Dunia Sementara Akhirat Selamanya

11 Juli 2007

Assalamu Alaikum Saudaraku Semuanya

 
Sudah tak terasa beberapa bulan saya belajar mencoba untuk menuliskan dan mempublikasikan beberapa uneg-uneg yang di dalam hati saya. Hingga akhirnya muncul beberapa tulisan saya di blog ini. Saya menyadari dengan sepenuhnya dengan menulis maka akan menyita waktu saya untuk menuangkan sekedar apa yang ada di dalam hati saya. Awal niat saya untuk mempublikasikan tulisan-tulisan tersebut sebenarnya hanyalah untuk menyalurkan semangat keagamaan saya (jika itu bisa disebut sebagai ghirah/semangat) karena semula saya tidak bisa menjumpai banyak orang untuk sekedar bicara mengenai agama di dunia nyata karena keterbatasan waktu saya dalam bekerja yang jelas menyita waktu saya. Alhamdulillah Allah Swt. Yang Maha Mulia memberikan waktu kepada saya untuk berjumpa kepada saudara-saudara muslim saya ketika saya berada di masjid atau ketika saya berada diluar kantor. Namun saya merasakan bahwa porsi waktu saya untuk berjumpa dengan saudara-saudara muslim saya masih terlalu sedikit jika dibanding dengan waktu saya bekerja. (Normalnya orang bekerja di kantor adalah 8 jam sehari, terkecuali saya, karena saya bekerja bisa lebih dari 8 jam sehari)  Beberapa kali saya menimbang dan berpikir, sampai sejauh mana kemanfaatan tulisan-tulisan tersebut dalam diri saya. Bahkan hampir-hampir saya pernah berkeinginan untuk menutup blog ini dan pernah menyampaikannya kepada seorang sahabat saya di dunia maya ini.
 
Jelas dalam menulis saya masih banyak kesalahan dan kekhilafan, karena keterbatasan ilmu dan pemahaman saya mengenai agama. Saya hanya mencoba meletakkan kembali apa yang ada di dalam memori otak saya, apa yang pernah saya dapat selama saya mendalami agama ke dalam blog ini, yang tujuan semula adalah agar saya bisa membuka dan membaca kembali jika suatu saat saya lupa. Maka demi menambah pemahaman dan pengetahuan agama saya, saya juga mencoba menampilkan beberapa tulisan yang diambil dari kitab-kitab yang sering saya baca.
 
Di dalam pengembaraan saya di dunia maya ini, saya banyak sekali menjumpai saudara-saudara muslim baik dari indonesia, maupun saudara muslim yang berada di luar negeri. Beberapa diantaranya menyempatkan untuk berkomunikasi melalui Yahoo Messanger (apa kabar Mas Fakhrur "Yusuf" Roji,Akbar Landy dan Mas Eko "okebebe", Wirda, Atik Jasmiatik, Dhini Violet-violaa? Semoga kalian selalu dirahmati Allah Swt). Saya melihat bahwa di dunia perblogeran sangatlah beragam dan sangatlah bervariasi. Judul Blog ini (Dunia Sementara Akhirat Selamanya) pun saya coba beranikan diri untuk menampilkan dan meletakkanya di atas template blog ini, (karena memang dunia ini sementara bukan?) inipun sekedar untuk mengingatkan diri saya  pribadi bahwa kehidupan dunia adalah sementara saja, dan akhirat tanpa batas. Karena saya merasa bahwa saya terlalu sering lupa dengan kehidupan akhirat yang merupakan tempat saya kembali nanti. Saya juga mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya untuk saudara-saudara saya, Mas Abu Amin (Solo), Mas Abu Afif (Qatar) Mas Andika (jogja), Mbak Diah (Jerman), Zawa (Malang),Khansa (Solo), Mas Saifurrahman (Palembang), Om Jhoni  (India), Ticnube (Malaysia), Jaja (Malaysia), Mas Taufik (Bandung), Mbak Lia (Singapore), Irwan (Jakarta) Harry Fakri (Cikarang) Ghifarie (Bandung) Aditya (Jakarta) dan masih banyak yang lainnya yang tidak bisa saya sebutkan satu-persatu, saya masih mengingatnya di dalam hati saya, walau kita belum pernah berjumpa, tapi saya akan mencoba mengingatnya selalu. Insya Allah.
 
