Dunia Sementara Akhirat Selamanya

March 20, 2008

Mari Kita Berdoa Untuk Saudara-Saudara Kita

Filed under: coretan hati

Kebesaran AllahYa Allah, berilah hidayah pada kami dan hidayah pada seluruh manusia, dan jadikanlah kami asbab (hidayah) bagi siapa yang Engkau beri hidayah. Ya Allah, berilah hidayah pada manusia dan jin, dan jadikanlah kami asbab bagi siapa yang Engkau beri hidayah. Ya Allah, jadikanlah kampung kami ini seperti kampung Madinah Al Munawarah pada zaman Rasulullah saw.. Ya Allah jadikanlah masjid-masjid kami seperti masjid Nabawi di zaman Nabi saw.. Ya Allah, jadikanlah rumah-rumah kami seperti rumah-rumah para sahabat Radhiyallahu’anhum. Ya Allah, jadikanlah lelaki-lelaki kami seperti lelaki-lelaki para sahabat, jadikanlah wanita-wanita kami seperti wanita-wanita para sahabat, dan jadikanlah anak-anak kami seperti anak-anak para sahabat. Ya Allah, jadikanlah mereka hafizh-hafizh Qur’an, ulama-ulama yang mengamalkan ilmunya, wajahnya putih bercahaya, dan da’i-da’i (penyeru manusia) kepada agama-Mu diseluruh alam.


Ya Allah, pergunakanlah (pilihlah diri) kami, dan pergunakanlah bapak-bapak kami, ibu-ibu kami, anak-anak lelaki kami, anak-anak perempuan kami, saudara-saudara lelaki kami, saudara-saudara perempuan kami, kawan-kawan kami, ustadz-ustadz kami, kerabat-kerabat kami, masyaikh-masyaikh kami, ulama-ulama kami, umara-umara kami, dan seluruh penduduk kampung kami, serta manusia-manusia dan jin-jin di lingkungan kami untuk meninggikan kalimah-kalimah-Mu dan menghidupkan sunnah nabi-Mu, Muhammad saw. yang saling menyayangi (satu hati), saling membantu, saling mencintai, dan saling tolong menolong. Ya Allah, peliharalah kami seperti terpeliharanya seorang bayi. Ya Allah, berilah kami pertolongan sebagaimana pertolongan yang diberikan kepada Muhammad saw. dan para sahabatnya.


Ya Allah, pergunakanlah diri kami dan keluarga serta penduduk kampung-kampung kami untuk berkhidmat kepada agama-Mu dan untuk usaha Rasul-Mu, dan matikanlah kami dalam keadaan Engkau ridha kepada kami dan tanpa kemurkaan-Mu. Jadikanlah akhir dari ucapan kami yaitu ucapan syahadat “Laa ilaaha illallaah Muhammadur Rasulullah”. Ya Allah berilah pertolongan kepada orang-orang yang sedang keluar di jalan-Mu pada setiap tempat. Ya Allah, satukanlah hati-hati kaum mukminin, satukanlah barisan mereka, satukanlah perkataan-perkataan mereka atas kebenaran, wahai Yang Maha Mulia. Ya Allah, berilah kami rasa aman dari segala ketakutan kami dan tutupilah aib-aib kami.” (lihat doa selengkapnya)


Ini adalah penggalan dari sebuah doa yang panjang, doa yang begitu menggetarkan hati yang keluar dari hati seorang yang alim dan risau atas agama dan keadaan ummat saat ini. Doa dari lidah seorang yang menginginkan kebaikan atas ummat ini, menginginkan keadaan menjadi lebih baik dalam diri orang-orang islam dan ummat di seluruh alam. Doa yang selalu dipanjatkan setiap saat ketika bergerak untuk menegakkan kalimat suci yang agung dari Dzat yang Maha Pencipta dan Maha Rahim. Doa diantara ribuan doa yang dipanjatkan oleh ummat islam sebagai hamba Allah yang memilki segala kelemahan, doa orang-orang yang ikhlas membela agama Allah tanpa pamrih tanpa mengharapkan pujian dan ketenaran. Doa dari seseorang yang selalu ingin menjadi baik di mata Allah Sang Penguasa Alam, doa dari seseorang yang selalu merisaukan iman dan amal, doa dari lisan yang selalu terjaga dari perkataan yang sia-sia, doa dari mata yang selalu menundukkan pandangan dari segala sesuatu yang bukan haknya, doa yang selalu disertai dengan air mata dan rintihan di pangkuan Rabb Yang Maha Pengasih dan Penyayang, doa yang terlupakan dari sekian doa yang selalu kita panjatkan, doa dari seseorang yang selalu menginginkan agama dan syariat ditegakkan ke atas muka bumi, doa dari hati yang khusyu’ dan memiliki ketakutan atas Allah dan azab api neraka, doa dari seseorang yang mengharapkan jannah sebagai tempat terbaik dari segala apa yang terbaik di dunia ini. Doa dari kekasih-kekasih Allah yang selalu mengharapkan keridhaan Ilahi dan menjadikan sunnah nabinya menjadi pegangan hidup. Doa dari orang-orang yang siap dihantar ke mana saja di dunia ini dan meninggalkan anak dan istrinya serta dititipkan kepada Allah dan Rasulnya demi mengemban tugas mulia yakni meninggikan kalimat iman. Doa dari orang-orang yang mencintai perjuangan dan mati dalam penuh keridhaan untuk berjumpa dengan kekasihnya Allah Swt..


Saudaraku, sudah banyak kita memanjatkan doa, namun dari sekian doa yang kita panjatkan apakah sudah terpikir untuk mendoakan orang lain bahkan semua manusia atau bahkan jin sekalipun seperti doa di atas. Apakah ada di antara kalimat-kalimat yang keluar dari bibir kita mengharapkan kebaikan dan kesejahteraan buat orang lain. Apakah pernah terbetik di dalam hati kita untuk memikirkan orang lain. Apakah pernah kita merisaukan agama kita. Apakah pernah kita mengaharapkan iman dan amal kita serta seluruh manusia menjadi baik. Dan apakah kita pernah tahu bahwa ada orang-orang yang dengan ikhlas dan begitu merisaukan keadaan kita dan selalu mendoakan agar diri kita selamat dari api neraka. Apakah kita pernah tahu bahwa berpikir sesaat untuk agama Allah lebih baik dari ibadah sunat 60-70 tahun. Apakah kita pernah tahu bahwa di pundak-pundak kita juga Allah sematkan tanggung jawab yang besar terhadap agama dan keadaan orang lain termasuk diri kita dan keluarga kita. Apakah kita pernah tahu bahwa satu lembar rambut kepala istri kita, saudara-saudara wanita kita, ibu kita, anak-anak perempuan kita, yang nampak oleh lelaki lain yang bukan muhrim beresiko azab 100 tahun api neraka. Apakah kita paham bahwa dengan meninggalkan satu sholat wajib maka sudah pantas bagi kita berdiam di lembah neraka selama 1 huqub yang lamanya adalah 80 tahun akhirat. Apakah kita pernah tahu bahwa jika kita meninggalkan tanggung jawab agama maka doa-doa kita tidak akan di dengar oleh Allah Swt, Rabb semesta alam. Sudahkah ada pada diri kita kerisauan semacam ini. Sungguh, jika kita paham akan hal ini maka kita tidak akan sempat merasakan lezatnya makanan yang ada di meja makan kita sebagaimana Nabi kita, Muhammad saw. yang selalu merisaukan diri kita hingga air mata meleleh ketika menjelang ajal karena merisaukan keadaan ummatnya. Apakah kita pernah tahu bahwa kalimat yang keluar dari manusia paling mulia ketika naza adalah “ummati.. ummati, an-nisa…an-nisa, assholat….assholat”.

