Taqwa
Segala Puji Bagi Allah Tuhan Seru Sekalian Alam. Pada permulaan dibacakan surah Ath-Thuur ayat 1- 7, ketika ayat ini dibaca oleh Rasulullah SAW, Umar Ra apabila mendengar ayat ini matanya basah. Walaupun pernah dikisahkan mengenai Umar RA, begitu keras dan tegasnya dia terhadap perintah Allah SWT. Segala sesuatu yang berhubungan dengan perintah Allah SWT dia keras dan tegas, tidak ada orang boleh menandinginya. Tetapi hati dia begitu lembut dan halus.di hadapan ayat-ayat Allah SWT, sehingga di pipinya ada bekas atau kesan aliran air matanya. Maka Allah SWT bersumpah dalam ayat ini, dan apabila Umar RA mendengar tentang ayat ini, Allah bersumpah dengan apa saja yang dia suka. Tetapi kita tidak boleh bersumpah kecuali dengan nama Allah SWT. "Demi bukit Thuur, dan demi kitab yang ditulis. Kitab ini ada dua, pertama adalah kitab yang tertulis yang boleh dibaca yaitu Al-Qur’an, dan yang kedua adalah kitab manzur, yang boleh ditengok, yaitu ayat-ayat tanda kekuasaan Allah SWT. Daripada kejadian langit, bumi, bulan, bitang, bukit bukau, laut, dan semuanya satu tanda yang boleh dibaca oleh semua orang. Sehingga orang bukan Islam-pun boleh membaca, boleh lihat tanda-tanda kebesaran Allah SWT. Firman Allah SWT," Sesungguhnya dalam kejadian langit dan bumi dan perubahan siang dan malam adalah tanda-tanda kebesaran Allah bagi orang yang berakal." Dan Allah SWT berfirman," Apakah kalian tidak ingat bagaimana unta dijadikan? Dan tidakkah mereka lihat kepada langit bagaimana ia ditinggikan? Dan tidakkah mereka lihat bagaimana gunung-gunung ditegakkan? Tidakkah mereka lihat bagaimana bumi dimampatkan. Itulah anda-tanda kebesaran Allah SWT. Allah SWT berfirman, Allah SWT telah meninggikan langit tanpa tiang, itulah tanda-tanda kebesaran Allah SWT. Maka Allah SWT telah bersumpah dengan mahluk-mahlukNya, dengan kitabNya yang boleh dilihat yang manusia boleh membaca dan melihat kebesaran-kebesaran Allah. Dan arti ayat ketiga dan seterusnya surah Ath-Thuur,"Di atas lembaran yang terbuka; Dan demi baitul Ma’mur, yaitu ka’bah tempat malaikat thawaf di langit dimana setiap harinya turun malaikat untuk thawaf sekitar 70.000 malaikat. Dan selepas thawaf mereka tidak berpeluang lagi untuk thawaf karena banyaknya jumlah malaikat; dan atap yang ditinggikan yaitu langit; dan laut yang di dalam tanahnya ada api. Sesungguhnya azab Tuhanmu pasti terjadi." Ketakutan kepada Allah SWT ada di dalam perilaku sahabat-sahabat utama dan sahabat-sahabat yang muda atau kecil.
Di jaman Umar RA, ada sahabat yang muda lagi tampan. Ketika dia berjalan, tiba-tiba ada seorang gadis telah melihatnya. Karena gadis tadi tidak menjaga pandangan mata, maka terlihat olehnya seorang pemuda yang tampan, maka syaitan telah menguasai gadis tadi, dan gadis tadi ada niat sesuatu yang tidak baik. Dia telah mencoba memperdayakan pemuda tersebut dengan meminta sesuatu daripadanya seolah-olah dia ada keperluan. Maka pemuda tampan itu datang untuk membantunya. Dan gadis itu telah memperlihatkan kecantikannya dan kejelitaannya. Dan pemuda itu seorang bujangan yang normal. Kadang, iman seorang itu lemah. Maka dia ada perasaan untuk melakukan perbuatan buruk. Dan dia betul-betul berniat untuk melakukan kejahatan. Apabila lelaki dan wanita duduk berduaan maka yang ketiganya adalah syaitan. Syaitan telah menguasainya, dan pemuda itu berniat melakukan kejahatan, dan si gadis sebelum itu memang sudah ada niat yang tidak baik. Apabila saat-saat dia ingin melakukan kejahatan tadi, maka tiba-tiba dia teringat ayat Allah SWT, "Sesungguhnya orang bertaqwa, apabila mereka digoda oleh sekumpulan syaitan maka mereka lupa. Kemudian mereka ingat Allah SWT tiba-tiba mereka melihat". Maka ketika teringat ayat itu, pemuda itu langsung pingsan. Gadis itupun takut. Apa yang telah terjadi? Dia langsung tarik pemuda tersebut ke luar rumah, kemudian mengunci pintu, timbul perasaan takut dan malu. Maka orang-orang melihat pemuda tersebut di luar rumah dalam keadaan pingsan. Kemudian dibawa, dan sadarlah pemuda tadi dari pingsannya. Lalu bapaknya bertanya, "Apa yang terjadi?" Pemuda itu malu kepada Allah SWT, malu kepada bapaknya. Tapi bapaknya bersumpah dengan nama Allah," Dengan nama Allah engkau harus menceritakan kepada kami." Maka menjadi kewajiban bagi dia menunaikan sumpah ayahnya itu. Maka dia menceritakan kisah dia. Dan dia berkata,"Dalam keadaan begitu, saya teringat satu firman Allah SWT." Maka ayahnya bertanya,"Ayat apa?" Lalu dia berkata,"Saya tak boleh sampaikan, ayah. Saya tak boleh sampaikan." Kemudian Ayahnya bersumpah dengan nama Allah dan bertanya,"Ayat yang mana menyebabkan kamu pingsan?" Kemudian pemuda tadi menangis dan mengulang ayat tadi kemudian dia pingsan kembali dan meninggal. Kisah ini telah sampai kepada Khalifah Umar RA. Apabila mereka telah selesai menguruskan urusan jenazahnya semua, sembahyang jenazah, kemudian menutup kain kafan, dan dikubur di dalam tanah, maka Umar RA berkata," Barangsiapa yang takut akan kekuasaan kudrat Allah SWT baginya dua surga." Pemuda tadi menjawab daripada dalam kubur," Sesungguhnya Allah SWT memberi kedua syrurga itu pada saya."
