Dunia Sementara Akhirat Selamanya

April 3, 2008

Bahayanya Dunia

Filed under: Tahukah anta

Rasulullah Saw. bersabda bahwa pada hari kiamat sebagian orang akan dibangkitkan dengan amalan shaleh yang banyak seumpama gunung-gunung di jazirah Arab, tetapi mereka akan dicampakkan ke dalam neraka Jahanam. Seseorang bertanya, “Ya Rasulullah, apakah mereka ini orang-orang yang mengerjakan shalat?” Rasulullah saw. menjawab, “Ya, mereka mengerjakan shalat, berpuasa, bahkan tahajjud, tetapi salah satu bentuk dunia (seperti uang atau kemuliaan dunia) datang ke hadapan mereka, maka mereka terjun untuk menggelutinya (tanpa memperdulikan halal atau haram).”

Isa a.s. berkata bahwa cinta kepada dunia dan cinta kepada akhirat tidak akan bisa bersatu dalam satu hati, ibarat air dan api tidak dapat bersatu dalam wadah yang sama.

Rasulullah saw. bersabda, “Selamatkanlah dirimu dari dunia yang merupakan ahli sihir yang lebih dahsyat dari Harut dan Marut.”

Suatu ketika Rasulullah saw. bertanya kepada para sahabat r.a.hum, “Siapakah di antara kalian yang menghendaki Allah swt. Menghapuskan kebutaanya dan membukakan mata hatinya supaya mudah memperoleh pelajaran? Siapa yang tamak pada dunia dan menaruh angan-angan panjang terhadapnya, maka sejauh itulah Allah swt. Akan membutakan hatinya. Dan siapa yang tidak berminat pada dunia, dan meringkaskan cita-citanya dari dunia maka Allah swt. akan mengaruniakan ilmu tanpa ia mempelajarinya, dan memperlihatkan jalan tanpa mendapat bimbingan dari penunjuk jalan. Tidak lama lagi akan datang manusia yang memegang kerajaan dengan pembunuhan dan akan memerintah secara zhalim. Mereka akan mengumpulkan harta yang banyak dengan bakhil dan kebanggaan. Disebabkan mengikuti hawa nafsu, hati manusia akan menaruh cinta kepadanya. Siapa yang hidup pada jaman itu dan bersabar atas kesempitannya, padahal dia mampu menjadi orang kaya, dan dia menahan permusuhan dengan manusia, padahal dengan dengan mengikuti hawa nafsunya mereka dapat menarik hati orang-orang awam, dan bertahan dalam kehinaan walaupun mereka mampu memperoleh kemuliaan dari orang awam dengan mengikuti pendapat mereka, tetapi orang ini menahan semua itu semata-mata karena Allah, maka dia mendapat pahala seperti 50 orang shiddiqin.”

Suatu ketika harta yang banyak telah sampai kepada Rasulullah saw. dari Bahrain. Ketika kaum Anshar (yang berkebutuhan) mengetahuinya, maka mereka datang beramai-ramai ketika shalat Shubuh tengah berlangsung. Melihat orang banyak itu Rasulullah saw. tersenyum lalu berkata, “Aku rasa kalian mendapat berita tentang kedatangan harta itu, oleh karena itu kalian beramai-ramai datang ke mari.” Mereka menjawab, “Benar ya Rasulullah, itulah sebabnya kami datang.” Rasulullah saw. bersabda, “Aku hendak memberi kamu berita gembira. Tidak lama lagi akan wujud harta yang banyak. Percayalah bahwa benda yang kamu gemari itu (harta) akan menjadi milikmu dengan kadar yang sangat banyak. Aku tidak khawatir kamu menderita kemiskinan dan kesempitan hidup. Tetapi aku khawatir dunia akan berlimpah pada kalian sebagaimana dunia berlebihan pada orang-orang sebelum kamu. Aku khawatir nanti kamu juga akan memberi ruang dalam hatimu untuknya sebagaimana mereka telah memberi ruang untuknya dalam hati mereka dan disebabkan oleh itu ia memusnahkan kamu sebagaimana ia telah memusnahkan mereka.”