Sudah semestinya kita merenungkan dan memikirkan keadaan diri kita dan keadaan lingkungan di sekitar kita. Bukankah manusia paling baik yang hidup di muka bumi adalah manusia yang selalu berusaha memberikan manfaat dan kebaikan bagi orang lain. Bukankah manusia yang paling mulia adalah manusia yang memilki keihlasan dalam memperjuangkan keselamatan diri dan orang lain. Sudahkan kita memikirkan hal ini dan berusaha selalu mendoakan tetangga-tetangga kita, saudara-saudara kita dan semua manusia? Dan sudahkah kita untuk berusaha melakukan hal itu semua? Sudahkah 24 jam waktu kita sehari sebagian kita gunakan untuk menunaikan tanggung jawab ini? Sudahkah kita berkunjung ke tetangga-tetangga kita untuk mengajak kepada kebaikan dan keselamatan dengan mentaati Allah Swt.. Sudahkah kita pernah menegur kepada salah satu keluarga kita, anak-anak kita, adik-adik kita, kakak-kakak kita jika mereka dengan sengaja melalaikan dan meninggalkan sholat. Sudahkah di rumah kita hidup suasana agama dan amal serta keimanan sebagai pondasi paling utama dalam membangun sebuah rumah tangga. Sudahkah bacaan Quran dijadikan sebagai hiasan utama di rumah-rumah kita. Sudahkah anak-anak kita fasih melafazkan huruf-huruf Quran. Sudahkah ada dalam diri kita semangat untuk bersedekah seperti yang ada dalam keluarga Syaidina Ali karomallahu wajhah, yang dengan sukarela memberikan roti makanan mereka satu-satunya kepada fakir miskin walau mereka dalam keadaan sangat lapar. Sudahkah setiap malam dari sebagian malam kita, kita pergunakan untuk bermunajat dan menangis mendoakan diri kita dan anggota keluarga kita. Dan apakah kita pernah membayangkan jika saja di setiap rumah-rumah orang islam selalu dipanjatkan doa untuk kebaikan diri dan orang lain. Jika saja hampir 200 juta orang islam yang ada di negara kita mau saling mendoakan satu sama lain, mendoakan kebaikan bagi saudara muslimnya dan ummat manusia. Apakah Allah Swt. akan berpaling dari diri kita jika kita mau saling mengajak kepada kebaikan. Berapa besar potensi kekuatan doa-doa kita. Pernahkah terbayangkan dalam benak kita jika satu doa yang makbul yang Allah terima memilki daya kekuatan jauh lebih dahsyat dari 1000 hulu ledak nuklir. Pernahkah terbayangkan dalam pikiran kita jika satu doa kita yang Allah terima akan mendatangkan hidayah dan menjadikan kebaikan yang ada di muka bumi dan merubah keputusan Allah dengan qudrat-Nya dan kuasa-Nya untuk menghindarkan diri kita dari segala macam mara bahaya. Pernahkah kita memikirkan hal ini. Atau bahkan kita tidak pernah berpikir sama sekali akan perkara ini karena kita selalu disibukkan dengan urusan kita masing-masing yang membuat kita kelelahan sehingga kita malas untuk memikirkannya.


Betapa pentingnya perkara ini untuk kita buat dengan segala kesungguhan sehingga Allah Swt. memerintahkan kita untuk berdoa dengan jaminan diterimanya doa-doa kita. Betapa kita bisa lihat bahwa kita selalu dilanda bencana dan musibah. Saat ini kita merasa bahwa bumi ini sudah tidak bersahabat lagi dengan kita karena tanah yang subur ini telah terlalu sering mengirimkan bencana demi bencana. Sadarkah kita bahwa itu semua akibat ulah dan perbuatan manusia. Sadarkah diri kita bahwa kita kebanyakan saat ini telah menduakan Allah Swt. sebagai satu-satunya yang pantas dan berhak untuk kita sembah dan tempat kita bergantung. Sadarkah kita saat ini bahwa kebanyakan orang islam telah kehilangan iman dan amal. Sadarkah kita saat ini bahwa kita sudah terlalu banyak mencintai dunia sehingga Allah enggan merubah keadaan kita dan selalu menegur kita dengan musibah. Saat ini segala macam bentuk kemaksiatan dan kemungkaran selalu nampak di depan mata kita. Apakah kita sudah terlalu lelah dan jenuh sehingga keyakinan telah lenyap dari diri kita bahwa kita mampu untuk merubah keadaan. Apakah kita hanya pasrah tanpa berbuat apa-apa untuk kebaikan dan membiarkan diri kita, keluarga kita dan orang lain yang ada di sekitar kita berkubang lumpur dosa. Atau bahkan kita sudah tidak memilki rasa kasih sayang kepada orang lain sehingga kita selalu memikirkan diri sendiri.


Seandainya saja diri kita ini semua mau bersatu padu dan satu hati dengan membuat satu perkara penting dalam kehidupan kita untuk saling mengajak kepada kebaikan dan ketaatan kepada Allah Swt. dan selalu berdoa dengan kesungguhan maka Allah akan merubah keadaan kita. Pasti Allah akan memberikan kebaikan dan merubahnya asal diri kita mau bersatu dan bersungguh-sungguh. Lihat saja di sekeliling kita, banjir maksiat dan kemungkaran sudah nampak di depan mata dan ada di mana-mana. Jutaan orang islam serempak dan sepakat untuk meninggalkan sholat. Jutaan orang islam melakukan zina, ghibah, fitnah, sumpah palsu, sogok dan suap ada di mana-mana. Anak-anak sekolah berkelahi, merampok, mengkonsumsi narkoba dan minuman keras. Pembunuhan dan pembantaian di mana-mana. Perampasan hak dan barang milik orang lain bukan hal yang aneh lagi. Apakah pantas kita berdiam diri melihat keadaan ini semua. Apakah pantas kita berpangku tangan melihat saudara kita melakukan kemungkaran sementara kita tengah berasyik-masyuk dengan kesibukan kita mencari dunia. Marilah kita berpikir sejenak. Renungkan dengan hati yang dalam. Jika kita tidak berbuat sesuatu untuk memperbaiki keadaan kita sekarang ini, maka nantinya kita sendiri yang akan merasakan akibatnya. Berbagai macam musibah yang menimpa kita saat ini adalah karena diri kita sendiri yang telah terlalu banyak menyimpang dan melanggar perintah-perintah Allah. Sudah semestinya kita berbuat sesuatu untuk memperbaiki keadaan. Belajarlah dari kalimat-kalimat doa di atas, syukur-syukur kita mau melakukan hal yang sama dengan mendoakan satu sama lain dengan bermunajat kepada Allah mengaharapkan rahmat dan ampunan-Nya. Mari kita siapkan waktu kita dan sisingkan lengan baju. Jangan ragu dan jangan malas. Tak ada ruginya bagi kita jika kita berbuat baik sedikit saja untuk kebaikan banyak orang. Mari kita sama-sama berdoa dan memohon kepada Allah seperti doa di atas. Semoga Allah senantiasa memberi kita kekuatan untuk melakukan hal ini.

January 26, 2008

Permohonan Kepada Rasulullah (Review)

Filed under: coretan hati

Beberapa bulan yang lalu saya pernah menulis sebuah tulisan berbentuk puisi. Berkaca-kaca mata saya ketika menuliskan itu. Ide dari tulisan ini berawal ketika saya melihat sebuah situs tentang kejadian-kejadian yang ada di muka bumi ini. Trenyuh hati saya melihat gambar-gambar yang ada di situs itu. Dalam hati saya berbisik, kenapa ada manusia sejahat itu. Di situs itu saya melihat bagaimana jahatnya manusia memakan bayi. Tentang kejamnya pasukan amerika yang menyiksa dan membantai pasukan irak di kamp tahanan tanpa perikemanusiaan. Dan masih banyak lagi kejadian-kejadian yang terekam dalam bentuk gambar yang saya ingat dan menyedihkan hati saya. Dan jelas semua itu saya tidak bisa melupakan begitu saja. Dari situlah saya terbersit untuk sekedar menuliskan apa yang ada di dalam hati saya setelah melihat gambar-gambar itu. Lalu saya memabayangkan kondisi dan keadaan manusia yang hidup di jaman yang serba modern seperti sekarang ini. Lalu saya membayangkan jika saja saya hidup di jaman Nabi. Atau jika saja Nabi masih hidup sekarang ini, saya akan memohon kepada beliau yang mulia dan tinggi kedudukannya di sisi Allah SWT agar mau mengembalikan keadaan sebagaimana manusia hidup di jaman beliau masih hidup. Ah… klise memang sepertinya. Tapi jujur tulisan itu adalah kata hati saya, dan dalam menulis itu saya tidak ada maksud untuk menyinggung sebuah golongan, kelompok atau organisasi. Tulisan itu bersifat umum dan untuk semua orang agar ada sedikit terbuka mata hati dan nuraninya. Betapa keadaan manusia sekarang ini sudah sedemikian jauh dari norma dan aturan agama. Manusia yang notabene dikatakan dan ditetapkan sebagai mahkluk yang paling baik dan paling sempurna. Saya hanya berharap agar dengan tulisan saya itu, paling tidak saya telah menunjukkan betapa menjerit hati saya dan sungguh saya berharap Allah SWT masih melimpahkan Rahmat dan Kasih sayangNya kepada kita semua agar nurani ini tidak dihapuskan dari dalam diri kita. Agar kita masih bisa disebut sebagai manusia dan hamba yang mulia kedudukannya, asal kita mau berpegang teguh pada akidah dan agama. Berikut saya posting ulang tulisan itu :

Permohonan Kepada Rasulullah  

Bersembunyi
di balik tirai tujuh lapis langit
Bercengkerama
Dengan bidadari
Di antara 70.000 gaun
Dan 70.000 wewangian surga

Merasakan kesegaran
Manisnya sungai arak dan madu
Mendengar merdunya suara gesekan daun surga
Adalah impian dan keghairahan

Layaknya
Kecintaan Saidina Abu bakar As shiddiq akan sunnah nabinya
Kecerdasan dan kedalaman fikir Saidina Umar Al faruq
Ketqwaan Saidina Ustman bin Affan
Ketajaman pedang Saidina Ali Karomallahu Wajhah
Menggetarkan 8 pintu surga

Layaknya
Uwais al Qarni
Seribu lautan tunduk diatas telapak kakinya
Seribu bumi mengalah
Terberai dengan
Kehalusan hati dan kecintaan akan pengabdian
Kepada ibunda tercintanya

