Dunia Sementara Akhirat Selamanya

June 14, 2008

Beberapa Penyebab Bencana Di muka Bumi

Filed under: Tahukah anta

    "Dari Buraidah r.a. berkata bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Tiadalah suatu kaum yang menahan zakat hartanya, kecuali Allah akan mendatangkan bencana kelaparan kepada mereka.” (Hr. Thabrani; at Targhib, Kanzul ‘Ummal)

    Kesusahan hidup sedang melanda kita hingga tidak ada batasnya. Berbagai cara ditempuh untuk menghindarinya, tetapi tidak ada hasilnya. Siapa yang dapat menolak azab Allah yang diakibatkan oleh dosa-dosa manusia? Buatlah berjuta-juta rencana dan upaya penanggulangan, ciptakan beribu-ribu undang-undang, tetapi ketetapan yang datang dari Allah Swt. tidak akan hilang, kecuali Allah sendiri yang mampu menghilangkannya. Allah Swt. telah memberi tahu penyakit dan pengobatannya. Jika kita ingin menyembuhkan suatu penyakit, maka carilah pengobatan yang benar. Kita sendiri yang menyebabkan datangnya penyakit dan kita sendiri yang menangis karena bahayanya. Apakah kita merasa lebih tahu ?

    Rasulullah saw.  telah memberi peringatan mengenai semua penderitaan dan bencana di muka bumi ini dan juga memberitahukan penyebabnya. Saya (Syeikh Zakariyya-red) telah menulis dalam kitab al I’tidal  secara ringkas, dalam risalah itu telah dibahas mengenai peringatan-peringatan dan ancaman Rasulullah saw. bahwa apabila ummat Rasulullah saw. melakukan perbuatan-perbuatan yang begitu dan begitu (berbagai keburukan), maka mereka akan mendapatkan musibah sekian-sekian. Bencana-bencana itu diantaranya berupa kegelapan, pembenaman ke dalam tanah, hujan batu dari langit, perubahan wajah manusia, gempa bumi, kemenangan musuh terhadap orang islam, wabah dan kerusuhan, kemarau panjang, angin topan, ketakutan dalam hati, ditolaknya doa-doa orang saleh dan musibah-musibah lainnya. Asbab dari semua musibah ini telah diberitahukan oleh Rasulullah 1.400 tahun yang lalu. Dan sekarang kita telah mengalami sebagian darinya. Setiap sabda Rasulullah adalah benar dan terbukti di hadapan kita. Alangkah baiknya jika memperhatikan peringatan-peringatan itu dan berwaspada terhadapnya. Rasulullah saw. telah diutus ke dunia ini sebagai rahmat bukan untuk orang islam saja, tetapi untuk seluruh makhluk. Cara hidup Rasulullah saw. sangat bermanfaat bagi semua makhluk.

    Apabila orang islam sendiri tidak melaksanakan cara kehidupan islam yang sebenarnya, bagaimana kita dapat menyalahkan cara hidup orang-orang non islam. Orang-orang non islam sudah tentu tidak memahami cara hidup yang suci dari Rasulullah saw. yang telah mengajarkan untuk mendapatkan keselamatan dari segala bala bencana di dunia ini.

    Kaitannya dengan masalah ini saya akan mengutip sabda-sabda Rasulullah saw. yang berisi peringatan (ancaman) terhadap orang-orang yang enggan membayar zakat, karena memang itulah maksud dari bab ini.

    Abdullah bin Umar r.a. berkata bahwa suatu ketika Rasulullah saw. bersabda, ”Wahai orang-orang Muhajirin, ada lima perkara yang jika kalian melakukannya, maka kalian akan menghadapi musibah yang besar. Saya meminta perlindungan kepada Allah dari keadaan kalian yang demikian.

Pertama, apabila fahsya dan zina dilakukan oleh suatu kaum secara terang-terangan, maka akan muncul di kalangan mereka penyakit-penyakit yang tidak pernah didengar sebelumnya.”

Kedua, apabila manusia berbuat curang dalam timbangan, maka kemiskinan, kesusahan dan kezhaliman dari Raja (atau pemerintah) akan menimpa mereka.”

Ketiga, apabila suatu kaum berhenti dari membayar zakat, maka hujan tidak akan diturunkan kepada mereka. Jika tidak ada binatang-binatang, maka tidak akan diturunkan hujan walaupun setetes. Karena binatang-binatang itu makhluk Allah yang tidak bersdosa, maka sedikit hujan akan diturunkan kepada mereka.”   

Keempat, apabila manusia telah berkhianat atas janji-janji mereka, maka mereka akan dikuasai oleh kaum lain, dan harta mereka akan dirampoknya.”

Kelima, apabila pemerintah-pemerintah di antara mereka membuat peraturan yang bertentangan dengan perintah-perintah Allah, maka akan terjadi perang saudara di antara mereka.”

   Hari ini kita dapat melihat sendiri keburukan-keburukan tersebut sudah terjadi di lingkungan kita. Kita juga sudah dapat menyaksikan musibah-musibah sebagai balasannya.

    Abdullah bin Abbas r.a. berkata bahwa Rasulullah saw. bersabda, ”Ada lima akibat sebagai balasan dari lima perbuatan.” Seseorang bertanya, “Apakah itu, Ya Rasulullah?”

   Rasulullah saw. menjawab, “Kaum yang memungkiri janji akan dikuasai oleh musuh mereka, Mereka yang menjalankan pemerintahan bertentangan dengan perintah-perintah Allah, akan terjadi kematian yang banyak di kalangan mereka. Hujan tidak akan diturunkan kepada kaum yang tidak menunaikan zakat. Mereka yang menipu dalam timbangan akan dibalas dengan kegagalan hasil pertanian, kesusahan dan kemiskinan akan menguasai mereka.” (at Targhib)

     Mungkin hadits ini telah disingkat-singkat sehingga pembawa berita hanya menyebutkan empat macam saja. Dalam hadits ini dinyatakan bahwa akan terjadi banyak kematian karena pemerintah membuat peraturan yang bertentangan dengan perintah-perintah Allah, sedangkan dalam hadits sebelumnya dikatakan perang saudara, maka kedua perkara ini bisa dianggap berlainan. Memang banyak kematian disebabkan perang saudara yang kini sedang terjadi di depan mata kita.