Di dalam hadits yang lain Rasulullah saw. bersabada, “Perkara yang aku sangat takutkan padamu ialah nanti Allah Swt. membuka bagimu keberkahan bumi.” Seseorang bertanya, “Ya Rasulullah, apa itu keberkahan bumi?” Rasulullah saw. menjawab, “Gemerlapnya dunia yang menarik hatimu.”

Abu Darda r.a. meriwayatkan sabda Rasulullah saw., “Jika kamu dapat mengetahui apa yang aku ketahui, niscaya kamu akan sedikit tertawa dan banyak menangis dan dunia akan menjadi hina dalam padanganmu dan kamu akan mengutamakan akhirat.” Kemudian Abu Darda r.a. berkata, “Jika sekiranya kamu dapat mengetahui apa yang aku ketahui, niscaya kamu akan lari ke hutan sambil menangis menjerit-jerit dan meninggalkan harta benda kamu tanpa dijaga. Tetapi dari hatimu, ingatan kepada akhirat sudah hilang dan angan-angan dunia berada di hadapanmu dan dunia menjadi pengawal amalanmu. Keadaanmu seolah-olah tidak tahu apa-apa. Oleh karena itu, sebagian orang di kalanganmu sudah menjadi lebih parah dari pada hewan yang tidak pernah  meninggalkan hawa nafsunya dan tidak takut akan akibat buruknya. Apakah yang terjadi pada kalian sehingga kalian tidak saling menyayangi satu sama lain, tidak saling menasihati antara yang satu dengan yang lain? Padahal kalian merupakan saudara seagama. Hanya saja hawa nafsumu menghalangimu supaya tidak dapat bersatu padu. Jika kalian berkumpul untuk tujuan agama dan keperluan agama, niscaya kaitan di antara kalian akan menjadi lebih kuat. Apakah sudah berlaku pada kalian, yaitu pada urusan-urusan dunia kalian saling menasihati, tetapi dalam urusan agama kalian tidak saling menasihati. Kalian tidak berusaha untuk menasihati orang-orang yang kalian sayangi agar mementingkan amalan akhirat, tidak berusaha menasihati mereka untuk kerja-kerja akhirat. Ini hanya disebabkan kurangnya iman dalam hati kalian. Jika kalian memilki keyakinan kepada kebaikan dan keburukan akhirat seperti kamu yakin kepada kebaikan dan keburukan dunia, maka sudah pasti kamu akan lebih mengutamakan akhirat. Amalan akhiratlah yang lebih diutamakan oleh kalian. Jika sekiranya kalian memberikan alasan dengan mengatakan bahwa keperluan-keperluan dunia adalah mendesak dan segera dan tidak boleh ditangguhkan, sedangkan keperluan akhirat masih jauh, maka hendaklah kalian berpikir dengan mendalam, berapa banyak kerja-kerja dunia yang kalian lakukan walaupun hasilnya tidak segera. Kalian sudah menjadi kaum yang begitu mundur sehingga tidak sanggup menguji taraf keimanan sendiri.”  

Baca kelanjutannya……. >              

2 Comments »

The URI to TrackBack this entry is: http://hanafishahdan.blogsome.com/2008/04/03/bahaya-dunia/trackback/

  1. Aslkm.......betul2 pencerahan mas, terimakasih...

    gimana khabarnya ?

    @kang Die :

    :) wa'alaikumussalam ... maaf baru bisa balas.. alhamdulillah baik.. Kang Die kumaha.. damang ? semoga selalu sehat dan baik ya....

    Comment by olangbiaca — April 10, 2008 @ 3:26 pm

  2. wah bagus
    mencerahkan :)

    Comment by achoey sang khilaf — May 27, 2008 @ 6:54 pm

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>



Anti-spam measure: please retype the above text into the box provided.

Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Gary Rogers