Ternyata
Kecintaanku pada kehidupan sahabat
Tak tertahankan lagi
Kepada kehidupan orang-orang sholeh terdahulu
Yang telah mempersembahkan raga dan jiwanya
Semangat dan darahnya
Melumuri setiap nafas yang terhembus
Mencintai Rosulnya sepenuh hati
Dan mempersembahkan seluruhnya
Hanya kepada Allah

Melihat
Kehancuran bangsa bangsa yang di musnahkan
Yang di tenggelamkan layaknya ummat Nuh AS
Di goncang seperti ummat Luth AS, kaum Ad dan tsamut
Begitu dahsyatnya azab Allah
Mati sia sia dalam kedurhakaan
Kebinasaan dalam panasnya
Jutaan derajat api neraka yang menyala
Menggigil badan ini jika mengingatnya

Penyembahan
Kepada firaun dan hamman
Latta dan uzza
Sin dan ziggurat
Adalah kebodohan dan kedangkalan fikir
Kesombongan dan kekerdilan jiwa

Menolak keberadaan Allah SWT
Sebagai satu2nya yang berhak disembah
Sebagai satu2nya penguasa alam semesta
Yang menciptakan nya dalam enam masa
Adalah kebekuan dan kekerasan hati
Rasanya berjuta malaikat pun
Geram dan berhasrat untuk menghancurkannya

Kalau saja
Dan kalau saja Allah menghadirkan kembali
Ruh firaun kemuka bumi ini
dia pasti akan berteriak
Kepada seluruh manusia
Bahwa jalan yang telah di tempuhnya
Adalah kesesatan dan kegelapan
Bahwa nafsu telah menguasai semua tulang dan darahnya
Dan dia pasti saat ini tengah meraung dengan dahsyatnya
Menjadi bahan bakar api neraka yang hitam menyala
Azab yang tak berakhir sampai kapanpun

Dan kalau saja
Ibrahim AS dipersempatkan datang kembali
Seluruh manusia pun akan diperingatkannya
Bahwa kehidupan dunia adalah tipuan belaka
Bahwa kelezatan abadi adalah kehidupan setelah mati
Semua berasal dari tanah dan akan dibangkitkan kembali dari tanah
Betapa tidak berharganya dunia ini di sisi Allah
Rendah dan hina
Tidak pantas di sebandingkan
Walau dengan satu lembar daun surga sekalipun

Nyatanya
Saat ini pun kita telah melihat dan mendengar
Dengan dua mata dan dua telinga kita
Kebanyakan manusia terhempas
Terkalahkan oleh hawa nafsunya
Menyerah tanpa syarat
Mencintai kemewahan dan kemegahan
Melebihi kecintaan nya kepada Allah dan agamanya
Bahwa kemewahan dan kelezatan dunia
Adalah racun yang paling ganas
Lebih berbisa dari 1000 ular kobra sekalipun
Bahwa kemewahan dan kelezatan dunia
Adalah penipu yang paling ulung
Membuat hampir semua manusia tergila-gila kepadanya
Lalu dengan mudah dia mencapakkan manusia
Hingga manusia selalu berangan-angan untuk merebutnya kembali

Sesungguhnya
peradaban mesopotamia dan mesir kuno
Kaum Nuh dan negeri saba
Babylonia dan sumeria
Telah mengisyaratkan bahwa
Allah jauh lebih hebat dari apa yang telah mereka ciptakan

Barsesa mati dalam kekafiran
Qorun musnah tenggelam bersama harta yang dicintainya
Namruz binasa oleh seekor nyamuk betina
Ubay bin Khalaf hancur dengan sedikit luka di lehernya
Abu lahab dan istrinya menjadi penghuni neraka yg paling nista
Hingga bau busuk tubuhnya pun tercium oleh ahli neraka yang lain
Mereka adalah orang2 bodoh dan kalah

Duhai Rosulullah yang mulia
Yang keluhuran Ahklakmu
Mengalahkan ketampanan Yusuf AS
Hamba merasakan betapa pedihnya engkau saat ini
Bahwa ketika naza pun engkau selalu memikirkan
Dan mengkhawatirkan kami
Ketika tidurpun engkau menangisi kami
Apa yang engkau khawatirkan
Telah terjadi pada saat ini
Betapa kami terlalu mencintai dunia
Betapa kami menjadi budak harta dan hawa nafsu
Daripada sunnahmu yang agung
Daripada syariatmu yang suci
Kami sampai rela berbunuhan kepada saudara kami
Mata kami telah gelap saat ini
Hati kami tertutupi dan membeku
Kami rela berdebat dan berseteru dengan tetangga kami
Hanya karena sepotong sisa roti yang telah basi
Apakah keberkahan doamu belum sampai saat in
Tapi kami yakin bukan itu
Kami yakin kami sendirilah yang telah mengingkari
Kami tidak mentaatimu
Kami telah meragukan dan mendustaimu

Kalau begitu
Utuslah satu sahabatmu yang mulia
Abu Dzar Al-Ghifari atau Muadz  bin Jabbal
Atau siapa saja sahabatmu
Untuk mengajari kami
Bagaimana caranya kami menata hati dan pikiran kami
Agar tidak terlena dengan suasana dan keadaan saat ini
Agar amalan kami mendatangkan ruh dan hakekat
Agar amalan kami diterima dan menembus langit
Seperti yang telah mereka lakukan
Hingga dunia ini tunduk di bawah kaki mereka
Agar kami lebih mencintai satu huruf Quran
Dimalam yang gelap dan dingin
Daripada kecintaan kami kepada lelap dan istri kami
Agar kami mampu
Memandang Rabb kami sepuas-puasnya
Dengan mata hati kami
Agar lidah kami tak kelu
Untuk mengucap dzikir Subhanallah dan Allahu Akbar
Saat ini lidah kami terlalu keras dan kaku
Terlalu kenyal karena banyak makanan haram masuk ke dalam perut kami
Lidah kami saat ini
Menjadi senjata yang paling tajam dan ampuh
Untuk menghasut dan melempar fitnah saudara saudara kami
Bahkan kami saat ini
Mendapat nilai seratus dan sempurna untuk berghibah
Hingga kami mampu melakukannya hapal diluar kepala
Walau kami sedang mandi sekalipun

Badan kami telah berlumur dosa
Hingga dosa itu mengeras di kulit dan susah untuk dibersihkan
Kemaksiatan adalah pekerjaan kami sehari-hari
Tanpa perlu diminta dan disuruh
Kami dengan suka rela melakukannya
Kami begitu pandai dan lihai
Bahkan kami terlalu sering bersenda gurau dengan iblis dan pasukannya
Hingga kami tak mampu membedakan
Mana yang halal dan haram
Yang haram pun kami lahap
Yang halal kami bantah

Kami telah terpedaya
Oleh bujuk rayuannya
Kami adalah murid yang paling berprestasi
Dalam mata pelajaran mencuri, mabuk, berzina, membunuh,
Mengambil yang bukan hak kami
Bahkan kami sering merampas hak saudara-saudara kami
Kami sering mendapat acungan jempol oleh mereka
Karena perlakuan kami mirip dan serupa dengan mereka
Hingga mereka berlompat-lompat kegirangan
Kalau ada satu dari kami mati ditemani oleh mereka

Wahai Rosullullah Yang Mulia
Kami yakin engkau sedih saat ini
Mohonkan ampun untuk kami Ya Syaidul Ambiya
Dengan kebesaran namamu disamping Ars Allah yang Luas
Sebenarnya kami rindu kepadamu
Tapi kami ini adalah orang orang kalah
Kami ingin sekali mencintaimu
Tapi saat ini kami hanya mampu membuatnya dalam sepotong lagu
Tanpa kami tahu
Apa kami ini benar2 telah mencintaimu atau belum
Saat ini kami hanya pandai berkata-kata  tentang kebaikan
Tanpa kami mampu melakukannya sedikitpun
Dan jika kami mampu melakukannya pun
Tanpa disertai keihklasan, karena sifat ikhlas yang ada dalam diri kami
Telah lenyap dterjang badai riya dan ujub yang bertubi-tubi

Wahai Rosulullah yang Mulia
Yang ketinggian Akhlaqmu
Mampu menggetarkan langit dan mendatangkan hidayah
Kepada seorang pengemis yahudi yang buta
Saat ini ahklaq kami telah rusak
Terkoyak oleh panah dan pedang kepentingan dan hasrat
Kami tak kenal lagi dengan muamalah dan muasyarat yan telah engkau ajarkan
Sehingga kami lebih jago dalam berpolitik yang kotor
Politik yang selalu memberatkan kepentingan diri dan kelompok kami
Sampai sampai kami tak berdaya dan tak mampu lagi
Walau hanya sekedar memberikan semangkuk kuah sayur kepada tetangga kami
Bagi kami tetangga adalah musuh yang mesti kami waspadai
Sehingga pintu rumah kami selalu tertutup rapat
Bahkan kami pasang kunci berlapis lapis di pintu dan jendela rumah kami
Sehingga Rahmat Allah pun tak mampu menembusnya
Bahkan kami telah lupa dengan sedekah dan zakat
Yang menjadi hak tetangga-tetangga kami