Saya belum bisa membayangkan jika suatu saat saya bisa berjumpa dengan saudara-saudaraku semuanya, karena keterbatasan dan perbedaan waktu dan tempat. Saya hanya berharap semoga saudara-saudaraku semuanya selalu mendapat kemudahan dan senantiasa dinaungi Rahmat oleh Allah Swt.. Mungkin jika dalam saya menuliskan apa yang saya rasakan masih terdapat banyak kesalahan-kesalahan dalam pemahaman dan kata-kata serta kalimat yang tidak berkenan saya mohon ampun kepada Allah Swt. dan mohon maaf serta keihklasannya dari saudara-saudaraku sekalian. Atau jika saya menuangkan komentar-komentar saya di blog dan situs saudara-saudaraku sekalian yang justru kadang menjadikan kesan yang tidak baik. Saya pernah menuliskan komentar yang cukup panjang di blog pak Hanafi (semoga tidak berkesan menggurui), atau bahkan di blog lain, yang saya sudah tidak ingat lagi berapa banyak komentar-komentar yang saya tuliskan dalam blog saudara-saudara saya yang lain (yang tidak saya sebutkan dalam tulisan ini). Atau mungkin saya tidak bisa menuliskan komentar-komentar saya di blog-blog saudara-saudaraku sekalian. Saya juga baru memahami ternyata bahwa dalam dunia perblogeran suatu komentar bisa menjadi ajang silaturahim antara sesama pebloger. Atau bahkan saya tidak bisa membalas komentar-komentar saudaraku sekalian di blog ini. Saya hanya berharap dengan mempublikasikan tulisan ini dapat sabagai ucapan terima kasih saya yang sebesar-besarnya terhadap saudara-saudaraku sekalian yang telah mencoba mengunjungi blog ini. Bahwa sesungguhnya saya pun manusia yang tak lepas dari kesalahan. Maka untuk itu saya mohon maaf yang sebesar-besarnya.
 
Dan sekarang, Alhamdulillah saya bersyukur sekali kepada Allah Swt. karena saya berada dalam satu lingkungan tempat tinggal dimana saya bisa berjumpa dengan saudara-saudara saya yang lain dalam dunia nyata, dimana saya telah mencoba menghidupkan kembali amal masjid, karena pada saat saya tinggal di tempat sebelumya saya merasa kesulitan karena situasi dan kondisi  tempat tersebut tidak mendukung. Dalam beberapa bulan ini saya sudah mendapatkan kembali sesuatu yang saya cari. Kecintaan saya terhadap usaha atas iman dan agama telah tersalurkan. Sekarang ini tergantung saya mengusahakannya, apakah mau saya kerjakan dengan sungguh-sungguh atau tidak, sayalah yang memutuskannya. Pergolakan batin saya yang sekian lama (kurang lebih 5 bulan) dimulai ketika saya memulai menulis dan menyusun blog ini dikarenakan kerinduan saya terhadap masjid beserta amalan-amalannya, alhamdulillah Allah balas dengan menempatkan saya pada suatu lingkungan yang merupakan tantangan saya dalam mensyiarkan Islam. Perlu saudara-saudaraku ketahui saya tinggal dalam lingkungan di tengah-tengah kota Bandung, dimana masyarakat sekitar tempat tinggal saya terdiri dari berbagai macam status sosial dan kesibukan. Saya berharap tetangga tetangga baru saya mau sama-sama memakmurkan masjid sebagaimana sekarang ini mereka telah juga memakmurkan swalayan-swalayan, pasar-pasar, mall-mall, bioskop-bioskop, konser-konser, stadion-stadion. Anda bisa bayangkan jika kita yang sudah sangat terbiasa dengan tempat-tempat tersebut beralih memakmurkan masjid dengan amalan-amalan dalam islam. Coba kita berpikir sejenak jika saja masjid yang berdekatan dengan tempat tinggal kita diramaikan dan dikunjungi oleh banyak orang islam dan mereka sama-sama giat dalam memakmurkan masjid sebagaimana kita ummat islam telah mengenal dan paham dengan pusat-pusat keramaian lainnya. Jika itu benar sungguh sungguh terjadi maka islam akan terasa gairahnya. Indonesia ini adalah suatu negara dimana memilki jutaan masjid, mushola, surau dan langgar. Jika masjid-masjid tersebut saling berhubungan dan terjalin suatu ikatan maka kekuatan ummat islam akan nampak. Di kabupaten daerah asal saya, kami telah mencatat ada sekitar 2000 masjid dan musholla. Belum di daerah-daerah yang lain. Hingga saat ini saya belum mendapatkan data kongkrit berapa jumlah masjid yang ada di negara kita. Saya yakin ada jutaan masjid di negara kita. Namun kita bisa melihat kondisi dan keadaannya sekarang ini. Kecintaan kita ummat islam terhadap masjid masih jauh dan masih belum sebanding dengan kecintaan kita kepada kegiatan-kegiatan lain di luar masjid. Kita sendiri masih banyak mengalokasikan waktu kita hanya beberapa saat saja untuk memakmurkan masjid. Justru di negara-negara yang mayoritas penduduknya non muslim saya telah mendengar kabar bahwa mereka lebih bergairah dan bersemangat dalam amal masjid. Ada suatu kota di negara Perancis bahwa ummat islam disana sebagian besar telah menunggu sholat jamaah di masjid 30 menit sebelum adzan dimulai. Bahkan hari ini banyak saudara-saudara muslim kita di luar sana yang baru saja bersyahadat dan telah mengamalkan islam dengan baik. Mereka begitu bersemangat mempelajari agama barunya dan mengamalkannya dengan penuh kesungguhan.
 