    Dari Ali r.a. juga dari Abu Hurairah r.a. diriwayatkan bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Apabila ummatku melakukan lima belas keburukan berikut ini, yaitu (yang telah disebutkan dalam kedua hadits di atas) kewajiban zakat dianggap denda (yakni dengan menunaikannya akan dirasakan sebagai beban), maka pada masa itu akan terjadi kegelapan merah (bukan hitam), gempa bumi, tenggelam ke dalam tanah, perubahan wajah, hujan batu dari langit dan musibah-musibah lainnya akan turun satu demi satu seperti biji tasbih mulai jatuh satu demi satu apabila putus talinya.”

    Dalam kitab I’tidal samua riwayat-riwayat ini telah dibicarakan secara rinci dan di sana juga disebutkan mengenai lima belas keburukan yang menyebabkan datangnya azab–azab yang begitu pedih. Disamping itu disebutkan juga mengenai masalah lain. Namun di sini hanya dibicarakan mengenai zakat saja. 

 

Sumber :Maulana Muhammad Zakariyya al-kandhalawi dalam “Fadhilah Sedekah”

Meraih Sayap Malaikat

Filed under: Seputar kita

    shalihahNamanya Issac. Sebuah gambaran nama yang maskulin dan westernized. Entahlah kenapa ayahnya memberikan nama itu. Padahal jelas, dia seorang perempuan dan tidak tomboy pula. Dia ingat ketika pertama kali dia menanyakan mengapa diberi nama itu. Apakah ayahnya mengagumi Issac Newton? Ayahnya hanya tertawa, “Apakah kamu ingin nama Lucyana?” Giliran dia terdiam. Sudahlah, mau Issac, Lucyana, Dian, Wati, What is the name? pikirnya. Namun tiba-tiba dia teringat Shakespeare, dan Issac bukan nama yang buruk. Tapi, ibunya berbeda pendapat dengan sang ayah. “Nama sangat penting, tahukah kamu di padang mahsyar nanti, setiap muslim akan dipanggil sesuai nama islamnya. Dan Issac? Entahlah, aku yakin malaikat tak akan memanggil nama itu.”

    Itulah kemudian dia diberi nama belakang Hasny, yang berarti kebaikan. Nama lengkapnya Issac Hasny. Paduan nama yang aneh menurutnya, pun menurut teman-temannya. Sepertinya, keanehan ini merupakan produk dari orang tua yang memiliki latar belakang kontras. Ayahnya seorang tentara yang sangat mencintai musik. Bahkan kerap tampil bersama band tentaranya di berbagai “medan pertempuran”. Walau sekarang sudah purnawirawan, tapi kecintaannya akan musik tak pernah padam. Sementara sang Ibu, keturuan keluarga santri. Kakeknya seorang kyai di kampungnya. Sedang aki buyutnya seorang tokoh agama di masa penjajahan Belanda yang memiliki kekuatan sangat berpengaruh di tengah masyarakat, jauh di atas seorang wedana. Itulah kemudian, ia dan saudara-saudaranya tumbuh sebagai sosok-sosok yang punya ‘taste’ bermusik yang baik plus agamis. Setidaknya itulah yang banyak orang katakan.

    Sulit rasanya untuk meyakini kepada dirinya sendiri bahwa sejak usia lima tahun ia sudah mengenal baik lagu-lagu Frank Sinatra, Matt Monroe, Perry Como, Andy Williams, Tom Jones, Tony Bennet, Conny Fransis, Elvis Presley, John Denver dan tentu saja The Beatles. Dan semua itu masih diingatnya sampai sekarang. Ayahnya sering memutar koleksi piringan hitam sambil bermain gitar dan bernyanyi. Sementara kami, anak-anaknya, mendengar dengan riang dan terkagum-kagum. Saat menjelang waktu shalat tiba, ibu akan bercerita tentang pedihnya siksa api neraka apabila kita lalai menjalankan shalat dan malas mengaji. Dan nikmatnya surga sebagai balasan orang-orang yang menjalankan perintah agama. Yang juga selalu teringat dalam kenangan masa kecilnya yaitu setiap kali ibunya menyiapkan sarapan pagi bagi anak-anaknya sebelum pergi  sekolah. Selalu teriring cerita tentang hebat dan mulianya akhlak Rasulullah SAW. Yang membuat saat-saat menunggu sarapan sebagai saat-saat yang menyenangkan penuh emosional.

    Persoalannya kemudian imajinasinya berkembang Beyond she’s age. Selalu ada sesuatu yang kurang ketika teman-teman seusianya asyik bermain boneka, rumah-rumahan, atau petak umpet. Ia tidak pernah merasa enjoy,  tidak pernah merasa puas. Kalau sudah begitu, ia lebih suka mengurung diri di dalam rumah mendengarkan lagu-lagu kegemaran ayahnya. Membiarkan angan-angannya menerawang jauh melintasi savanna di Eropa, sahara di Afrika, laut yang membentang luas, gedung-gedung opera dan ladang-ladang pertanian yang luas seperti di dalam lagu-lagu country. Dan di semua tempat itu ia akan menari-nari sambil berlari-lari, menyatu dengan keindahan alam dan lagu. Imajinasinya semakin membuncah-buncah. Tapi sedetik kemudian, api amarah dalam dadanya bergemuruh. Air matanya tiba-tiba menetes, emosinya mulai gelisah ketika kilasan tayangan di televisi memberitakan pemboman di Libya dan keberanian Jendral Khadafi menantang si congkak Amerika. Sorot mata pemuda-pemuda Palestina akan kezaliman Israel yang penuh kebencian, kematian presiden Anwar Sadat oleh Ikhwanul Muslimin yang disambut suka cita kakak-kakaknya, vonis mati Salman Rusdie oleh Imam Khomeini ….ah ia memejamkan mata, “Ya Rasul, aku rindu padamu. Aku ingin tertidur sambil memegang ujung jubahmu di padang savanna. Atau berjalan beriringan denganmu saat sinar matahari pagi jatuh di atas permukaan air sungai yang jernih seperti dalam lagu Jonh Denver dan bukan di tanah Afganistan  yang menyayat hati.” Ia mendengus, merintih …. dan sebelum sadar sesuatu yang salah bersemayam dalam dirinya, ia sudah tertidur pulas.

   Beranjak dewasa ia sudah mulai menutup auratnya. Ini penting, pikirnya. Ia tidak terlalu berpikir keras kenapa ia harus menutup auratnya, just taken for granted. Ia yakin Tuhan tahu yang terbaik bagi hamba-Nya, karena Dia yang menciptakannya. Tapi kemudian sisi narsisnya muncul juga. Satu hal yang tentu ia benci, karena ia tahu, satu butir zarrah kesombongan akan menghambatnya masuk surga.