Wahai Rosulullah yang Mulia
Kami yakin engkau sedih saat ini
Yang kesedihanmu mampu membuat semua malaikat menangis
Melihat tingkah laku kami
Yang nista dan hina dari hewan yang paling najis sekalipun di dunia ini
Utuslah kepada kami
Mushab bin Umair atau Abdullah bin Mas’ud
Atau siapa saja sahabatmu yang mulia
Agar dia mengajarkan kami
Karena kami tak pandai menegakkan sholat
Bahkan kami sering meninggalkan sholat
Juga bagaimana mendatangkan kekhusuan dalam sholat dan dzikir kami
Karena saat ini sholat kami hanyalah rutinitas yang tak memiliki arti
Bahkan saat ini kami pun tak paham apa arti sholat dalam diri kami
Sehingga sholat kamipun kami kerjakan dengan terburu-buru
Hingga sajadah di kaki kami
Tak berbekas atas rukuk dan sujud kami
Sholat kami tidak mendatangkan sifat taat dalam diri kami
Sholat kami tak mampu mencegah perbuatan-perbuatan buruk kami

Wahai Rosulullah yang Mulia
Yang sifat Al Amin dan amanah mu terukir dalam sejarah
Yang keluhuran budi pekertimu menjadikan 124.000 sahabatmu mencintaimu
Bahkan mereka mampu mencintai mu
Hingga tak rela sepotong duripun menancap dikakimu
Bahkan mereka rela mati di padang pasir yang panas
Mereka rela mati dalam peperangan dan tebasan pedang
Jika mereka punya seratus nyawa pun
Akan mereka korbankan semua nyawa mereka
Untuk berjuang menegakkan kalimah Laa ilaha illallah
Kecintataan mereka kepada sunnah mu sungguh mengagumkan
Hingga menggetarkan tembok benteng persia, romawi dan china
Kirimlah ruh-ruh mereka kepada kami
Karena kami saat ini tak memiliki ruh dan nurani
Karena saat ini kami tak mampu menahan lapar dan derita
Kami selalu memenuhi perut kami dengan makanan
Sehingga perut kami selalu dalam keadaan kekenyangan
Sehingga kami tak sanggup bangun menegakkan agamamu
Kami tak sebanding dengan mereka Ya Syaidul Ambiya

Wahai Rosulullah yang Mulia
Yang namamu memancarkan sinar ke seluruh alam semesta
Hingga Allah SWT pun memberi shalawat kepadamu
Hingga bapak seluruh manusia Adam AS pun bersyahadat atasmu
Kami ingin engkau hadir disisi kami
Hingga kami bisa sepuasnya mencurahkan perhatian kami kepadamu
Padahal makananmu hanyalah tepung yang kasar
Alas tidurmu hanyalah selembar kain yang usang
Sajadahmu yang hitam bekas sujudmu kepada Rabbmu
Harta kekayaanmu hanyalah sebuah lotta untuk wudhu
Tapi kedudukan mu termulia di antara seluruh mahkluk
Syafaatmu sangat dinantikan di padang mashyar

Duhai Rosulullah yang mulia
Lembah uhud dan padang badar
Telah menjadi bukti kesetiaan para sahabatmu
Kesabaran sebesar bumi dan ketabahan seluas lautan
Mendatangkan bantuan Allah dan ribuan malaikat
Memberikan kemenangan atas musuh-musuhnya
Dengan rintihan doa dan kebersamaan
Tapi kami saat ini ya Syaidul ambiya
Terpecah dan terberai layaknya ombak di pantai
Saat ini kami mudah sekali untuk dihancurkan
Mudah sekali untuk di lemparkan
Saat ini kepala kami yang diinjak dan kehormatan kami dihina
Sedangkan kami tak mampu berdoa untuk memohon bantuan Allah
Saat ini kami hanya mampu membaca doa dan menghapal doa
Doa kami telah kehilangan hakekatnya dan telah hilang kekuatannya
Seolah-olah Allah memalingkan wajahNya dari kami
Sehingga kami tak kuasa mengelak dari bencana dan musibah
Yang selalau mendera kami

Ya Rosulullah Yang mulia
Yang kedudukanmu disisi Allah begitu tinggi
Bantulah kami dengan doa engkau ya Rosul
Karena saat ini iman kami telah rusak dan cacat
Keyakinan kami telah terkoyak
Kami meyakini apa-apa yang nampak saja
Kami lebih meyakini apa yang kelihatan oleh mata kami
Kami meragukan keberadaan sorga dan neraka
Kami meragukan keberadaan shirot dan padang mashar
Mizan dan alam kubur
Kami lebih yakin dengan ramalan-ramalan
Kami lebih meyakini kebenaran berita di koran dari pada Qur’an
Kami ini adalah ummat akhir jaman yang telah engkau kabarkan
Keadaan kami engkaupun telah tahu
Betapa sedihnya engkau mengetahui keberadaan kami
Yang kejahilan kami menyamai dengan kejahilan orang-orang terdahulu
Kami ini selalu beramai ramai dalam bermaksiat  kepada Allah
Sehingga kebenaran tidak nampak di mata kami
Karena mata kami telah buta
Yang benar kami anggap salah dan kuno
Yang sesat kami anggap benar dan perlu kami contoh

Kami tahu bahwa engkau sedih ya Rosul
Tapi saat ini kami tak bisa berharap
Karena engkau telah tiada dan meninggalkan kami
Kami hanya bisa memohon
Ada satu diantara kami
Berpegang teguh pada agamamu yang suci
Yang mampu mengingatkan kami
Dan memberikan contoh kepada kami
Membimbing kami menuju jalanmu
Sebagai gerbong kereta terakhir yang membawa kami
Kepada keadaan yang lebih baik menuju sunnah dan syariatmu
Salam untuk engkau ya Rosul
Untuk keluarga dan sahabat-sahabatmu
Untuk mereka – mereka yang telah memperjuangkan agamamu
Semoga kubur engkau dan mereka
Di penuhi dengan cahaya dan rahmat
Hingga suatu saat nanti
Kami dapat berjumpa dengan engkau
Amin

July 11, 2007

Assalamu Alaikum Saudaraku Semuanya

Filed under: coretan hati
 
Sudah tak terasa beberapa bulan saya belajar mencoba untuk menuliskan dan mempublikasikan beberapa uneg-uneg yang di dalam hati saya. Hingga akhirnya muncul beberapa tulisan saya di blog ini. Saya menyadari dengan sepenuhnya dengan menulis maka akan menyita waktu saya untuk menuangkan sekedar apa yang ada di dalam hati saya. Awal niat saya untuk mempublikasikan tulisan-tulisan tersebut sebenarnya hanyalah untuk menyalurkan semangat keagamaan saya (jika itu bisa disebut sebagai ghirah/semangat) karena semula saya tidak bisa menjumpai banyak orang untuk sekedar bicara mengenai agama di dunia nyata karena keterbatasan waktu saya dalam bekerja yang jelas menyita waktu saya. Alhamdulillah Allah Swt. Yang Maha Mulia memberikan waktu kepada saya untuk berjumpa kepada saudara-saudara muslim saya ketika saya berada di masjid atau ketika saya berada diluar kantor. Namun saya merasakan bahwa porsi waktu saya untuk berjumpa dengan saudara-saudara muslim saya masih terlalu sedikit jika dibanding dengan waktu saya bekerja. (Normalnya orang bekerja di kantor adalah 8 jam sehari, terkecuali saya, karena saya bekerja bisa lebih dari 8 jam sehari)  Beberapa kali saya menimbang dan berpikir, sampai sejauh mana kemanfaatan tulisan-tulisan tersebut dalam diri saya. Bahkan hampir-hampir saya pernah berkeinginan untuk menutup blog ini dan pernah menyampaikannya kepada seorang sahabat saya di dunia maya ini.
 
Jelas dalam menulis saya masih banyak kesalahan dan kekhilafan, karena keterbatasan ilmu dan pemahaman saya mengenai agama. Saya hanya mencoba meletakkan kembali apa yang ada di dalam memori otak saya, apa yang pernah saya dapat selama saya mendalami agama ke dalam blog ini, yang tujuan semula adalah agar saya bisa membuka dan membaca kembali jika suatu saat saya lupa. Maka demi menambah pemahaman dan pengetahuan agama saya, saya juga mencoba menampilkan beberapa tulisan yang diambil dari kitab-kitab yang sering saya baca.
 