Mendengar hal itu sudah sepantasnya kita malu dan melihat kembali ke dalam diri kita. Sebenarnya kita ini telah ketinggalan jauh dengan saudara-saudara muslim kita yang ada di luar negeri, yang notabene penduduknya bukan mayoritas islam. Saya pernah membaca dalam berita di internet ini, bahwa ada dua orang gadis kakak beradik belasan tahun asal Amerika Serikat yang datang kepada seseorang ustadz dan menanyakan tentang islam. Mereka rupanya telah mempelajari islam dari internet. Dan rasa ingin tahunya begitu besar sehingga mendorong mereka untuk menanyakan lebih jauh tentang islam dan ajarannya. Setelah mendengar penjelasan ustadz tadi pada saat itu mereka tanpa ragu-ragu memeluk islam dan bersyahadat di depan ustad tadi. Dan bahkan kalau anda mau menelusuri situs demi situs tentang perkembangan islam di luar negeri anda akan mendapatkan informasi bahwa islam begitu pesat perkembangannya di luar negeri. Di negeri-negeri Eropa dan Amerika islam telah menggeliat dan menampakkan wujudnya dengan bertambahnya jumlah pemeluk islam secara signifikan. Amerika adalah salah satu negara dengan perkembangan islam yang sangat pesat. Lalu bagaimana dengan islam di Indonesia?
 
Hati saya akan merasakan syukur yang mendalam ketika Allah Swt mengkaruniakan hidayah-Nya kepada saudara-saudara muslim baru kita yang ada di luar sana. Namun perasaan syukur ini juga diiringi dengan perasaan kerisauan, kenapa kita hanya mampu menjadi pendengar tentang berita-berita gembira tersebut. Justru ada pertanyaan dalam benak saya, jika saja kita turut ambil bagian dalam peranan perkembangan islam di luar negeri? Saya justru melihat bahwa di Indonesia, kita ummat islam telah banyak memperjuangkan kepentingan golongan dan saling menjatuhkan satu sama lain. Kita semua bisa melihat itu. Di dalam penelusuran saya dalam dunia blogger saja, saya menjumpai perdebatan demi perdebatan yang mengakibatkan perpecahan dan menanamkan perasaan benci terhadap satu golongan. Saya tidak akan menunjukkan beberapa blog yang saya maksud. Karena itu merupakan aib. Saya rasa tidak perlu saya menunjukkan hal itu kita semua sudah paham dan tahu bahwa kondisi ummat islam di indonesia senantiasa tak lepas dari perselisihan dan perjuangan atas satu kepentingan. Hal ini sangat menyedihkan. Rasulullah Saw. adalah orang yang pertama kali memperjuangkan kesatuan umat ini. Dahulu ketika Rasulullah masih hidup, hampir terjadi peperangan antara dua suku Anshor di Madinah yaitu suku Aus dan Kajraz. Maka Rasulullah melihat hal itu menyampaikan kalimatnya "Apakah kalian akan berperang dan saling membunuh disaat aku masih ada bersama kalian?" Mendengar teguran Rasulullah Saw. maka akhirnya kedua suku tersebut menangis dan saling berangkulan. Jika kita saat ini masih mementingkan ego dan emosional kita atas satu golongan dan kepentingan serta pendapat serta mengakibatkan perpecahan, maka sesungguhnya kita adalah orang yang telah mematahkan perjuangan Rasulullah Saw, kenapa? Karena Rasulullah Saw telah merisaukan dan mengusahakan atas umat ini agar bagaimana umat ini menjadi satu padu. Dalam menyatukan umat ini Rasulullah Saw. telah mengorbankan segalanya. Harta, keluarga dan darah telah Rasulullah korbankan untuk menyatukan ini umat. Islam adalah agama yang satu dan untuk umat yang satu. Maka jika kita masih berpegang teguh demi prinsip kita masing-masing dan saling menghancurkan satu sama lain, artinya kita telah menghancurkan perjuangan Rasulullah Saw.Dan jika kita masih saling berpecah belah dan saling membela kelompok dan golongan maka Allah Swt. mengancam kepada kita bahwa kita tidak akan dipandang oleh Allah Swt. Allah Swt. akan memalingkan muka kepada kita ketika kita memanjatkan doa kepadanya.  
 