     Pernah suatu kali dalam perjalanan Bandung-Jakarta, ia mendengarkan musik pop Amerika klasik sambil membayangkan pemandangan sawah dan gunung yang dilaluinya sebagai panggung musik Broadway, dimana ia menjadi bintangnya. Ha….ha… suatu imajinasi yang konyol sekaligus indah. Bahkan ia berani bersumpah, tak ada satu orangpun dalam mobil itu yang aktifitas imajinya sehebat ia. Hanya saja ia merasa sesuatu yang berkembang dalam pikirannya butuh justifikasi. Semacam pembenaran, karena jauh dalam lubuk hatinya angan-angan yang kadang tak terkontrol melalang buana, akhirnya bermuara pada Tuhan. Selalu pada Tuhan. Karena keindahan suasananya begitu sempurna. Dan bukankah kesempurnaan hanya milik Tuhan. Pastilah ada penjelasan yang masuk akal mengenai hal ini. Mungkin itu sebabnya, ia kemudian tertarik mempelajari ilmu filsafat.

     Berada di lingkungan filsafat, mempertemukannya pada Faya. Sosok perempuan luar biasa. Kegelisahannya sedikit terobati, pada akhirnya. Ia selalu mengindentifikasikan dirinya dengan orang lain. Tak heran bila sejak bertahun lalu, ia selalu kesulitan bersosialisasi. Berbeda dengan Faya. Ia seperti menemukan dunianya. Sama-sama selalu berimajinasi dengan musik. Menyukai sesuatu yang complicated. Memiliki selera yang sama dalam memilih pria. Semua sama? Tidak, ada yang lebih gila dari Faya yang tidak dimilikinya. Faya menguasai hampir sebagian besar kitab-kitab Arab klasik, sementara ia……..buta.

      Faya menilai dirinya sebagai orang yang sangat menghargai waktu Ia hanya terkekeh. “Dari mana kamu menilai saya begitu?”
       “Ada tiga pengalaman manis yang cukup untuk menilai kamu seperti itu.”
        “Pengalaman? Pengalaman apa?”

    Pertama katanya, suatu waktu sepulang kuliah, kami naik mobil angkutan kota. Dan ketika sampai di perempatan lampu merah, mobil yang kami tumpangi berhenti di belakang tiga mobil lainnya. Sementara untuk melanjutkan perjalanan, kami harus berganti mobil yang hanya berjarak dua puluh meter dari lampu merah. Waktu itu ia menghitung perbandingan lamanya waktu antara menunggu lampu hijau dengan segera turun dari angkot dan berjalan untuk naik ke mobil berikutnya. Ternyata menurutnya menunggu lampu hijau menyala memerlukan waktu jauh lebih lama. Kemudian ia mengajak Faya segera turun dan berjalan sepanjang dua puluh meter karena menurutnya, hal itu akan lebih menghemat waktu.

    Pengalaman kedua, ketika bermaksud mengunjungi salah seorang teman yang sakit. Untuk menuju rumahnya, kami harus melewati pemakaman umum. Dan ketika kami berada di tengah pemakamam itu, tiba-tiba secara spontan saya teringat cerita tentang kecemburuan orang yang sudah mati kepada orang yang masih hidup. “Tentu saja cemburu.” kata Faya.

   “Ya, bayangkan, bagi orang yang sudah mati, untuk dapat mengucapkan Alhamdulillah saja lebih baik daripada dunia dengan seisinya.”

      “Ya, itu benar.”

    “Ya, seharusnya setiap detik yang kita lalui, kita isi dengan dzikir, sebelum semuanya menjadi sia-sia.”

      “Ha..ha….” Faya tertawa sambil mendorong punggungku.

      “Dan bagaimana dengan pengalaman ketiga?”

    “Hmm…. kamu ingat ketika kamu bilang dari sekian kumandang adzan yang kamu dengar, hanya kumandang adzan dari stasiun TVRI saja yang kamu suka. Aku tanya apa yang kamu suka dari kumandang adzannya? Kamu jawab karena hanya kumandang adzan orang Mesir itu yang selalu menjadi panggilan kematian bagi kamu!”

    “Ha! Itu kutipan kalimat Rabi’ah al-adawiyah. Baginya, panggilan adzan bagai seruan kematian. Dan aku belum pernah merasakan sedahsyat itu.”

    “Persoalannya, mengapa yang kamu ingat dari seorang Rabi’ah hanya     masalah kumandang adzan itu? Tidak dalam hal lain?”

    “Aku tidak tahu.”

    “Ya itulah masalahnya, kamu ngerti kan maksudku?

     Dan ia hanya terdiam.

    “Bagus juga jadi orang yang menghargai waktu. Tapi kuharap kita bisa lebih smart dalam segala hal.” Tiba-tiba pandangan Faya jauh menerawang.

    “Cobalah lebih fleksibel kalau berhadapan dengan Tuhan. Kamu tahu, para sufi berjalan di atas kepala naga dalam menuju Tuhan, dan para ahli hukum itu berjinjit ketika menuju Tuhan hanya karena takut akan ada semut yang terinjak.”

   Ia memandang Faya cukup lama, dan mata Faya tetap menerawang, ”Kamu tahu Salman al Farisi?”

    ”Ya, kenapa?”

    ”Simak saja cara dia berhubungan dengan Tuhan.”

  Setelah percakapan itu, ia lama tak bertemu Faya lagi. Ya, bagaimanapun hidup akan selalu berubah. Dunia kita, lingkungan kita, perasaan kita, emosi kita, dan tentu saja pikiran kita. Tapi fase perjalanan hidupnya dengan Faya, sedikit banyak telah membuat persoalan dalam dirinya serasa menemukan sebuah titik terang. Sampai akhirnya ia bertemu dengan seorang pria yang kemudian kini jadi suaminya.

   Entah kenapa ia begitu memujanya. Sampai ia sedikit khawatir akal sehatnya akan sirna. Ia seperti menemukan dunia kedua setelah hilangnya Faya. Tapi kemudian, ini menjadi pergulatan kecemasan yang berkepanjangan dan membuat jauh dari dirinya sendiri. Ia tak lagi bisa berpikir ”smart” dan rasional dalam hal ini. Setiap detik, menit dan jam harus selalu bermakna bagi suaminya. Dan ia benar-benar tersiksa. Dengan Faya, semuanya terbingkai dalam persahabatan. Sehingga ia bisa sesukanya memanfaatkan waktu dengan kreativitas. Seseorang juga tidak akan terlalu risau, bila suatu saat kehilangan sahabatnya. Sementara dengan suaminya, semuanya terbingkai atas nama cinta, dengan keterbatasan kreativitas. Aturan cinta begitu jelas, begitu gamblang. Melalaikan waktu satu atau dua jam akan membuatnya tersisih dari cinta, dari asmara dan tentu saja, dari keintiman. Ia akan sangat merana bila kehilangan cinta. Rupanya bingkai inilah yang kadang semakin memperparah keanehan imajinasinya.