Di dalam pengembaraan saya di dunia maya ini, saya banyak sekali menjumpai saudara-saudara muslim baik dari indonesia, maupun saudara muslim yang berada di luar negeri. Beberapa diantaranya menyempatkan untuk berkomunikasi melalui Yahoo Messanger (apa kabar Mas Fakhrur "Yusuf" Roji,Akbar Landy dan Mas Eko "okebebe", Wirda, Atik Jasmiatik, Dhini Violet-violaa? Semoga kalian selalu dirahmati Allah Swt). Saya melihat bahwa di dunia perblogeran sangatlah beragam dan sangatlah bervariasi. Judul Blog ini (Dunia Sementara Akhirat Selamanya) pun saya coba beranikan diri untuk menampilkan dan meletakkanya di atas template blog ini, (karena memang dunia ini sementara bukan?) inipun sekedar untuk mengingatkan diri saya  pribadi bahwa kehidupan dunia adalah sementara saja, dan akhirat tanpa batas. Karena saya merasa bahwa saya terlalu sering lupa dengan kehidupan akhirat yang merupakan tempat saya kembali nanti. Saya juga mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya untuk saudara-saudara saya, Mas Abu Amin (Solo), Mas Abu Afif (Qatar) Mas Andika (jogja), Mbak Diah (Jerman), Zawa (Malang),Khansa (Solo), Mas Saifurrahman (Palembang), Om Jhoni  (India), Ticnube (Malaysia), Jaja (Malaysia), Mas Taufik (Bandung), Mbak Lia (Singapore), Irwan (Jakarta) Harry Fakri (Cikarang) Ghifarie (Bandung) Aditya (Jakarta) dan masih banyak yang lainnya yang tidak bisa saya sebutkan satu-persatu, saya masih mengingatnya di dalam hati saya, walau kita belum pernah berjumpa, tapi saya akan mencoba mengingatnya selalu. Insya Allah.
 
Saya belum bisa membayangkan jika suatu saat saya bisa berjumpa dengan saudara-saudaraku semuanya, karena keterbatasan dan perbedaan waktu dan tempat. Saya hanya berharap semoga saudara-saudaraku semuanya selalu mendapat kemudahan dan senantiasa dinaungi Rahmat oleh Allah Swt.. Mungkin jika dalam saya menuliskan apa yang saya rasakan masih terdapat banyak kesalahan-kesalahan dalam pemahaman dan kata-kata serta kalimat yang tidak berkenan saya mohon ampun kepada Allah Swt. dan mohon maaf serta keihklasannya dari saudara-saudaraku sekalian. Atau jika saya menuangkan komentar-komentar saya di blog dan situs saudara-saudaraku sekalian yang justru kadang menjadikan kesan yang tidak baik. Saya pernah menuliskan komentar yang cukup panjang di blog pak Hanafi (semoga tidak berkesan menggurui), atau bahkan di blog lain, yang saya sudah tidak ingat lagi berapa banyak komentar-komentar yang saya tuliskan dalam blog saudara-saudara saya yang lain (yang tidak saya sebutkan dalam tulisan ini). Atau mungkin saya tidak bisa menuliskan komentar-komentar saya di blog-blog saudara-saudaraku sekalian. Saya juga baru memahami ternyata bahwa dalam dunia perblogeran suatu komentar bisa menjadi ajang silaturahim antara sesama pebloger. Atau bahkan saya tidak bisa membalas komentar-komentar saudaraku sekalian di blog ini. Saya hanya berharap dengan mempublikasikan tulisan ini dapat sabagai ucapan terima kasih saya yang sebesar-besarnya terhadap saudara-saudaraku sekalian yang telah mencoba mengunjungi blog ini. Bahwa sesungguhnya saya pun manusia yang tak lepas dari kesalahan. Maka untuk itu saya mohon maaf yang sebesar-besarnya.
 
Dan sekarang, Alhamdulillah saya bersyukur sekali kepada Allah Swt. karena saya berada dalam satu lingkungan tempat tinggal dimana saya bisa berjumpa dengan saudara-saudara saya yang lain dalam dunia nyata, dimana saya telah mencoba menghidupkan kembali amal masjid, karena pada saat saya tinggal di tempat sebelumya saya merasa kesulitan karena situasi dan kondisi  tempat tersebut tidak mendukung. Dalam beberapa bulan ini saya sudah mendapatkan kembali sesuatu yang saya cari. Kecintaan saya terhadap usaha atas iman dan agama telah tersalurkan. Sekarang ini tergantung saya mengusahakannya, apakah mau saya kerjakan dengan sungguh-sungguh atau tidak, sayalah yang memutuskannya. Pergolakan batin saya yang sekian lama (kurang lebih 5 bulan) dimulai ketika saya memulai menulis dan menyusun blog ini dikarenakan kerinduan saya terhadap masjid beserta amalan-amalannya, alhamdulillah Allah balas dengan menempatkan saya pada suatu lingkungan yang merupakan tantangan saya dalam mensyiarkan Islam. Perlu saudara-saudaraku ketahui saya tinggal dalam lingkungan di tengah-tengah kota Bandung, dimana masyarakat sekitar tempat tinggal saya terdiri dari berbagai macam status sosial dan kesibukan. Saya berharap tetangga tetangga baru saya mau sama-sama memakmurkan masjid sebagaimana sekarang ini mereka telah juga memakmurkan swalayan-swalayan, pasar-pasar, mall-mall, bioskop-bioskop, konser-konser, stadion-stadion. Anda bisa bayangkan jika kita yang sudah sangat terbiasa dengan tempat-tempat tersebut beralih memakmurkan masjid dengan amalan-amalan dalam islam. Coba kita berpikir sejenak jika saja masjid yang berdekatan dengan tempat tinggal kita diramaikan dan dikunjungi oleh banyak orang islam dan mereka sama-sama giat dalam memakmurkan masjid sebagaimana kita ummat islam telah mengenal dan paham dengan pusat-pusat keramaian lainnya. Jika itu benar sungguh sungguh terjadi maka islam akan terasa gairahnya. Indonesia ini adalah suatu negara dimana memilki jutaan masjid, mushola, surau dan langgar. Jika masjid-masjid tersebut saling berhubungan dan terjalin suatu ikatan maka kekuatan ummat islam akan nampak. Di kabupaten daerah asal saya, kami telah mencatat ada sekitar 2000 masjid dan musholla. Belum di daerah-daerah yang lain. Hingga saat ini saya belum mendapatkan data kongkrit berapa jumlah masjid yang ada di negara kita. Saya yakin ada jutaan masjid di negara kita. Namun kita bisa melihat kondisi dan keadaannya sekarang ini. Kecintaan kita ummat islam terhadap masjid masih jauh dan masih belum sebanding dengan kecintaan kita kepada kegiatan-kegiatan lain di luar masjid. Kita sendiri masih banyak mengalokasikan waktu kita hanya beberapa saat saja untuk memakmurkan masjid. Justru di negara-negara yang mayoritas penduduknya non muslim saya telah mendengar kabar bahwa mereka lebih bergairah dan bersemangat dalam amal masjid. Ada suatu kota di negara Perancis bahwa ummat islam disana sebagian besar telah menunggu sholat jamaah di masjid 30 menit sebelum adzan dimulai. Bahkan hari ini banyak saudara-saudara muslim kita di luar sana yang baru saja bersyahadat dan telah mengamalkan islam dengan baik. Mereka begitu bersemangat mempelajari agama barunya dan mengamalkannya dengan penuh kesungguhan.
 
Mendengar hal itu sudah sepantasnya kita malu dan melihat kembali ke dalam diri kita. Sebenarnya kita ini telah ketinggalan jauh dengan saudara-saudara muslim kita yang ada di luar negeri, yang notabene penduduknya bukan mayoritas islam. Saya pernah membaca dalam berita di internet ini, bahwa ada dua orang gadis kakak beradik belasan tahun asal Amerika Serikat yang datang kepada seseorang ustadz dan menanyakan tentang islam. Mereka rupanya telah mempelajari islam dari internet. Dan rasa ingin tahunya begitu besar sehingga mendorong mereka untuk menanyakan lebih jauh tentang islam dan ajarannya. Setelah mendengar penjelasan ustadz tadi pada saat itu mereka tanpa ragu-ragu memeluk islam dan bersyahadat di depan ustad tadi. Dan bahkan kalau anda mau menelusuri situs demi situs tentang perkembangan islam di luar negeri anda akan mendapatkan informasi bahwa islam begitu pesat perkembangannya di luar negeri. Di negeri-negeri Eropa dan Amerika islam telah menggeliat dan menampakkan wujudnya dengan bertambahnya jumlah pemeluk islam secara signifikan. Amerika adalah salah satu negara dengan perkembangan islam yang sangat pesat. Lalu bagaimana dengan islam di Indonesia?
 
