Mari Kita Berdoa Untuk Saudara-Saudara Kita
Ya Allah, pergunakanlah (pilihlah diri) kami, dan pergunakanlah bapak-bapak kami, ibu-ibu kami, anak-anak lelaki kami, anak-anak perempuan kami, saudara-saudara lelaki kami, saudara-saudara perempuan kami, kawan-kawan kami, ustadz-ustadz kami, kerabat-kerabat kami, masyaikh-masyaikh kami, ulama-ulama kami, umara-umara kami, dan seluruh penduduk kampung kami, serta manusia-manusia dan jin-jin di lingkungan kami untuk meninggikan kalimah-kalimah-Mu dan menghidupkan sunnah nabi-Mu, Muhammad saw. yang saling menyayangi (satu hati), saling membantu, saling mencintai, dan saling tolong menolong. Ya Allah, peliharalah kami seperti terpeliharanya seorang bayi. Ya Allah, berilah kami pertolongan sebagaimana pertolongan yang diberikan kepada Muhammad saw. dan para sahabatnya.
Ya Allah, pergunakanlah diri kami dan keluarga serta penduduk kampung-kampung kami untuk berkhidmat kepada agama-Mu dan untuk usaha Rasul-Mu, dan matikanlah kami dalam keadaan Engkau ridha kepada kami dan tanpa kemurkaan-Mu. Jadikanlah akhir dari ucapan kami yaitu ucapan syahadat “Laa ilaaha illallaah Muhammadur Rasulullah”. Ya Allah berilah pertolongan kepada orang-orang yang sedang keluar di jalan-Mu pada setiap tempat. Ya Allah, satukanlah hati-hati kaum mukminin, satukanlah barisan mereka, satukanlah perkataan-perkataan mereka atas kebenaran, wahai Yang Maha Mulia. Ya Allah, berilah kami rasa aman dari segala ketakutan kami dan tutupilah aib-aib kami.” (lihat doa selengkapnya)
Ini adalah penggalan dari sebuah doa yang panjang, doa yang begitu menggetarkan hati yang keluar dari hati seorang yang alim dan risau atas agama dan keadaan ummat saat ini. Doa dari lidah seorang yang menginginkan kebaikan atas ummat ini, menginginkan keadaan menjadi lebih baik dalam diri orang-orang islam dan ummat di seluruh alam. Doa yang selalu dipanjatkan setiap saat ketika bergerak untuk menegakkan kalimat suci yang agung dari Dzat yang Maha Pencipta dan Maha Rahim. Doa diantara ribuan doa yang dipanjatkan oleh ummat islam sebagai hamba Allah yang memilki segala kelemahan, doa orang-orang yang ikhlas membela agama Allah tanpa pamrih tanpa mengharapkan pujian dan ketenaran. Doa dari seseorang yang selalu ingin menjadi baik di mata Allah Sang Penguasa Alam, doa dari seseorang yang selalu merisaukan iman dan amal, doa dari lisan yang selalu terjaga dari perkataan yang sia-sia, doa dari mata yang selalu menundukkan pandangan dari segala sesuatu yang bukan haknya, doa yang selalu disertai dengan air mata dan rintihan di pangkuan Rabb Yang Maha Pengasih dan Penyayang, doa yang terlupakan dari sekian doa yang selalu kita panjatkan, doa dari seseorang yang selalu menginginkan agama dan syariat ditegakkan ke atas muka bumi, doa dari hati yang khusyu’ dan memiliki ketakutan atas Allah dan azab api neraka, doa dari seseorang yang mengharapkan jannah sebagai tempat terbaik dari segala apa yang terbaik di dunia ini. Doa dari kekasih-kekasih Allah yang selalu mengharapkan keridhaan Ilahi dan menjadikan sunnah nabinya menjadi pegangan hidup. Doa dari orang-orang yang siap dihantar ke mana saja di dunia ini dan meninggalkan anak dan istrinya serta dititipkan kepada Allah dan Rasulnya demi mengemban tugas mulia yakni meninggikan kalimat iman. Doa dari orang-orang yang mencintai perjuangan dan mati dalam penuh keridhaan untuk berjumpa dengan kekasihnya Allah Swt..