  Angan-angannya tetap menjelajahi savanna hingga sahara, dan musiknya tetap mengiringi setiap jengkal langkahnya di udara. Tapi cinta selalu menarik kembali tangan dan kakinya untuk mengisi tiap detik dan menit dengan sesuatu yang bermanfaat dan bermakna. Terkadang kalau sudah sampai titik kulminasi tertentu, ingin rasanya ia menukar isi kepalanya dengan perempuan-perempuan lain di lingkungannya yang cukup bahagia dengan melakukan segala rutinitas kesehariannya tanpa merasa bersalah dan tersiksa bila tiga atau empat jam di hari ini berlalu begitu saja dengan kekosongan atau kehampaan. Tapi kenapa ia akan dihantui rasa bersalah bila mengalaminya.

    Kemudian bila suasananya mulai terkendali dan tenang, ia akan kembali bangga dengan penjelajahan imajinasinya. Sambil sedikit tersenyum kecut bahwa bukankah semua ini pantas disyukurinya. Atau mungkin pernyataan Rene Descartes sedikit memberikan justifikasi bahwa kita semua mempunyai gagasan yang sempurna. Menyatu dalam gagasan itu adalah fakta bahwa wujud sempurna itu pasti ada. Sebab wujud yang sempurna tidak akan sempurna jika ia tidak ada. Pun kita akan memiliki gagasan tentang entitas yang sempurna jika tidak ada entitas yang sempurna. Dan akhirnya kesempurnaan keindahan yang selalu diimajinasikannya pastilah ada, ya pastilah ada. Hal ini melambungkannya kembali akan sosok Faya.

  Saat suaminya menciumnya dengan lembut, selalu ada yang menyejukkan perasaan bila bibir itu menyentuh dirinya. Ia begitu mencair. Dan setiap hal itu terjadi, sebagian dari keindahan imajinasinya mengungkap ke alam nyata. Seolah ia mencapai titik terang yang selalu dikejarnya. Dalam beberapa saat ia kadang-kadang tercengang-cengang sendiri ketika merasakan pengalaman masa inkubasi jiwa dari gagasan imajinasinya beralih menjadi benar-benar berwujud nyata. Dan inkubasi itu dilalui dari dari pergulatan yang sengit antara menjadi istri yang shaleh dan sempurna dengan menjadi perempuan anggun yang menari-nari di atas kepala naga. Kini ia mulai memahami bagaimana keindahan yang diimajinasikannya dapat berubah menjadi nyata, sangat nyata. Inkubasi itu berubah tangga yang menjulang ke atas hingga mencapai langit ke tujuh. Inilah perjuangannya menekan seluruh keberadaan jiwanya ke titik nol. Karena hanya dengan meniadakan keakuan sajalah ia dapat melihat perwujudan semua gagasannya. Setidaknya pria yang kini sangat dicintainya menjadi anak tangga pertama yang akan didakinya untuk meraih salah satu bulu dari ujung sayap malaikat yang akan menunggunya di langit ke tujuh sana. Ia yakin betul di atas sana, ketika semua anak tangga ia daki, seluruh gagasannya betul-betul nyata dan sangat sempurna, indah luar biasa.

Ia bersujud di depan suaminya, mencium kakinya. “Ya Rasul, tak usah dikau risau menyuruh seorang perempuan bersujud di kaki suaminya, karena hati seorang perempuan yang dipenuhi gagasan cinta dan keindahan akan selalu melihat Tuhan di setiap ruang dan masa.”

 

*Cerpen karya Yanti Muchtar dari majalah Alia edisi Mei 2007

June 10, 2008

Alasan Membuat Blog

Filed under: Tahukah anta

Assalamualaikum… apa kabar semuanya ?

Selamat berjumpa lagi dengan saya, hanafi. Bagaimana dengan iman kalian semua? Semoga kalian semua kawan-kawanku dan para pengunjung blog ini dalam keadaan sehat dan iman yang sehat juga ya. Wah sudah lama saya tidak bertegur sapa dengan kawan-kawan sekalian. Beberapa waktu terakhir ini saya memang sedang disibukkan dengan beberapa kegiatan, sehingga saya belum sempat untuk menulis dan meposting di blog ini. Namun pada akhirnya saya kangen juga untuk menulis. Sebab ibarat badan yang tidak pernah digerakkan untuk olah raga maka badan akan terasa kaku. Jadi jika saya tidak menulis rasanya otak menjadi beku.. emoticon. Ok. Saya tidak akan berpanjang lebar. Saya hanya akan menulis kenapa sih saya rela menulis dan meposting blog yang syarat akan muatan agama. Di blog ini ada satu komentar “apakah pernah berbuat salah (tepatnya sih “apakah hanafi pernah berbuat salah”) sampai-sampai ada yang berkomentar seperti itu dari salah seorang pengunjung blog ini. Saya jadi merasa tujuan penulisan dan penyusunan blog ini mesti saya postingkan. Sebenarnya saya pernah menyinggung hal ini di postingan “Assalamualaikum Saudaraku”.

Alasan pertama, karena keadaan tertentu saya menulis hal-hal yang berkaitan dengan agama. Sebab saya rindu akan seseuatu yang pernah saya dapatkan. Saya haus dengan pengalaman ruhaniah yang pernah saya alami. Dan saya ingin menuliskan apa yang pernah saya dapatkan dan pahami. Tapi bukan berarti saya adalah manusia yang tidak pernah berbuat salah. Saya harus mengakui dengan ‘jujur’ (sebelum nanti hal ini dipertanyakan di mejelis pengadilan kelak, maka saya belajar untuk berkata jujur) bahwa saya adalah orang yang sangat-sangat dipenuhi dengan segala macam kesalahan dan dosa. Hal inilah yang menjadikan semacam benteng agar saya tidak lebih banyak lagi berbuat dosa. Paling tidak mengurangi. Contoh dosa kecil misalnya memandang wanita cantik di jalan tanpa berkedip. Nah itu kan sudah dosa mata. Walau hanya dosa kecil namun tidak berarti tidak berpotensi menjadi dosa besar. Ingat, kobaran api yang besar berawal dari sebuah percikan api yang kecil.