Hati saya akan merasakan syukur yang mendalam ketika Allah Swt mengkaruniakan hidayah-Nya kepada saudara-saudara muslim baru kita yang ada di luar sana. Namun perasaan syukur ini juga diiringi dengan perasaan kerisauan, kenapa kita hanya mampu menjadi pendengar tentang berita-berita gembira tersebut. Justru ada pertanyaan dalam benak saya, jika saja kita turut ambil bagian dalam peranan perkembangan islam di luar negeri? Saya justru melihat bahwa di Indonesia, kita ummat islam telah banyak memperjuangkan kepentingan golongan dan saling menjatuhkan satu sama lain. Kita semua bisa melihat itu. Di dalam penelusuran saya dalam dunia blogger saja, saya menjumpai perdebatan demi perdebatan yang mengakibatkan perpecahan dan menanamkan perasaan benci terhadap satu golongan. Saya tidak akan menunjukkan beberapa blog yang saya maksud. Karena itu merupakan aib. Saya rasa tidak perlu saya menunjukkan hal itu kita semua sudah paham dan tahu bahwa kondisi ummat islam di indonesia senantiasa tak lepas dari perselisihan dan perjuangan atas satu kepentingan. Hal ini sangat menyedihkan. Rasulullah Saw. adalah orang yang pertama kali memperjuangkan kesatuan umat ini. Dahulu ketika Rasulullah masih hidup, hampir terjadi peperangan antara dua suku Anshor di Madinah yaitu suku Aus dan Kajraz. Maka Rasulullah melihat hal itu menyampaikan kalimatnya "Apakah kalian akan berperang dan saling membunuh disaat aku masih ada bersama kalian?" Mendengar teguran Rasulullah Saw. maka akhirnya kedua suku tersebut menangis dan saling berangkulan. Jika kita saat ini masih mementingkan ego dan emosional kita atas satu golongan dan kepentingan serta pendapat serta mengakibatkan perpecahan, maka sesungguhnya kita adalah orang yang telah mematahkan perjuangan Rasulullah Saw, kenapa? Karena Rasulullah Saw telah merisaukan dan mengusahakan atas umat ini agar bagaimana umat ini menjadi satu padu. Dalam menyatukan umat ini Rasulullah Saw. telah mengorbankan segalanya. Harta, keluarga dan darah telah Rasulullah korbankan untuk menyatukan ini umat. Islam adalah agama yang satu dan untuk umat yang satu. Maka jika kita masih berpegang teguh demi prinsip kita masing-masing dan saling menghancurkan satu sama lain, artinya kita telah menghancurkan perjuangan Rasulullah Saw.Dan jika kita masih saling berpecah belah dan saling membela kelompok dan golongan maka Allah Swt. mengancam kepada kita bahwa kita tidak akan dipandang oleh Allah Swt. Allah Swt. akan memalingkan muka kepada kita ketika kita memanjatkan doa kepadanya.  
 
Tulisan ini saya beranikan diri untuk saya publikasikan, karena kerisauan saya atas keadaan kita ummat islam di Indonesia. Ketika saudara-saudara muslim baru kita di luar negeri begitu cintanya mereka mengamalkan islam, kondisi kita yang lebih senior dari mereka malah menunjukkan keadaan yang sebaliknya. Mohon maaf yang sebesar-besarnya jika kata-kata saya ada yang menyinggung perasaan saudara-saudaraku sekalian. Sesungguhnya kita ini ibarat singa yang sedang tidur. Kekuatan islam di Indonesia dengan potensi jumlah pemeluknya yang besar, akan menggetarkan musuh-musuh islam jika saja kita mau bersatu dan mengamalkan islam secara baik dan benar sesuai apa yang telah dicontohkan oleh nabi kita, Rasulullah Saw. Dahulu sahabat-sahabat Nabi, telah menaklukkan negara-negara super power pada saat itu, Rum dan Kisra (Persia) hanya dengan kekuatan iman dan kesatuan hati yang mengagumkan. Bahkan Raja china telah mengatakan kepada utusan dari Kisra, agar mereka jangan sekali-kali melawan umat islam, karena mereka pasti akan kalah, selama umat islam mengamalkan ajaran nabinya dengan benar, walau raja China mampu mengirimkan bantuan pasukan dengan panjang pasukannya dari negeri Persia hingga ke China sehingga pasukan Kisra bertambah besar. Semoga ini dapat menjadi bahan perenungan buat kita semua dan bersatulah ummat islam di Indonesia dan dunia. Semoga Allah Swt. senantiasa menurunkan Rahmat dan Kasih sayang-Nya kepada kita semua.
 
Jazakallah Khoiron Katsiron.
Wassalamulaikum.. 

June 30, 2007

Dunia Yang Sempit & Orang Yang Cerdas

Filed under: coretan hati
 
Dunia ini begitu sempit. Maka barangsiapa yang di dalam hatinya ada kecintaan kepada dunia, hatinya akan disempitkan oleh Allah Swt..walau segala macam kemewahan ada padanya. Sedangkan akhirat begitu luas dan tanpa batas, maka barang siapa yang mencintai akhirat maka hatinya akan dilapangkan dan diluaskan oleh Allah Swt. walau tidak ada sedikit harta di dalam rumahnya. Kekayaan sejati adalah kekayaan hati. "Al ghina ghina ul qulub" Begitu kata nabi.
 
Iman adalah yakin dengan sepenuhnya kepada perkara-perkara yang tidak nampak. Yakin dengan sepenuhnya kepada kepada hal-hal yang ghaib. Yakin akan keberadaan Allah, surga, neraka, shirat, mizan, mashar, kubur. Yakin dengan nikmat dan azab di alam akhirat. Sedangkan pandangan mata selalu menipu. Dunia ini selalu dipenuhi dengan kebohongan-kebohongan dan tipuan-tipuan. Maka barangsiapa yang  tertipu dengan kehidupan dunia maka akan merugilah selama-lamanya. Hari ini manusia selalu tertipu dan terfitnah dengan berita-berita bohong. Hari ini manusia yakin dengan ramalan-ramalan, berita-berita di koran, televisi, radio, dan segala macam berita yang tidak jelas dan tidak pasti. Semua yang ada di dunia ini sifatnya nisbi, bisa iya bisa tidak. Seperti manfaat obat, yang bisa mengobati penyakit atau malah menambah parah suatu penyakit. Banyak orang sakit minum obat kemudian sembuh atau justru bertambah parah dan mengakibatkan kematian. Seperti ramalan cuaca yang bisa tepat atau malah meleset jauh. Jadi dunia ini tidak pantas sekali untuk diyakini dan dijadikan pegangan hidup. Namun manusia hari ini telah begitu yakin dengan dunia dan kebendaan. Manusia  telah menuhankan sesuatu yang sifatnya nisbi dan memilki segala macam keterbatasan. Sedangkan berita-berita mengenai akhirat adalah dijamin kepastiannya. Al Quran mengabarkan bahwa setiap mahkluk pasti mengalami kematian. Sudah berapa banyak kita melihat dan mendengar tentang kematian. Kematian pasti dan pasti akan datang kepada setiap mahkluk. Tinggal menunggu waktu saja. Semua manusia dan jin sedang menunggu di depan gerbang pintu kematian. Tanpa terkecuali.
 
Dan hari ini manusia telah menuhankan akal dan pikiran, dengan logika dan segala macam kebendaan, dengan angan-angan panjang dan nafsu semata. Maka tuhan-tuhan yang penuh dengan segala macam keterbatasan itu sekali-kali TIDAK AKAN PERNAH BISA membantu setiap permasalahan dalam kehidupan manusia. Sekali-kali tidak. Yang bisa mendatangkan manfaat dan mudharat adalah HANYA Allah Swt. HANYA dan HANYA ALLAH SWT. saja yang bisa mendatangkan manfaat dan mudharat. Maka untuk meraih kebahagiaan manusia perlu mendekat kepada Allah Swt. Dan untuk mendekat kepada Allah Swt. maka manusia PERLU MEMILKI keyakinan dan agama yang sempurna.
 
Tuhan-tuhan kecil manusia tidak bisa memberikan dan menjamin kebahagiaan. Dengan harta yang berlimpah manusia tidak akan bahagia jika manusia tidak memilki iman dan agama. Dengan jabatan dan pangkat yang tinggi manusia tidak akan meraih kesuksesan dunia dan akhirat jika tanpa iman dan agama yang sempurna. Sekali-kali tidak. Dengan Rumah yang mewah manusia tidak akan mendapat ketenangan di dalam hatinya jika tidak ada iman dan amal agama. Dengan istri yang cantik manusia tidak akan pernah bisa mencapai kebahagiaan sejati di dalam hatinya jika tanpa iman dan agama yang sempurna. Untuk mencapai kebahagiaan dan kejayaan dunia dan akhirat manusia mutlak membutuhkan iman dan amal agama yang sempurna.  
 
Manusia yang telah menganggap bahwa dengan segala macam kebendaan dan kemewahan dunia dia akan meraih kebahagiaan maka iman nya telah cacat. Iman nya telah rusak. Maka iman nya harus dibetulkan dan diperbaiki. Imannya telah batal jika manusia masih menganggap bahwa dengan segala macam kebendaan dia akan meraih sukses. Sukses bukanlah orang yang memilki segala macam fasilitas dunia. Sukses bukanlah orang yang memilki jabatan yang tinggi. Sukses bukanlah orang yang memilki seribu perusahaan berasset milyaran rupiah. Sukses bukanlah orang yang berhasil menyelesaikan pendidikan S3 dan memiliki status sosial yang baik di masyarakat. Sukses bukanlah orang yang memilki massa dan pengikut yang banyak. Tapi SUKSES adalah mati membawa iman dan amal yang banyak untuk bekal kehidupan akhirat yang tiada akhir dan tanpa batas.
 
