Dunia Sementara Akhirat Selamanya

30 Juni 2007

Dunia Yang Sempit & Orang Yang Cerdas

Filed under: Tahukah anta
 
Dunia ini begitu sempit. Maka barangsiapa yang di dalam hatinya ada kecintaan kepada dunia, hatinya akan disempitkan oleh Allah Swt..walau segala macam kemewahan ada padanya. Sedangkan akhirat begitu luas dan tanpa batas, maka barang siapa yang mencintai akhirat maka hatinya akan dilapangkan dan diluaskan oleh Allah Swt. walau tidak ada sedikit harta di dalam rumahnya. Kekayaan sejati adalah kekayaan hati. "Al ghina ghina ul qulub" Begitu kata nabi.
 
Iman adalah yakin dengan sepenuhnya kepada perkara-perkara yang tidak nampak. Yakin dengan sepenuhnya kepada kepada hal-hal yang ghaib. Yakin akan keberadaan Allah, surga, neraka, shirat, mizan, mashar, kubur. Yakin dengan nikmat dan azab di alam akhirat. Sedangkan pandangan mata selalu menipu. Dunia ini selalu dipenuhi dengan kebohongan-kebohongan dan tipuan-tipuan. Maka barangsiapa yang  tertipu dengan kehidupan dunia maka akan merugilah selama-lamanya. Hari ini manusia selalu tertipu dan terfitnah dengan berita-berita bohong. Hari ini manusia yakin dengan ramalan-ramalan, berita-berita di koran, televisi, radio, dan segala macam berita yang tidak jelas dan tidak pasti. Semua yang ada di dunia ini sifatnya nisbi, bisa iya bisa tidak. Seperti manfaat obat, yang bisa mengobati penyakit atau malah menambah parah suatu penyakit. Banyak orang sakit minum obat kemudian sembuh atau justru bertambah parah dan mengakibatkan kematian. Seperti ramalan cuaca yang bisa tepat atau malah meleset jauh. Jadi dunia ini tidak pantas sekali untuk diyakini dan dijadikan pegangan hidup. Namun manusia hari ini telah begitu yakin dengan dunia dan kebendaan. Manusia  telah menuhankan sesuatu yang sifatnya nisbi dan memilki segala macam keterbatasan. Sedangkan berita-berita mengenai akhirat adalah dijamin kepastiannya. Al Quran mengabarkan bahwa setiap mahkluk pasti mengalami kematian. Sudah berapa banyak kita melihat dan mendengar tentang kematian. Kematian pasti dan pasti akan datang kepada setiap mahkluk. Tinggal menunggu waktu saja. Semua manusia dan jin sedang menunggu di depan gerbang pintu kematian. Tanpa terkecuali.
 
Dan hari ini manusia telah menuhankan akal dan pikiran, dengan logika dan segala macam kebendaan, dengan angan-angan panjang dan nafsu semata. Maka tuhan-tuhan yang penuh dengan segala macam keterbatasan itu sekali-kali TIDAK AKAN PERNAH BISA membantu setiap permasalahan dalam kehidupan manusia. Sekali-kali tidak. Yang bisa mendatangkan manfaat dan mudharat adalah HANYA Allah Swt. HANYA dan HANYA ALLAH SWT. saja yang bisa mendatangkan manfaat dan mudharat. Maka untuk meraih kebahagiaan manusia perlu mendekat kepada Allah Swt. Dan untuk mendekat kepada Allah Swt. maka manusia PERLU MEMILKI keyakinan dan agama yang sempurna.
 
Tuhan-tuhan kecil manusia tidak bisa memberikan dan menjamin kebahagiaan. Dengan harta yang berlimpah manusia tidak akan bahagia jika manusia tidak memilki iman dan agama. Dengan jabatan dan pangkat yang tinggi manusia tidak akan meraih kesuksesan dunia dan akhirat jika tanpa iman dan agama yang sempurna. Sekali-kali tidak. Dengan Rumah yang mewah manusia tidak akan mendapat ketenangan di dalam hatinya jika tidak ada iman dan amal agama. Dengan istri yang cantik manusia tidak akan pernah bisa mencapai kebahagiaan sejati di dalam hatinya jika tanpa iman dan agama yang sempurna. Untuk mencapai kebahagiaan dan kejayaan dunia dan akhirat manusia mutlak membutuhkan iman dan amal agama yang sempurna.  
 