Alasan kedua kenapa saya menulis hal-hal yang berkaitan dengan agama dan iman, saya ingin berbuat baik dan berbagi untuk semua orang. Supaya dosa-dosa saya terbayarkan dengan kebaikan-kebaikan yang saya buat. Di internet –hampir semua orang tahu- banyak sekali aktivitas-aktivitas on line di dunia maya yang menyebabkan dosa. Situs-situs gelap (porno-red) sering sekali menjadi situs yang paling sering dikunjungi oleh semua kalangan. Di kantor, di rumah, di kampus, di sekolah, dikolong-kolong jembatan –jika ada warnet atau hotspot yang buka di kolong jembatan- apalagi di warnet. Ibaratnya siapa sih orangnya yang tidak pernah membuka situs-situs yang berbau fulgar seperti itu. Dari semua pengguna internet di seluruh dunia banyak sekali orang yang sering berselancar di situs-situs seperti itu. Bahkan bukan hanya situs, namun sudah sampai ke percakapan-percakapan porno, gambar-gambar porno, chatting- chatting porno, janji-janji porno sampai ke pertemuan-pertemuan (bahasa kerennya nge-date). -Saya jadi teringat dengan postingan sahabat saya Landy yang menceritakan bahwa sekarang anak-anak muda kita sudah mempertontonkan sebagian bahkan seluruh anggota badannya melalui web camera dengan lawan bicaranya- Kita masih ingat ketika banyak artis kita yang diisyukan melakukan adegan-adegan fulgar dan dipublikasikan di internet. Entah itu memang merupakan tindakan (konyol) atau kejadian yang sebenarnya atau hanya merupakan rekayasa tekhnologi saja. Yang jelas hal ini sudah menjadi semacam trade mark bahwa adegan tonton mempertontonkan lekuk tubuh manusia tanpa pakaian sudah bukan barang asing lagi. Dan celakanya dunia internet bisa di akses oleh semua kalangan. Laki-laki, wanita, tua, muda, kakek-kakek, nenek-nenek, orang kota, orang desa, pelajar, mahasiswa, orang umum bisa mengakses dengan mudah gambar-gambar fulgar tersebut. Bahkan saat ini disebabkan kemajuan tekhnolgi bukan hanya sekedar gambar mati/photo tapi gambar bergerak alias film/video porno pun sudah bisa di donwload dengan mudah. Ah celaka memang. (Ya Allah.. dunia sudah hampir kiamat rupanya-makanya cepetan banyak-banyakin bekal buat persiapan emoticon)

Selain situs-situs porno, yang tak kalah serunya (lho! kok seru) situs-situs perjudian pun banyak sekali beredar di dunia tanpa batas ini. Di dunia barat sana bahkan situs-situs perjudian sudah digarap dengan sangat profesional. Mereka meraup keuntungan jutaan dolar tiap harinya dengan memberikan penawaran-penawaran yang sangat menggiurkan kepada pengguna internet. Padahal yang namanya menang dalam berjudi seperti fatamorgana yang senantiasa merayu dan menggoda setiap orang. Kalaupun ada hanya segelintir orang saja yang mendapatkannya, jika dibandingkan dengan keuntungan bandar-bandar judi on line maka tidaklah seujung kuku jari. Nah kenyataan yang ada seperti inilah yang menjadikan saya tergiur, tergoda, terpikir dan bersemangat untuk membuat blog yang isinya tentang agama dan iman. Paling tidak saya berharap ada satu atau dua diantara pembaca yang tegerak hatinya untuk mengambil kebaikan dari apa yang saya posting di blog ini. Saya berharap Allah akan membukakan hati satu atau dua dari pembaca yang berkunjung ke blog ini. Maka untuk lebih membuat suasana lebih menyentuh hati, saya pasang backsound murottal al-quran di blog kesayangan saya ini. Mungkin saja ada orang di belahan dunia lain sana (maksudnya di luar negeri ) yang ngerti atau berusaha memahami bahasa Indonesia, jadi terpikat dengan Islam. (Saat ini dari statistik trafik yang saya peroleh minimal ada 4000an pengunjung blog ini yang berasal dari 76 negara). Wah saya sangat berharap itu. Atau mungkin dari kawan-kawan saya yang sama-sama suka ngeblog jadi tergerak hatinya untuk melakukan hal yang sama dengan yang saya lakukan. Saya bukanlah yang pertama untuk menulis postingan-postingan mengenai agama dan iman. Namun dalam islam sangat dianjurkan untuk saling berlomba-lomba dalam kebaikan. “Fastabikhul khoirot” Jadi tidak ada istilah plagiat dalam menganjurkan kebaikan. Bahkan itu adalah perintah agama. Maka jika ada yang meng copy-paste kan tulisan-tulisan di blog ini saya persilahkan tanpa dipungut biaya. Saya mengikhlaskannya dengan penuh kesungguhan. Karena saya juga rupanya melakukan hal yang sama. emoticon.

Tapi tidak semua tulisan-tulisan di blog ini hasil dari copy paste. Banyak juga yang merupakan tulisan-tulisan saya sendiri. Walau tulisan-tulisan saya masih jauh sekali untuk dikatakan sebagai tulisan yang baik. Saya sendiri kurang tahu tulisan yang dikatakan baik itu seperti apa. Yang penting tetap menulis dan semua yang pernah terlintas di kepala bisa dibaca sendiri dan orang lain. Mudah-mudahan tidak timbul riya’ dalam diri saya jika ada yang berkomentar tulisan saya bagus, atau puisi saya bagus. (Eh sebentar… sebentar.. ada nggak ya yang memberikan komentar seperti itu? Hehe…)