Orang yang cerdas bukanlah orang yang memiliki kepintaran dan IQ yang tinggi. Cerdas bukanlah orang yang mampu memimpin perusahaan dengan ribuan karyawan. Cerdas bukanlah pemimpin yang mampu memajukan masyarakatnya dalam hal ekonomi dan tekhnologi. Cerdas bukanlah orang yang pandai berorasi dan berpidato dan dikagumi banyak orang. Cerdas bukanlah orang yang mampu menyelesaikan rumus-rumus kimia yang sulit dipecahkan para ilmuan. Cerdas bukanlah orang yang mampu membuat dan mendesain bangunan tinggi yang modern.  Cerdas bukanlah orang yang memilki kepintaran dalam ilmu kedokteran dan lulus cumlaude di sebuah universitas modern di luar negeri. Cerdas  bukannlah orang yang mampu merancang sistem jaringan yang rumit dalam dunia IT. TAPI CERDAS adalah orang yang selalu mengingat mati dan selalu menyiapkan bekal untuk kematiannya. Orang yang cerdas adalah orang yang menyadari sepenuhnya bahwa dunia ini akan segera berakhir. Dunia yang fana dan penuh segala macam keterbatasan. Orang yang cerdas adalah orang yang memahami bahwa dunia ini begitu sempit untuk dia tinggal dan mayakini bahwa akhirat adalah kampung yang terbaik untuk kembali. Orang yang cerdas adalah orang yang mencintai akhirat dan berbuat amal sebanyak-banyaknya atas kecintaannya itu. Mari kita belajar menjadi orang yang cerdas.
 

June 14, 2007

Sukses Dalam Dakwah Dan Kemajuan Islam

Filed under: coretan hati
 
Ketinggian dan kemuliaan manusia adalah terletak pada agamanya. Semakin baik agama seseorang maka akan semakin mulialah manusia di sisi Allah Swt. Kehinaan dan keburukan dunia yang menyebabkan manusia  semakin menjauh dari agama. Karena dunia senantiasa merayu manusia agar manusia mencintai dunia. Begitulah sifat dunia. Bahkan karena sifat dunia yang hina maka dia akan selalu menggoda orang yang di dalam hatinya ada akhirat untuk merebut posisi akhirat agar menyingkir dari hati manusia yang shaleh. Sementara akhirat yang suci tidak mau merebut hati manusia jika di dalam hatinya ada kecintaan kepada dunia, kecuali manusia sendiri yang berusaha mencintai akhirat. Dunia dan akhirat adalah ibarat air dan api sehingga tidak dapat menyatu di dalam hati manusia secara bersama. Keduanya adalah sesuatu yang jauh berbeda dan bertolak belakang. Manusia tidak dapat mencintai dunia secara bersamaan dengan akhirat. Allah Swt. mengisyaratkan hal ini di dalam ayatnya :
 
hati manusia  
 
 
"Allah sekali-kali tidak menjadikan seseorang memilki dua hati di dalam rongga dadanya"  (Al Ahzab  ayat 4 )
 
Untuk mencapai kecintaan kepada akhirat maka mutlak diperlukan agama sebagai jalan satu-satunya menuju kesana. Tanpa agama maka manusia mustahil mencintai kehidupan akhirat. Agama adalah alat yang paling mustahab agar manusia dapat mencintai kehidupan yang baik dan dengannya maka manusia akan mencapai tingkat kehidupan dan kedudukan yang mulia di sisi Allah Swt. Untuk menghadirkan agama yang sempurna ke dalam kehidupan manusia maka diperlukan pikir dan usaha atas agama. Manusia perlu kerja atas agama agar agama dapat hadir dan menjadi sumber kehidupan yang terang dan meraih kebahagiaan yang hakiki.

Asas dakwah adalah adanya pengorbanan atas agama sebagaimana yang telah Rasul buat. Semakin besar pengorbanan atas agama yang kita buat maka akan semakin baik dan semakin mulia kedudukan kita di sisi Allah Swt. Pengorbanan atas agama yang kita buat adalah sesuai dengan contoh Rasul. Jika kita berkorban untuk agama dengan tidak mencontoh Rasul maka natijahnya (hasilnya) akan lain. Bahkan pengorbanan atas agama yang tidak mencontoh Rasul akan merusak islam. Karena Allah Swt. telah menetapkan bahwa usaha dakwah yang dibawa oleh Rasulullah Saw. sebagai sebab turunnya hidayah ke seluruh manusia di seluruh muka bumi. Kehendak dalam dakwah adalah semakin seseorang berjuang untuk agama maka akan semakin baiklah iman dan amalnya. Maka jika ada seseorang yang mengajak orang lain kepada iman dan amal mestinya iman dan amal dia akan Allah Swt perbaiki terlebih dahulu. Keberhasilan seseorang dalam dakwah adalah semakin baik iman dan amalnya dan mati dalam keadaan beriman dan penuh amal. Kegagalan seseorang dalam dakwah adalah jika orang yang dia ajak semakin baik sementara dia sendiri semakin buruk dalam hal iman dan amal. Jadi sebenarnya tolak ukurnya adalah diri sendiri. Karena dakwah hakekat sebenarnya adalah mengajak diri sendiri agar semakin mentaati Allah Swt. Dakwah adalah bukan untuk perbaikan orang lain, melainkan untuk diri sendiri. Orang lain adalah media dakwah saja. Allah Swt telah memberitahukan perkara ini di dalam Al Quran.bermujahadah 

 
"Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan Kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik". (Al ‘ankabuut ayat 69)

Jika tolak ukur keberhasilan dan kesuksesan dakwah adalah jumlah dan perbaikan orang lain maka akan dengan mudah kita mengatakan bahwa nabi Nuh adalah orang yang pertama kali gagal dalam dakwah. Karena sejarah membuktikan bahwa selama 950 tahun masa dakwah nabi nuh kepada kaumnya hanya segelintir orang saja yang mengikuti seruan nabi Nuh. Allah Swt hanya memberikan hidayah kepada 83 orang kaum nabi Nuh yang mengikuti seruannya. Lalu apakah dengan sedikitnya jumlah orang yang diajak kepada islam oleh nabi Nuh, lalu nabi nuh dikatakan gagal dalam dakwah. Tidak ada satu ayatpun di dalam Al Quran yang menyatakan nabi Nuh gagal dalam dakwah.

Maka barangsiapa yang mau mengemban tugas untuk mendakwahkan agama Allah maka pasti dan pasti Allah Swt. akan berikan hidayah kepada diri kita. "fina" dalam ayat tersebut adalah jalannya para nabi dan rasul. Lalu apakah jalan hidup para nabi dan rasul itu? Ya, dakwah adalah jalan hidup para nabi dan Rasul. Dalam ayat tersebut juga menyiratkan bahwa siapa saja yang mau capek-capek untuk agama Allah maka Allah pasti dan pasti akan memberikan segala pintu kebaikan. Siapa yang mau sungguh-sungguh berjuang untuk agama Allah maka Allah akan berikan jalan-jalan hidayah. Siapa yang mau mendakwahkan agama Allah maka Allah akan memberikan iman dan memperbaiki amal kita. Jadi konsep dasar yang sebenarnya dari dakwah adalah perbaikan diri. Semakin kita mau berusaha dan bersungguh-sungguh untuk memperjuangkan agama Allah maka Allah akan memperbaiki diri kita.

Rasulullah juga pernah menyampaikan perkara ini kepada sahabat-sahabatnya. Dalam satu hadits Rasulullah menyampaikan "Perbaikilah iman kamu sekalian, perbaikilah iman kamu sekalian." Sahabat bertanya "Bagaimana kami memperbaiki iman kami ya Rasulullah?" Jawab Rasulullah "Ucapkanlah Laa ilah a Illallaah." Ulama mengatakan bahwa pengertian dari "ucapkanlah Laa ilaaha illallaah" adalah menyampaikan kalimat Laa ilaaha illallaah. Artinya adalah mengenalkan Allah kepada setiap orang. Dakwah adalah mengajak manusia taat kepada Allah. Bukan taat kepada golongan, kelompok, organisasi majelis, lembaga atau apapun. "Ath’u illallaah" adalah mengajak kepada Allah.

Seseorang yang bersusah payah untuk mendakwahkan agama Allah, maka jika dakwahnya benar maka dia akan menjadi baik di sisi Allah Swt. Walau secara tata lahiriah dia akan mendapatkan beribu-ribu rintangan dan hambatan. Bisa jadi dia akan sering mendapatkan cacian dan makian bahkan hinaan dari orang-orang yang ada di sekitarnya. Bisa jadi tantangan terbesar datang dari keluarga dekat yang begitu dia cintai. Cemoohan dan kebencian dari orang lain akan datang pada dirinya.

Paman Rasulullah Abu Lahab sangat gembira mendapat kabar  atas  kelahiran keponakannya, yakni bayi kecil Muhammad. Ketika itu dia segera menyembelih 100 ekor domba sebagai rasa cinta dan kasih sayang atas kelahiran bayi Muhammad. Ketika nabi Muhammad masih kecil maka Abu Lahab sering sekali menimang-nimang Rasulullah. Kecintaan Abu Lahab kepada nabi Muhammad sangat luar biasa, sehingga ketika Rasulullah menikah dengan Siti Khadijah dan memilki anak, maka Abu Lahab menikahkan dua anaknya yakni Utbah dan Uthaibah dengan putri-putri Rasulullah yakni Ruqayyah dan Ummu Kultsum. Maka ketika Rasulullah mendapat tugas dari Allah Swt. untuk mendakwahkan agama kecintaan Abu Lahab terhadap Rasulullah berubah 180 derajat menjadi kebencian, dan berkata "Tabban laka ya muhammad". (celakalah engkau muhammad) Maka atas perkataanya itu Allah Swt. membalas dan membantah dengan ayat "Tabbat yadaa abii lahabiw watabb" (Maka celakalah kedua tangan Abu Lahab, [Al-lahab ayat 1]) kemudian ia memaksa kedua anaknya untuk menceraikan istri-istri mereka, Ruqayyah dan Ummu Kultsum. Ini adalah bukti nyata bahwa tantangan dakwah bisa berasal dari keluarga sendiri.