Ketika di jaman Nabi Saw. sekali Nabi SAW menerangkan akherat kepada para sahabat. Datang Jibrail AS telah mewahyukan kepada Baginda SAW tentang ayat hijab. Hijab bermakna wanita menutup aurat sempurna. Dari segi bahasa Arabnya, hijab artinya sesuatu yang menghalang dari saya dan anda. Bermakna, kalau ada sesuatu penghalang, saya tak dapat melihat anda, dan anda tidak dapat melihat saya. Dan dari segi bahasa Arab, apabila awan datang menutup matahari sehingga tak nampak, atau menutup bulan sehingga tak kelihatan, maka orang arab akan berkata, awan telah menghijabi matahari, atau awan telah menghijabi bulan. Itu maknanya. Tapi jika ada yang masih nampak maka tak dipakai kata hijab. Maka apabila Allah SWT menerangkan tentang hijab, maka suami-suami mereka telah balik menyampaikan kepada isteri-isteri mereka akan ayat hijab. Maka pada keesokan harinya, wanita-wanita tadi datang sholat subuh, maka dalam riwayat hadits, mengatakan mereka hitam seperti burung gagak. Mereka nampak hitam seolah-olah macam burung gagak. Tidak nampak apa-apa. Seluruh bagian tubuh wanita-wanita pada waktu itu tidak ada yang kelihatan. Walaupun sebelum itu mereka tutup aurat, tetapi ada yang memperlihatkan sebagian daripada kecantikan mereka. Apabila keluar ayat itu, langsung mereka tutup habis. Ada seorang wanita, yang suaminya tak datang sholat isya berjamaah karena sebab tertentu, maka dalam waktu sholat subuh, dia jumpa dengan wanita-wanita yang menutup habis, maka seorang wanita telah bertanya kepada wanita itu,"Apakah tidak sampai ayat Allah SWT?" Kata si wanita itu,"Ayat apa?" Lalu wanita-wanita tadi membaca ayat hijab kepadanya. Maka wanita itu langsung palingkan mukanya ke dinding, ada pintu rumah, dia tidak ingin satu orangpun lihat muka dia. Lalu dia hantar satu orang pergi untuk ambil kain di rumah untuk tutup badan dia dan balik ke rumah. Sewaktu ketemu suaminya, suaminya berkata, ”Apa salahnya engkau balik sendiri ambil kain?" Kata si wanita tadi," Saya tidak mampu untuk melangkah satu langkah di dalam kemurkaan Allah SWT." Ada takut pada diri wanita tadi.
Jaman tabi tabiin ada satu pemuda yang miskin, dia belajar agama, baca Al-Qur’an. Dia tinggal di kawasan hutan, dan dia tinggal di pondok kecil. Siang dia belajar, malam dia balik baca Al-Qur’an. Pada satu malam, malam hujan. Tiba-tiba dia ada dengar satu orang mengetuk pintu. Maka ketika dibuka pintu, dia lihat ada seorang anak gadis yang amat cantik. Perempuan itu baru lari dari perompak-perompak yang menangkapnya. Maka pemuda itu ketakutan terhadap dirinya. Karena dia adalah seorang anak muda, dan Nabi SAW bersabda,"Tidaklah duduk berduaan seorang lelaki dan wanita yang bukan mahram, kecuali yang ketiga syaitan." Maka pemuda tadi takut. Tapi dia merasa kasihan dengan gadis tadi. Karena hujan, di dalam hutan. Maka dia persilakan anak itu masuk. Dan pemuda itu adalah pemuda normal. Maka saat dia merasakan sesuatu yang dia tak mampu tahan, nafsu syahwat, dia kemudiam membakar tangan dia sampai menitis lemak dagingnya. Jika rasa sakit berkurang, kemudian perasaan syahwatnya datang lagi, dia bakar lagi tangannya. Begitu seterusnya sampai pagi. Maka ketika siang, si gadis tadi pergi. Maka keesokannya, ada orang mengetuk pintu. Ketika dia buka, dan dilihat, ada pengawal, dengan tentera. Kata seseorang itu,"Kamu yang beri tempat tinggal kepada seorang gadis itu, dan kenapa kamu bakar tangan kamu, jari-jari kamu?" Maka pemuda itupun bercerita. Kemudian kata orang itu,"Anak gadis itu adalah anak saya. Dan saya adalah raja. Sekarang saya jemput kamu dan saya nikahkan kamu dengan dia." Maka firman Allah SWT,"Barangsiapa bertawakal kepada Allah SWT, Allah akan beri kepadanya jalan keluar. Dan Allah akan memberi rejeki padanya dari jalan yang tidak disangka-sangka." Maka kemudian pemuda tadi menjadi seorang ulama yang besar dan seorang pemuda yang kaya raya. Karena apa? Karena taqwa kepada Allah SWT.
Penggalan Ceramah Agama Oleh Imam Diraja Qatar