Saudaraku, sudah banyak kita memanjatkan doa, namun dari sekian doa yang kita panjatkan apakah sudah terpikir untuk mendoakan orang lain bahkan semua manusia atau bahkan jin sekalipun seperti doa di atas. Apakah ada di antara kalimat-kalimat yang keluar dari bibir kita mengharapkan kebaikan dan kesejahteraan buat orang lain. Apakah pernah terbetik di dalam hati kita untuk memikirkan orang lain. Apakah pernah kita merisaukan agama kita. Apakah pernah kita mengaharapkan iman dan amal kita serta seluruh manusia menjadi baik. Dan apakah kita pernah tahu bahwa ada orang-orang yang dengan ikhlas dan begitu merisaukan keadaan kita dan selalu mendoakan agar diri kita selamat dari api neraka. Apakah kita pernah tahu bahwa berpikir sesaat untuk agama Allah lebih baik dari ibadah sunat 60-70 tahun. Apakah kita pernah tahu bahwa di pundak-pundak kita juga Allah sematkan tanggung jawab yang besar terhadap agama dan keadaan orang lain termasuk diri kita dan keluarga kita. Apakah kita pernah tahu bahwa satu lembar rambut kepala istri kita, saudara-saudara wanita kita, ibu kita, anak-anak perempuan kita, yang nampak oleh lelaki lain yang bukan muhrim beresiko azab 100 tahun api neraka. Apakah kita paham bahwa dengan meninggalkan satu sholat wajib maka sudah pantas bagi kita berdiam di lembah neraka selama 1 huqub yang lamanya adalah 80 tahun akhirat. Apakah kita pernah tahu bahwa jika kita meninggalkan tanggung jawab agama maka doa-doa kita tidak akan di dengar oleh Allah Swt, Rabb semesta alam. Sudahkah ada pada diri kita kerisauan semacam ini. Sungguh, jika kita paham akan hal ini maka kita tidak akan sempat merasakan lezatnya makanan yang ada di meja makan kita sebagaimana Nabi kita, Muhammad saw. yang selalu merisaukan diri kita hingga air mata meleleh ketika menjelang ajal karena merisaukan keadaan ummatnya. Apakah kita pernah tahu bahwa kalimat yang keluar dari manusia paling mulia ketika naza adalah “ummati.. ummati, an-nisa…an-nisa, assholat….assholat”.
Sudah semestinya kita merenungkan dan memikirkan keadaan diri kita dan keadaan lingkungan di sekitar kita. Bukankah manusia paling baik yang hidup di muka bumi adalah manusia yang selalu berusaha memberikan manfaat dan kebaikan bagi orang lain. Bukankah manusia yang paling mulia adalah manusia yang memilki keihlasan dalam memperjuangkan keselamatan diri dan orang lain. Sudahkan kita memikirkan hal ini dan berusaha selalu mendoakan tetangga-tetangga kita, saudara-saudara kita dan semua manusia? Dan sudahkah kita untuk berusaha melakukan hal itu semua? Sudahkah 24 jam waktu kita sehari sebagian kita gunakan untuk menunaikan tanggung jawab ini? Sudahkah kita berkunjung ke tetangga-tetangga kita untuk mengajak kepada kebaikan dan keselamatan dengan mentaati Allah Swt.. Sudahkah kita pernah menegur kepada salah satu keluarga kita, anak-anak kita, adik-adik kita, kakak-kakak kita jika mereka dengan sengaja melalaikan dan meninggalkan sholat. Sudahkah di rumah kita hidup suasana agama dan amal serta keimanan sebagai pondasi paling utama dalam membangun sebuah rumah tangga. Sudahkah bacaan Quran dijadikan sebagai hiasan utama di rumah-rumah kita. Sudahkah anak-anak kita fasih melafazkan huruf-huruf Quran. Sudahkah ada dalam diri kita semangat untuk bersedekah seperti yang ada dalam keluarga Syaidina Ali karomallahu wajhah, yang dengan sukarela memberikan roti makanan mereka satu-satunya kepada fakir miskin walau mereka dalam keadaan sangat lapar. Sudahkah setiap malam dari sebagian malam kita, kita pergunakan untuk bermunajat dan menangis mendoakan diri kita dan anggota keluarga kita. Dan apakah kita pernah membayangkan jika saja di setiap rumah-rumah orang islam selalu dipanjatkan doa untuk kebaikan diri dan orang lain. Jika saja hampir 200 juta orang islam yang ada di negara kita mau saling mendoakan satu sama lain, mendoakan kebaikan bagi saudara muslimnya dan ummat manusia. Apakah Allah Swt. akan berpaling dari diri kita jika kita mau saling mengajak kepada kebaikan. Berapa besar potensi kekuatan doa-doa kita. Pernahkah terbayangkan dalam benak kita jika satu doa yang makbul yang Allah terima memilki daya kekuatan jauh lebih dahsyat dari 1000 hulu ledak nuklir. Pernahkah terbayangkan dalam pikiran kita jika satu doa kita yang Allah terima akan mendatangkan hidayah dan menjadikan kebaikan yang ada di muka bumi dan merubah keputusan Allah dengan qudrat-Nya dan kuasa-Nya untuk menghindarkan diri kita dari segala macam mara bahaya. Pernahkah kita memikirkan hal ini. Atau bahkan kita tidak pernah berpikir sama sekali akan perkara ini karena kita selalu disibukkan dengan urusan kita masing-masing yang membuat kita kelelahan sehingga kita malas untuk memikirkannya.