Manusia yang telah menganggap bahwa dengan segala macam kebendaan dan kemewahan dunia dia akan meraih kebahagiaan maka iman nya telah cacat. Iman nya telah rusak. Maka iman nya harus dibetulkan dan diperbaiki. Imannya telah batal jika manusia masih menganggap bahwa dengan segala macam kebendaan dia akan meraih sukses. Sukses bukanlah orang yang memilki segala macam fasilitas dunia. Sukses bukanlah orang yang memilki jabatan yang tinggi. Sukses bukanlah orang yang memilki seribu perusahaan berasset milyaran rupiah. Sukses bukanlah orang yang berhasil menyelesaikan pendidikan S3 dan memiliki status sosial yang baik di masyarakat. Sukses bukanlah orang yang memilki massa dan pengikut yang banyak. Tapi SUKSES adalah mati membawa iman dan amal yang banyak untuk bekal kehidupan akhirat yang tiada akhir dan tanpa batas.
 
Orang yang cerdas bukanlah orang yang memiliki kepintaran dan IQ yang tinggi. Cerdas bukanlah orang yang mampu memimpin perusahaan dengan ribuan karyawan. Cerdas bukanlah pemimpin yang mampu memajukan masyarakatnya dalam hal ekonomi dan tekhnologi. Cerdas bukanlah orang yang pandai berorasi dan berpidato dan dikagumi banyak orang. Cerdas bukanlah orang yang mampu menyelesaikan rumus-rumus kimia yang sulit dipecahkan para ilmuan. Cerdas bukanlah orang yang mampu membuat dan mendesain bangunan tinggi yang modern.  Cerdas bukanlah orang yang memilki kepintaran dalam ilmu kedokteran dan lulus cumlaude di sebuah universitas modern di luar negeri. Cerdas  bukannlah orang yang mampu merancang sistem jaringan yang rumit dalam dunia IT. TAPI CERDAS adalah orang yang selalu mengingat mati dan selalu menyiapkan bekal untuk kematiannya. Orang yang cerdas adalah orang yang menyadari sepenuhnya bahwa dunia ini akan segera berakhir. Dunia yang fana dan penuh segala macam keterbatasan. Orang yang cerdas adalah orang yang memahami bahwa dunia ini begitu sempit untuk dia tinggal dan mayakini bahwa akhirat adalah kampung yang terbaik untuk kembali. Orang yang cerdas adalah orang yang mencintai akhirat dan berbuat amal sebanyak-banyaknya atas kecintaannya itu. Mari kita belajar menjadi orang yang cerdas.
 

3 Comments »

The URI to TrackBack this entry is: http://hanafishahdan.blogsome.com/2007/06/30/dunia-yang-sempit-orang-yang-cerdas/trackback/

  1. aq g paham, mohon dibantu bagaimana cara2 yang diomongkan di atas atau seperti apa?

    Comment by Rizsky — July 7, 2008 @ 9:40 am

  2. Assalamualaikum ...Wr. Wb.

    Semoga Hidayah selalu pada kita semua.

    Terima kasih sebelumnya buat mas Rizsky yang telah berkunjung ke blog ini, paparan di postingan tersebut adalah untuk meyakinkan ke dalam hati bahwa kehidupan dunia ini sementara saja sifatnya. Sesuai dengan judul blog ini. sebenarnya banyak orang tahu akan hal ini, namun pada praktek kehidupan sebenarnya banyak dari diri kita seolah melupakan hal tersebut. Bagaimana caranya agar menimbulkan keyakinan dalam hati, adalah dengan banyak bergaul dengan orang2 yang saleh, mendengar dan memahami sedikit demi sedikit adalah lebih baik. Tidak semua orang dapat langsung berubah drastis menjadi orang yang soleh dan kaya dengan amal kebaikan. Banyak datang ke majelis2 pengajian dan bertanya kepada ulama yang muhklis maka nanti akan mendapat jawabannya. Insya Allah.. :)

    Jazakallah.

    Comment by hanafi — July 10, 2008 @ 11:08 am

  3. Keren artikelnya, TOP, EXCELLENT. Saya udah baca berulang-ulang kali, Mohon bimbingannya :)

    wah saya jadi merasa tersanjung.. namun saya belum bisa membimbing mas Zai. Kita sama-sama belajar saja ya.. Terima kasih banyak ya telah berkunjung di blog ini. Semoga mas Zai selalu mendapat bimbingan dan kemudahan, serta dikuatkan imannya.

    Comment by Zai — November 9, 2008 @ 2:33 pm

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>



Anti-spam measure: please retype the above text into the box provided.

Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Hadley Wickham