Yang ketiga, saya ingin menyalurkan ide dan kreativitas dalam menyusun sebuah blog. Karena saya sudah tertarik dengan blog sejak saya mulai sering menggunakan layanan internet. Siapa tahu kedepan saya bisa lebih maju lagi untuk membuat sebuah website. (Mudah-mudahan) Doakan ya para pembaca sekalian. Terus terang saya sering mencuri curi ilmu dari para blogger. Bagaimana cara membuat sebuah blog saya pun berguru dengan para blogger dengan diam-diam. Walaupun blog ini menurut saya masih biasa-biasa saja dan masih banyak kekurangannya. (Untuk hal ini saya ucapakan terima kasih khususnya kepada wawazawa, fathih suhud, dan masih banyak lagi para pebloger yang lain) karena dari mereka-merekalah saya mandapatkan ilmunya . Juga tidak lupa kepada wirda yang pertama kali memperkenalkan saya tanpa sengaja dengan layanan blog ini (blogsome). Bagi saya blogsome cukup mudah untuk digunakan. Apalagi sekarang untuk membuat sebuah website tidak memakan waktu yang lama seperti jaman dulu. Dulu untuk pembuatan sebuah website bisa memakan waktu berbulan-bulan. Sekarang tidak lagi, hanya dengan hitungan jam bahkan menit kita sudah bisa membuat website. Hal ini dimungkinkan dengan adanya CMS (Content Management System) Aplikasi pembuat website instan semacam mamboo, joomla sudah banyak sekali digunakan orang. Eh siapa tahu ada kawan-kawan di sini yang minta tolong sama saya untuk membuatkan website. Ayo …ayo silahkan pesan… emoticon

Yang keempat, nah yang ini penting, jika ada umur panjang saya ingin meninggalkan blog ini kepada keturunan saya. :D Biar nanti untuk urusan update meng update mereka yang meneruskan. Tentunya dengan konsep dan konten yang sama. Biar mereka bisa belajar sedikit demi sedikit memahami pentingnya waktu buat mereka. Dan bahwa kita selalu hidup berdampingan dengan orang lain dan membutuhkan interaksi baik sosial maupun agama, baik itu di dunia nyata ataupun di dunia maya. Saya rasa untuk berbuat kebaikan tidak terikat dengan waktu dan tempat. Di mana dan kapan saja kita bisa berbuat baik. Walaupun sedikit asal kita bisa memanfaatkan dan mengambil kesempatan, kita bisa melakukannya. Kita bisa belajar sedikit demi sedikit. Nah blog adalah sarana untuk kita bisa berinteraksi degan orang lain di internet. Kita bisa mengisinya dengan muatan-muatan positif yang bermanfaat untuk diri sendiri dan orang lain. Saya dapat membayangkan hanya karena membaca sebuah blog yang isinya positif mampu merubah seseorang dan banyak orang. Mampu merubah pola pikir, kebiasaan, perilaku dan amal seseorang. Jika saja ada satu orang yang berubah menjadi baik disebabkan tulisan kita maka sungguh itu satu hal yang sangat membahagiakan diri kita. Memang tidak melulu dengan sebuah tulisan kesan yang didapatkan akan selalu baik. Tergantung kita cara menyampaikannya dan bagaimana orang menerimannya. Terkadang tulisan yang bermaksud baik pun belum tentu diterima orang lain dengan baik pula. Buktinya di blog ini ada komentar-komentar yang kurang sesuai dari maksud tulisan itu sendiri.  Walaupun sebenarnya mendapatkan sebuah komentar yang baik juga bukan tujuan dari sebuah tulisan di blog ini. Apalah gunanya sebuah komentar yang memuji tulisan-tulisan di blog ini  kalau ternyata malah menimbulkan kesombongan dan bangga diri di dalam diri penulis. Namun setidaknya kita sudah berusaha menyampaikan sesuatu yang baik lewat tulisan. Dan blog bukanlah satu-satunya cara untuk merubah sebuah keadaan. Blog hanya lah sebuah alat dan sarana pelengkap. Masih ada cara lain yang lebih penting dan krusial untuk memperbaiki keadaan. Pada jaman nabi pun belum ada blog. Toh tanpa blog pun nabi mampu merubah dunia. Hanya saja jika di internet banyak orang yang menggunakan blog untuk berbagai macam kepentingan baik itu positif maupun negatif kenapa kita tidak bisa menggunakannya untuk sesuatu yang baik.
Memang perlu penanganan yang serius untuk memaksimalkan mafaat sebuah blog. Kalau sesuatu yang baik itu bisa diwariskan kepada keturunan kita, kenapa tidak? Yang jelas waktu terus berjalan dan sedetikpun kita tidak bisa menghentikannya.emoticon

April 3, 2008

Bahayanya Dunia

Filed under: Tahukah anta

Rasulullah Saw. bersabda bahwa pada hari kiamat sebagian orang akan dibangkitkan dengan amalan shaleh yang banyak seumpama gunung-gunung di jazirah Arab, tetapi mereka akan dicampakkan ke dalam neraka Jahanam. Seseorang bertanya, “Ya Rasulullah, apakah mereka ini orang-orang yang mengerjakan shalat?” Rasulullah saw. menjawab, “Ya, mereka mengerjakan shalat, berpuasa, bahkan tahajjud, tetapi salah satu bentuk dunia (seperti uang atau kemuliaan dunia) datang ke hadapan mereka, maka mereka terjun untuk menggelutinya (tanpa memperdulikan halal atau haram).”

Isa a.s. berkata bahwa cinta kepada dunia dan cinta kepada akhirat tidak akan bisa bersatu dalam satu hati, ibarat air dan api tidak dapat bersatu dalam wadah yang sama.

Rasulullah saw. bersabda, “Selamatkanlah dirimu dari dunia yang merupakan ahli sihir yang lebih dahsyat dari Harut dan Marut.”

Suatu ketika Rasulullah saw. bertanya kepada para sahabat r.a.hum, “Siapakah di antara kalian yang menghendaki Allah swt. Menghapuskan kebutaanya dan membukakan mata hatinya supaya mudah memperoleh pelajaran? Siapa yang tamak pada dunia dan menaruh angan-angan panjang terhadapnya, maka sejauh itulah Allah swt. Akan membutakan hatinya. Dan siapa yang tidak berminat pada dunia, dan meringkaskan cita-citanya dari dunia maka Allah swt. akan mengaruniakan ilmu tanpa ia mempelajarinya, dan memperlihatkan jalan tanpa mendapat bimbingan dari penunjuk jalan. Tidak lama lagi akan datang manusia yang memegang kerajaan dengan pembunuhan dan akan memerintah secara zhalim. Mereka akan mengumpulkan harta yang banyak dengan bakhil dan kebanggaan. Disebabkan mengikuti hawa nafsu, hati manusia akan menaruh cinta kepadanya. Siapa yang hidup pada jaman itu dan bersabar atas kesempitannya, padahal dia mampu menjadi orang kaya, dan dia menahan permusuhan dengan manusia, padahal dengan dengan mengikuti hawa nafsunya mereka dapat menarik hati orang-orang awam, dan bertahan dalam kehinaan walaupun mereka mampu memperoleh kemuliaan dari orang awam dengan mengikuti pendapat mereka, tetapi orang ini menahan semua itu semata-mata karena Allah, maka dia mendapat pahala seperti 50 orang shiddiqin.”