Betapa pentingnya perkara ini untuk kita buat dengan segala kesungguhan sehingga Allah Swt. memerintahkan kita untuk berdoa dengan jaminan diterimanya doa-doa kita. Betapa kita bisa lihat bahwa kita selalu dilanda bencana dan musibah. Saat ini kita merasa bahwa bumi ini sudah tidak bersahabat lagi dengan kita karena tanah yang subur ini telah terlalu sering mengirimkan bencana demi bencana. Sadarkah kita bahwa itu semua akibat ulah dan perbuatan manusia. Sadarkah diri kita bahwa kita kebanyakan saat ini telah menduakan Allah Swt. sebagai satu-satunya yang pantas dan berhak untuk kita sembah dan tempat kita bergantung. Sadarkah kita saat ini bahwa kebanyakan orang islam telah kehilangan iman dan amal. Sadarkah kita saat ini bahwa kita sudah terlalu banyak mencintai dunia sehingga Allah enggan merubah keadaan kita dan selalu menegur kita dengan musibah. Saat ini segala macam bentuk kemaksiatan dan kemungkaran selalu nampak di depan mata kita. Apakah kita sudah terlalu lelah dan jenuh sehingga keyakinan telah lenyap dari diri kita bahwa kita mampu untuk merubah keadaan. Apakah kita hanya pasrah tanpa berbuat apa-apa untuk kebaikan dan membiarkan diri kita, keluarga kita dan orang lain yang ada di sekitar kita berkubang lumpur dosa. Atau bahkan kita sudah tidak memilki rasa kasih sayang kepada orang lain sehingga kita selalu memikirkan diri sendiri.
Seandainya saja diri kita ini semua mau bersatu padu dan satu hati dengan membuat satu perkara penting dalam kehidupan kita untuk saling mengajak kepada kebaikan dan ketaatan kepada Allah Swt. dan selalu berdoa dengan kesungguhan maka Allah akan merubah keadaan kita. Pasti Allah akan memberikan kebaikan dan merubahnya asal diri kita mau bersatu dan bersungguh-sungguh. Lihat saja di sekeliling kita, banjir maksiat dan kemungkaran sudah nampak di depan mata dan ada di mana-mana. Jutaan orang islam serempak dan sepakat untuk meninggalkan sholat. Jutaan orang islam melakukan zina, ghibah, fitnah, sumpah palsu, sogok dan suap ada di mana-mana. Anak-anak sekolah berkelahi, merampok, mengkonsumsi narkoba dan minuman keras. Pembunuhan dan pembantaian di mana-mana. Perampasan hak dan barang milik orang lain bukan hal yang aneh lagi. Apakah pantas kita berdiam diri melihat keadaan ini semua. Apakah pantas kita berpangku tangan melihat saudara kita melakukan kemungkaran sementara kita tengah berasyik-masyuk dengan kesibukan kita mencari dunia. Marilah kita berpikir sejenak. Renungkan dengan hati yang dalam. Jika kita tidak berbuat sesuatu untuk memperbaiki keadaan kita sekarang ini, maka nantinya kita sendiri yang akan merasakan akibatnya. Berbagai macam musibah yang menimpa kita saat ini adalah karena diri kita sendiri yang telah terlalu banyak menyimpang dan melanggar perintah-perintah Allah. Sudah semestinya kita berbuat sesuatu untuk memperbaiki keadaan. Belajarlah dari kalimat-kalimat doa di atas, syukur-syukur kita mau melakukan hal yang sama dengan mendoakan satu sama lain dengan bermunajat kepada Allah mengaharapkan rahmat dan ampunan-Nya. Mari kita siapkan waktu kita dan sisingkan lengan baju. Jangan ragu dan jangan malas. Tak ada ruginya bagi kita jika kita berbuat baik sedikit saja untuk kebaikan banyak orang. Mari kita sama-sama berdoa dan memohon kepada Allah seperti doa di atas. Semoga Allah senantiasa memberi kita kekuatan untuk melakukan hal ini.








