Kisah Seorang Hamba Dan Anjingnya
Bismillaahirrohmaanirrohiim..
Saya pernah menyinggung sedikit tentang seorang hamba yang membagikan makanan kepada anjingnya, dalam postingan ‘makanan yang terburuk’. Sekarang saya ingin menceritakan kisah lengkapnya. Berikut kisahnya:
Suatu hari Abdullah bin Ja’far r.a. melewati sebuah kebun buah-buahan di Madinah Al Munawwarah yang dijaga seorang hamba dari Habasyah. Abdullah bin Ja’far melihat hamba itu sedang makan di hadapan seekor anjing yang duduk di depannya. Setiap kali si hamba itu memasukkan sepotong makanan ke mulutnya, ia melemparkan sepotong yang sama besar kepada anjing itu. Ibnu Ja’far terus memperhatikannya. Setelah selesai makan, ia menghampiri hamba itu lalu bertanya, "Siapa majikanmu?"
Hamba itu menjawab bahwa majikannya adalah keluarga Ustman r.a. Ja’far berkata, "Saya melihatmu berbuat aneh."
"Apa?" kata si hamba itu.
Kata Ja’far, "Setiap potongan makanan yang kamu makan, lalu kamu memberi sepotong lainnya kepada anjingmu."
Hamba itu berkata,"Anjing ini telah menemani saya bertahun-tahun, maka saya harus memberikan bagian yang adil dari makanan saya."
Ibnu Ja’far r.a. berkata,"Seekor anjing dapat diberi makanan yang lebih rendah mutunya."
Hamba itu berkata,"Saya malu di hadapan Allah, saya makan sementara itu satu mahkluk-Nya memandang saya dengan pandangan lapar."
Setelah peristiwa itu, Abdullah bin Ja’far menemui keluarga Ustman r.a. dan berkata,"Aku datang untuk memohon kebaikan kalian."
Mereka bertanya,"Beritahu kami kebaikan apa itu?"
Ia menjawab,"Juallah kebun kalian itu kepadaku."
Mereka berkata, "Kami akan sangat senang jika dapat menghadiahkan kebun itu kepadamu. Terimalah kebun itu sebagai hadiah."
"Tidak, aku harus membelinya." Sahut Ibnu Ja’far.
Akhirnya disepakatilah harga kebun itu dan dibeli oleh Ibnu Ja’far r.a., lalu ia berkata, "Aku juga ingin membeli hamba pekerja kebun itu."
Namun mereka menjawab,"Maafkan kami, hamba itu telah tinggal bersama kami sejak kanak-kanak. Akan sangat sulit bagi kami untuk berpisah dengannya."
Ibnu Ja’far r.a. terus mendesaknya sehingga akhirnya ia mendapatkan hamba itu bersamanya. Setelah selesai melakukan jual beli itu, Ibnu Ja’far berkata kepada hamba itu,"Aku telah membeli kebun ini juga dirimu."
Hamba itu berkata,"Selamat, semoga Allah Swt. memberkahimu. Saya hanya merasa sedih karena harus berpisah dengan tuan saya yang telah memelihara saya sejak kecil."
Abdullah bin Ja’far berkata, "Aku memerdekakanmu, dan kebun ini pun saya hadiahkan kepadamu."
Mendengar hal itu hamba itu berkata,"Jika demikian, saya mohon agar engkau bersaksi bahwa saya mewakafkan kebun itu bagi keturunan Utsman r.a.."
Abdullah bin Ja’far r.a. berkata, "Saya sangat terkejut mendengarnya, lalu saya pulang dan mendo’akan agar Allah Swt. memberkahinya." (Musa-miraat)
Dalam kisah tersebut, menurut anda siapakah yang paling dermawan? Abdullah bin Ja’far, Keluarga Ustman ataukah hamba sahaya yang seorang Habsyi? Semoga Allah Swt. melimpahkan kasih sayang-Nya kepada kita semua sehingga kita diberikan sifat dermawan seperti Allah Swt. memberikan kepada orang-orang yang shaleh terdahulu. amin. 









Menurut saya yang paling dermawan, si hamba sahaya itu....kapan saya bisa sedermawan itu....yang selalu memperhatikan lingkungan sekitar, jangankan hewan, saudara kita saja masih banyak yang memandang kita dengan rasa lapar.
Comment by harryfakri — May 29, 2007 @ 7:20 am
bener-bener mantabss...
Comment by sibolang — May 31, 2007 @ 8:41 am
assalamualaikum...
minta izin tuk copy paste file ini
jazakallah
Comment by bowo — March 16, 2008 @ 3:14 pm