Suatu ketika harta yang banyak telah sampai kepada Rasulullah saw. dari Bahrain. Ketika kaum Anshar (yang berkebutuhan) mengetahuinya, maka mereka datang beramai-ramai ketika shalat Shubuh tengah berlangsung. Melihat orang banyak itu Rasulullah saw. tersenyum lalu berkata, “Aku rasa kalian mendapat berita tentang kedatangan harta itu, oleh karena itu kalian beramai-ramai datang ke mari.” Mereka menjawab, “Benar ya Rasulullah, itulah sebabnya kami datang.” Rasulullah saw. bersabda, “Aku hendak memberi kamu berita gembira. Tidak lama lagi akan wujud harta yang banyak. Percayalah bahwa benda yang kamu gemari itu (harta) akan menjadi milikmu dengan kadar yang sangat banyak. Aku tidak khawatir kamu menderita kemiskinan dan kesempitan hidup. Tetapi aku khawatir dunia akan berlimpah pada kalian sebagaimana dunia berlebihan pada orang-orang sebelum kamu. Aku khawatir nanti kamu juga akan memberi ruang dalam hatimu untuknya sebagaimana mereka telah memberi ruang untuknya dalam hati mereka dan disebabkan oleh itu ia memusnahkan kamu sebagaimana ia telah memusnahkan mereka.”

Di dalam hadits yang lain Rasulullah saw. bersabada, “Perkara yang aku sangat takutkan padamu ialah nanti Allah Swt. membuka bagimu keberkahan bumi.” Seseorang bertanya, “Ya Rasulullah, apa itu keberkahan bumi?” Rasulullah saw. menjawab, “Gemerlapnya dunia yang menarik hatimu.”

Abu Darda r.a. meriwayatkan sabda Rasulullah saw., “Jika kamu dapat mengetahui apa yang aku ketahui, niscaya kamu akan sedikit tertawa dan banyak menangis dan dunia akan menjadi hina dalam padanganmu dan kamu akan mengutamakan akhirat.” Kemudian Abu Darda r.a. berkata, “Jika sekiranya kamu dapat mengetahui apa yang aku ketahui, niscaya kamu akan lari ke hutan sambil menangis menjerit-jerit dan meninggalkan harta benda kamu tanpa dijaga. Tetapi dari hatimu, ingatan kepada akhirat sudah hilang dan angan-angan dunia berada di hadapanmu dan dunia menjadi pengawal amalanmu. Keadaanmu seolah-olah tidak tahu apa-apa. Oleh karena itu, sebagian orang di kalanganmu sudah menjadi lebih parah dari pada hewan yang tidak pernah  meninggalkan hawa nafsunya dan tidak takut akan akibat buruknya. Apakah yang terjadi pada kalian sehingga kalian tidak saling menyayangi satu sama lain, tidak saling menasihati antara yang satu dengan yang lain? Padahal kalian merupakan saudara seagama. Hanya saja hawa nafsumu menghalangimu supaya tidak dapat bersatu padu. Jika kalian berkumpul untuk tujuan agama dan keperluan agama, niscaya kaitan di antara kalian akan menjadi lebih kuat. Apakah sudah berlaku pada kalian, yaitu pada urusan-urusan dunia kalian saling menasihati, tetapi dalam urusan agama kalian tidak saling menasihati. Kalian tidak berusaha untuk menasihati orang-orang yang kalian sayangi agar mementingkan amalan akhirat, tidak berusaha menasihati mereka untuk kerja-kerja akhirat. Ini hanya disebabkan kurangnya iman dalam hati kalian. Jika kalian memilki keyakinan kepada kebaikan dan keburukan akhirat seperti kamu yakin kepada kebaikan dan keburukan dunia, maka sudah pasti kamu akan lebih mengutamakan akhirat. Amalan akhiratlah yang lebih diutamakan oleh kalian. Jika sekiranya kalian memberikan alasan dengan mengatakan bahwa keperluan-keperluan dunia adalah mendesak dan segera dan tidak boleh ditangguhkan, sedangkan keperluan akhirat masih jauh, maka hendaklah kalian berpikir dengan mendalam, berapa banyak kerja-kerja dunia yang kalian lakukan walaupun hasilnya tidak segera. Kalian sudah menjadi kaum yang begitu mundur sehingga tidak sanggup menguji taraf keimanan sendiri.”  

Baca kelanjutannya……. >              

Besarnya Rahmat dan Ampunan Allah Swt.

Filed under: kisah2 keimanan
Suatu ketika seorang penguasa yang zhalim yang memerintah di Bukhara sedang mengendarai kudanya. Lalu ia melihat seekor anjing kotor menggigil kedinginan. Ia merasa iba kemudian menyuruh pembantunya untuk membawa anjing itu ke rumahnya dan merawatnya hingga ia kembali dari perjalanannya. Setelah itu ia melanjutkan perjalanannya dan kembali pada sore harinya.

Setibanya di rumah, ia mengambil anjing itu dan menambatkannya di sudut rumahnya, kemudian memberinya makanan dan minuman, kemudian menyuruh pembantunya agar memijat anjing itu, meminyakinya dan menyelimutinya agar terlindung dari udara dingin. Ia juga menyalakan api agar anjing itu merasa hangat dan nyaman. Dua hari kemudian penguasa zhalim itu meninggal dunia.

Seseorang lelaki shaleh yang mengetahui kekejaman dan kezhaliman penguasa itu, melihatnya dalam mimpi. Ia bertanya kepadanya, “Bagaimana keadaanmu?”

Penguasa itu berkata, “Aku dihadapkan kepada Allah Swt, dan Dia berkata kepadaku, “Kamu adalah seekor anjing (karena kezhalimannya) dan Kami telah memberi karunia kepadamu (ampunan berkat belas kasihmu) kepada seekor anjing.’ Kemudian Allah dengan rahmat-Nya yang tidak terbatas, mengambil semua kekejaman dan keburukanku dan meletakkannya ke atas orang lain.” (Musamiraat)  

Tidak terhingga karunia Allah, Dialah Raja Penguasa bagi seluruh orang yang bermurah hati kepada yang lain. Tidak ada seorangpun yang dapat mengetahui hakekat keluasan rahim-Nya. Mungkin dengan kehendak-Nya, Dia mengaruniakan keselamatan kepada seseorang karena ridha atas keterlibatannya dalam perbuatan baik walaupun kecil. Oleh karena itu kita mesti mencari ridha-Nya setiap saat, tanpa memandang remeh kepada suatu kebaikanpun. Karena manusia tidak pernah tahu, yang mana dari perbuatannya yang dapat membuat Allah menyukainya.