Namun karena niat dakwah bukan untuk memperbaiki orang lain melainkan untuk perbaikan diri sendiri maka dia akan mendapatkan tarbiyah (pelajaran) yang berharga untuk menjadi dan memiliki sifat sabar dalam dirinya. Sementara seseorang yang berdakwah dan mendapatkan pujian dan sambutan yang baik hakekatnya adalah ujian untuk dirinya. Apakah dengan begitu dia akan merasa sombong dan timbul sifat takabur karena atas usaha dan jerih payahnya maka orang merasa senang dan menjadi baik. Sesungguhnya dia hanyalah sebagai sebab untuk perbaikan orang lain. Tapi yang memperbaiki orang lain adalah mutlak dalam genggaman tangan Allah Swt Yang Maha Kuasa. Hidayah mutlak dalam genggaman Allah Swt. Jadi sesungguhnya sekali-kali tidak akan pernah merugi orang yang berdakwah. Karena semakin dia berkorban untuk agama ini, maka Allah Swt. lambat laun akan memperbaiki dirinya. Baik dalam iman dan amal. Bahkan jika orang berdakwah dengan istiqomah maka Allah Swt akan berikan sifat-sifat yang baik pada dirinya. Taqwa, tawakal, sabar, tahan uji, tawadhu, rendah hati, memuliakan orang lain, menghargai orang lain, mencintai orang lain, qona’ah, sederhana dan berbagai macam sifat baik akan Allah Swt tanamkan kepada dirinya sehingga nanti ketika dia mati meninggalkan dunia (yang penuh dengan kebohongan) ini, maka dia akan menghadap Allah Swt dengan membawa sifat-sifat baik tersebut dan hanya dipersembahkan kepada Allah Swt. Bukankah sifat-sifat tersebut adalah sifat-sifat para penduduk surga.hijrah dan dakwah
 

 "Orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah dengan harta benda dan diri mereka, adalah lebih tinggi derajatnya di sisi Allah; dan itulah orang-orang yang mendapat kemenangan." 

Allah Swt telah mennashkan bahwa orang-orang yang mau berkorban untuk agamalah yang akan mendapatkan keberuntungan. Lalu apa bentuk pengorbanan yang mesti dibuat? Jelas sekali dalam ayat di atas, bahwa bentuk pengorbanan yang dikehendaki adalah dengan "harta dan diri". Harta dan diri adalah dua kesatuan yang berkaitan erat. Masing-masing tidak bisa dipisahkan. Ibarat sayap burung. Untuk dapat terbang maka burung harus memilki dua sayap, yaitu kanan dan kiri. Jika hanya memilki satu sayap maka burung tidak akan bisa terbang. Jika Allah menghendaki pengorbanan dalam agama boleh salah satunya antara harta atau diri maka ayat di atas tidak akan menggunakan kata "WA" melainkan "AW" yang artinya "atau". Ini adalah rahasia Allah yang diberikan kepada kita ummat islam, jika kita mau mengambil keberuntungan dan kemenangan yang dijanjikan oleh Allah maka kita harus mau berkorban untuk agama dengan harta dan diri kita. Banyak saat ini orang telah merasa berdakwah tapi tanpa mengorbankan harta dan dirinya untuk agama, dengan berbagai macam alasan. Membiarkan orang lain berada pada garis depan perjuangan fisabilillah sementara menjadikan dirinya sebagai penonton adalah suatu kerugian yang besar. Dalam satu hadits Nabi mengatakan bahwa orang yang tertinggal untuk fisabilillah walau hanya beberapa saat saja akan tertinggal untuk memasuki surga selama 500 tahun. Sementara orang lain sudah merasakan kenikmatan surga kita masih menunggu begitu lama dalam antrian panjang menuju jannah. Sungguh suatu penantian yang sangat lama.

Pemahaman kita saat ini mengatakan bahwa islam akan maju apabila islam berkembang dalam segi materi dan fisik semata. jika orang-orang islam telah memilki segala macam kemajuan dalam sisi ekonomi, tekhnologi dan kebendaaan maka kita akan mengatakan bahwa islam telah maju. Pemahaman ini demikian merebak dan menjamur ke dalam diri orang islam. Padahal dalam Islam tidak ada satu ayat atau hadits yang menyatakan bahwa jika islam maju dari sisi keduniawian maka majulah ummat islam. Bahkan justru sebaliknya Rasul di masa-masa terakhir hidupnya selalu mengkhawatirkan akan kemajuan duniawi orang islam. Karena Rasul selalu mengkhawatirkan bahwa nanti orang-orang islam akan berlomba-lomba dalam mengejar duniawi, sehingga kecintaan kepada iman dan amal lenyap dan sirna dari dalam diri kita. Kemajuan islam yang sebenarnya adalah kemajuan dalam hal amaliyah. Jika amal-amal orang islam telah baik maka baiklah islam. Jika ibadah-ibadah orang islam telah membaik dalam hal jumlah dan qualitas maka itulah yang dikatakan maju. Kita tidak akan mengatakan bahwa islam telah maju jika ummat islam telah memiliki masjid yang megah dan berharga milliaran rupiah. Kita tidak akan mengatakan bahwa islam telah maju jika ummat islam telah memilki swalayan yang besar dan mampu memenuhi kebutuhan pokok ummat islam. Itu adalah ujian dan kemudahan yang Allah berikan kepada ummat islam. Majunya kebendaan dalam islam adalah bukan maksud dan tujuan. Ummat islam ini Allah Swt. ciptakan untuk akhirat. Sedangkan untuk mencapai akhirat hanyalah dengan amal bukan dengan kebendaan. Namun saat ini kita memahami bahwa islam akan maju jika ummat islam telah memilki segala macam kebendaan dan fasilitas dunia. Ini adalah tipu daya syaitan dan nafsu belaka. Syaitan telah mempengaruhi logika dan akal kita sehingga kita mengatakan bahwa kita mesti memilki dunia. Lalu apakah kita ingat bahwa sahabat-sahabat Rasulullah Saw.yang kedudukan mereka demikian tinggi di sisi Allah Swt dan dijamin surga bahwa rumah-rumah mereka hampir-hampir rata dengan tanah. Apakah kita ingat bahwa Ummar Bin Khatab r.a. seorang khalifah yang mulia hanya memilki jubah usang dengan 12 tambalan dan satu tambalan berada di balik ketiaknya. Apakah kita mengingat bahwa Rasulullah lebih memilih lapar sehari dan kenyang sehari ketika Allah Swt. menawarkan bukit dan gunung emas. Apakah kita akan mengatakan bahwa islam di jaman Rasulullah dan Sahabat mengalami kemunduran? 
 
Sesungguhnya kemajuan islam yang sebenarnya adalah jika ummat islam mencintai dan berlomba-lomba dalam amal kebaikan. Sehingga jika ummat islam telah menjadikan amal agama sebagai perilaku dalam kehidupan sehari-hari maka agama akan wujud dalam diri ummat islam. Sehingga amal ummat islam dalam hal ibadah, muamalah, muasyarah, dan akhlaq dapat diamalkan secara sempurna. Untuk mewujudkan amal agama secara sempurna maka ummat islam mesti melakukan usaha atas agama. Usaha atas agama adalah dakwah dan berkorban dengan harta dan diri untuk perbaikan diri. Jika semua ummat islam mau berkorban atas agama, maka Allah Swt akan menjadikan islam sebagai khalifah di muka bumi. Kehancuran Bagdad sebagai pusat kekhalifahan adalah karena ummat islam meninggalkan dakwah. Walau pada saat itu Bagdad terdapat banyak sekali orang-orang yang alim dan sebagai pusat keilmuan serta kekhalifahan. Allah telah buktikan ini dalam sejarah ketika Allah mengirim bangsa mongol untuk menghancurkan kota Bagdad karena ummat islam telah meninggikan ilmu dan meninggalkan dakwah. Sekarang jika kita menginginkan islam maju maka hendaknya setiap ummat islam mesti memiliki ghairah dan semangat untuk berkorban dan berjuang atas agama dan meninggikan kalimat iman dengan harta dan diri. "Dakwah adalah sarana tarbiyah ummat guna perbaikan ummat islam guna menuju kesempurnaan islam secara sempurna dan bertahap."  membantu agama Allah
 
 
"Hai orang-orang yang beriman, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu. (Muhammad  ayat  7)tawaran Allah1
 
 
"Hai orang-orang yang beriman, sukakah kamu Aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkan kamu dari azab yang pedih?
tawaran Allah2 
 
"(yaitu) kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagi kamu jika kamu mengetahuinya,"
tawaran Allah3 
 
"Niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosamu dan memasukkan kamu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, dan (memasukkan kamu) ke tempat tinggal yang baik di dalam surga Adn. Itulah keberuntungan yang besar". (As Shaaf ayat 10-12)