Tulisan ini saya beranikan diri untuk saya publikasikan, karena kerisauan saya atas keadaan kita ummat islam di Indonesia. Ketika saudara-saudara muslim baru kita di luar negeri begitu cintanya mereka mengamalkan islam, kondisi kita yang lebih senior dari mereka malah menunjukkan keadaan yang sebaliknya. Mohon maaf yang sebesar-besarnya jika kata-kata saya ada yang menyinggung perasaan saudara-saudaraku sekalian. Sesungguhnya kita ini ibarat singa yang sedang tidur. Kekuatan islam di Indonesia dengan potensi jumlah pemeluknya yang besar, akan menggetarkan musuh-musuh islam jika saja kita mau bersatu dan mengamalkan islam secara baik dan benar sesuai apa yang telah dicontohkan oleh nabi kita, Rasulullah Saw. Dahulu sahabat-sahabat Nabi, telah menaklukkan negara-negara super power pada saat itu, Rum dan Kisra (Persia) hanya dengan kekuatan iman dan kesatuan hati yang mengagumkan. Bahkan Raja china telah mengatakan kepada utusan dari Kisra, agar mereka jangan sekali-kali melawan umat islam, karena mereka pasti akan kalah, selama umat islam mengamalkan ajaran nabinya dengan benar, walau raja China mampu mengirimkan bantuan pasukan dengan panjang pasukannya dari negeri Persia hingga ke China sehingga pasukan Kisra bertambah besar. Semoga ini dapat menjadi bahan perenungan buat kita semua dan bersatulah ummat islam di Indonesia dan dunia. Semoga Allah Swt. senantiasa menurunkan Rahmat dan Kasih sayang-Nya kepada kita semua.
 
Jazakallah Khoiron Katsiron.
Wassalamulaikum.. 

7 Comments »

The URI to TrackBack this entry is: http://hanafishahdan.blogsome.com/2007/07/11/assalamu-alaykum-saudaraku-semuanya/trackback/

  1. Assalamualaykum wr.wb
    Umat Islam di Indo wajib bersyukur, krn mereka dpt menjalankan ibadah dan istiqomah dgn mudah dibandingkan dgn kami yg berada di LN.

    Mbak jg merasakan hal yg sama spt akhi Hanafi, mbak spt telah mengenal kalian semua di sini, pdhl kita semua belum berjumpa satu sama lain, tp itulah nikmatnya persaudaraan dlm islam.

    Oleh karena itu, mbak pribadi berseru, marilah kita bersatu, saling menghargai satu sama lain, jika ada ke khilafan, marilah saling mengingatkan dg cara yg baik, krn kita ini hanyalah manusia biasa yg tak luput dari kesalahan.

