan yang kamu rasakan ketika dia wafat?" Dhirar menjawab, "Kesedihanku seperti seorang wanita yang menyaksikan anaknya yang hanya satu-satunya disembelih di atas pangkuannya, ibunya akan terus menerus menangis dan tidak akan hilang kesedihannya." Kemudian Dhirar pun bangkit dan keluar meninggalkan majlis Mu’awiyah. (HR. Abu Nu’aim dalam al-Hilyah jilid I halaman 84. Kisah seperti ini telah diriwayatkan pula Ibnul Abdil Bar dalam kitab al-Isti’aab jilid III halaman 44 dari al-Hirmazi, seseorang dari suku Hamda, dari Dhirar as-Sudai’)

Bersambung….. 

Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Hadley Wickham