    Mbak hanya mengingatkan satu hadis dari hadis Arbain an-nawawi yakni hadis ke 35 hal 55 yg berbunyi :
    .....Orang muslim adalah saudara bagi muslim yg lain, mk jangan berlaku aniaya kpdnya, jangan menelantarkannya, jangan membohonginya, dan jangan merendahkannya. Takwa itu di sini, (Beliau mengucapkan ini sambil menunjuk ke dadanya dan mengulanginya hingga 3 kali) Cukuplah seseorang dikategorikan jelek apabila dia merendahkan saudaranya sesama muslim, Darah,harta, dan kehormatan setiap muslim adalah haram bagi muslim yg lain (H.R Muslim)

    Ya Tuhan Kami, berilah kami apa yg telah Engkau janjikan kpd kami dg perantaraan rasul² Engkau. Dan janganlah Engkau hinakan kami dihari kiamat. Sesungguhnya Engkau tdk menyalahi janji (Al-Imran :194 )

    wassalam,
    mbak diah
    http://dunia-sesaat.blogspot.com

    Maaf kepanjangan

    Comment by Mbak Diah — July 12, 2007 @ 3:00 am

  2. Assalamu'alaikum saudaraku,

    Alhamdulillah saya sekeluarga sehat, semoga antum juga demikian, berikut dengan "rencana besar"nya.
    Sepertinya saya tidak bisa berkomentar, saya hanya berharap dan berdo'a semoga setiap muslim bisa berjalan beriringan dalam persamaan (Aqidah), dan bukan berbangga-bangga atas golongan dan merendahkan golongan lainnya. Saya berharap bahwa setiap muslim mampu dewasa menyikapi perbedaan (masalah khilafiyah) sebagaimana akhlak para imam-imam mazhab dengan perbedaan pendapatnya. Sesungguhnya setiap muslim adalah bersaudara, terlepas ia bermazhab apa, berkulit apa, dan tinggal dimana. Sebaik-baiknya muslim adalah yang selamat saudara muslim lainnya dari lidah dan tangannya. Ia merasa aman, damai, tentram dan terasa suasana akrab dan hangat dan jauh dari perasaan kaku dan asing ketika berada bersamanya.
    Semoga Allah SWT lapangkan hati kita para kaum muslimin dan muslimat dalam menghadapi setiap perbedaan dan tetap istiqomah dalam usaha perbaikan diri (awal untuk perbaikan yg lebih luas) dalam amal, baik yang berhubungan dengan Allah maupun yang berhubungan dengan sesama manusia.

    Wallahu a'lam.

    Comment by Fakhrurrozy — July 12, 2007 @ 9:03 am

  3. mas, gw merasa di targib, gw pernah denger ini , ucapan maualan ilyas ketika melihat beberapa maulana sibuk menulis sehingga lupa khuruj, maulana bilang, " kalian semua sibuk menghitamkan kertas dengan pena, tapi coba kamu lihat para sahabat secara keilmuan kalian lebih pintar tetapi dimata Allah mereka jauh melampaui kalain , karena mereka sibuk memutihkan hati" tapi ketika maulana ilyas bicara kepada maulana zakariya dia bilang teruslah menulis karena ummat perlu tulisan2 seperti ini. dan hal yang di pesan masyaih kepada ustadz abdurahman ahmad di dalam buku fadilah lelaki sholeha, mereka bilang teruslah menulis sesuatu yg di butuhkan masyarakat indonesia karena anda lebih paham keadaan mereka disana. cuma hati kita mas yg tahu apa dalam menulis kita mengikuti tertib atau gak, dan gw dah punya solusi untuk diri gw, ketika sifat jelek itu mucul maka gw akan hapus commen gw baru bisa itu, doain gw ya mas

    Comment by *** — July 12, 2007 @ 10:40 am

  4. haaah,,, gak bisa komentar, takut gag nyampe.
    Assalamualaikum aja deh ya, heheheh

    Comment by anggauzz — July 21, 2007 @ 6:16 am

  5. assalamualaikum

    Comment by anggauzz — July 21, 2007 @ 6:18 am

  6. Wa'alaikum salam wr.wb Teruskan perjuangannya, ya. tetep semoangaaat :)

    Comment by wirda — July 25, 2007 @ 8:38 am

  7. Mas, ana do'akan Insya Alloh niat antum bisa mendapat jalan terbaik. Mari kita mulai semuanya dari diri kita masing-masing, karena individu inilah komponen masyarakat besar.
    Hanya kita yang tahu kemana kita berjalan, maka 'Dimanapun kita berada kita dimintai pertanggungjawaban akan keislaman kita'... teruslah berjuang dan mencari kebenaran, sampai ajal menjemput kita... Laa tahzan... Jika kita menolong agama Alloh, Insya Alloh, Alloh akan menolong kita dan meneguhkan kedudukan kita.

    Comment by Abu Afif — July 25, 2007 @ 10:35 am

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>



Anti-spam measure: please retype the above text into the box provided.

Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Hadley Wickham