March 22, 2008

Faedah Menahan Lapar

Filed under: Tahukah anta

Pernahkah anda suatu ketika merasakan lapar yang amat sangat? Atau anda saat ini sedang dilanda kesulitan hidup serba kekurangan sehingga terpaksa makan satu kali sehari dan anda jarang merasa kenyang dan terlalu sering kelaparan. Atau anda memang merupakan orang yang gemar berpuasa dan menahan lapar. Terlepas bagaimana keadaan anda, tahukah anda bahwa menahan lapar banyak sekali mendatangkan manfaat. Baik manfaat jasmani maupun manfaat rohani.

Imam Ghazali rah.a. berkata bahwa menahan lapar mengandung sepuluh faedah, yaitu :

Pertama, mudah memperoleh kebersihan hati, menjadi cerdas dan terbuka mata hati. Sebab apabila seseorang itu makan kenyang, maka ia akan malas dan cahaya hatinya akan hilang. Otaknya dikuasai sejenis demam yang berpengaruh ke hati. Pemikirannya menjadi lemah. Bahkan jika seorang anak-anak biasa makan kenyang, maka daya ingatnya menjadi lemah, dan daya nalarnya akan berkurang.

Abu Sualaiman Darani rah.a. berkata, “Biasakanlah dirimu menahan lapar, karena dengan menahan lapar itu nafsumu akan terkawal, hatimu menjadi lembut, dan ilmu langit akan didapat.”

Syibli rah.a. berkata, “Satu hari yang di dalamnya aku menahan lapar semata-mata karena Allah, maka dalam hari itu aku memperoleh satu pintu i’tibar dan hikmah pada diriku.” Inilah sebabnya Luqman al Hakim menasihati anaknya, “Wahai anakku, apabila perut seseorang itu penuh, maka pemikirannya akan tertidur, hikmahnya menjadi bisu, dan anggota-anggota badannya menjadi malas untuk beribadah.”

Abu Yazid al Bustami rah.a. berkata, “Lapar adalah seperti awan. Apabila seseorang itu lapar, maka awan itu akan menurunkan hujan hikmah ke dalam hatinya.”

Kedua, hati menjadi lembut dan mudah terpengaruh dzikir dan amal shalih lainnya. Biasanya, walau pun seseorang itu berdzikir dengan tawajjuh, tetapi hatinya tidak dapat merasakan kemanisan dzikir tersebut dan tidak terpengaruh olehnya. Apabila keadaan hati seseorang itu lembut, maka akan merasakan kemanisan dzikir, juga akan terasa olehnya kelezatan doa dan munajat. Abu Sulaiman Darani rah.a. berkata, “Aku merasakan ibadahku yang paling lezat ialah ketika perutku menyentuh pinggangku disebabkan kelaparan yang amat sangat.” Junaid Baghdadi rah.a. berkata, “Seseorang yang meletakkan sebungkus makanan antara dadanya dan Allah Swt., bagaimana ia akan memperoleh kemanisan bermunajat kepada Allah Swt?”

Ketiga, memperoleh sifat tawadhu dan rendah diri. Kesombongan yang merupakan puncak kedurhakaan dan kelalaian akan lenyap, karena nafsu tidak dapat dijaga ketat, kecuali dengan menahan lapar. Manusia tidak dapat melihat kemuliaan dan kehebatan Rabbnya, selama ia tidak melihat aib dan kehinaan nafsunya sendiri. Seseorang itu hendaknya sering menahan lapar, agar dapat bertawajjuh kepada Rabbnya dengan penuh semangat. Inilah sebabnya mengapa ketika Allah Swt. menawarkan kepada Rasulullah saw. untuk menjadikan bukit di Makkah menjadi emas, maka Rasulullah saw. menyatakan, “Tidak, aku ingin makan sehari dan lapar pada hari berikutnya, agar pada hari aku mengalami lapar, maka aku dapat bersabar dan meminta kepada-Mu dengan merendahkan diriku di hadapan-Mu; ketika aku makan, aku dapat bersyukur kepada-Mu.”

Keempat, mendatangkan sifat tidak melupakan orang lain yang terkena musibah kesusahan atau kelaparan. Orang yang makan kenyang, tidak akan dapat sedikit pun merasakan atau membayangkan apa yang dialami oleh orang-orang miskin yang kelaparan.

Nabi Yusuf a.s. pernah ditanya, “Khazanah bumi ada di dalam genggaman tuan, mangapa tuan masih menahan lapar?”

Beliau menjawab, “Aku takut jika perutku kenyang, lalu aku melupakan orang-orang yang lapar.”

Seseorang yang lapar dan haus maka ia dapat memperbaharui ingatannya mengenai kelaparan dan kehausan di hari Kiamat. Mudah mendatangkan rasa rakut kepada azab Allah Swt. dan mudah mengingat hari yang ketika itu ia akan merasakan kelaparan yang sangat dahsyat, lalu ia diberi makanan (buah yang penuh duri dan pahit) yang akan tersangkut di kerongkongannya serta diberi minum darah dan nanah dari luka-luka para penghuni neraka.

Kelima, yang terpenting yaitu akan selamat dari perbuatan dosa. Sebab perut yang kenyang adalah puncak syahwat, sedangkan lapar dapat menghancurkan segala jenis syahwat. Orang yang dikuasai nafsunya adalah orang yang malang. Kuda yang liar dan sulit diatur hanya bisa dikendalikan jika ia dibuat lapar. Jika ia banyak makan dan minum, maka ia sulit diatur. Demikian juga nafsu.

Seorang ahli wara’ ditanya, “Dalam usia yang sangat tua ini, mengapa anda tidak manjaga kesehatan tubuh (dengan memakan makanan yang menyehatkan badan)?” Ia menjawab, “Nafsu bergerak cepat ke arah syahwat. Aku khawatir, ia akan menjeratku dengan dosa. Sebab itulah aku lebih suka memberikan kesusahan kepadanya daripada ia menjeratku dengan perbuatan dosa.”

Aisyah r.ha. berkata, “Permulaan bid’ah kaum muslim setelah Rasulullah saw. wafat ialah makan kenyang. Apabila perut manusia penuh (kenyang), maka nafsu mereka menuju ke arah duniawi.”

Faedah yang dibahas ini bukanlah satu faedah saja, tetapi mengandung kumpulan banyak faedah. Faedah yang terendah ialah dapat meninggalkan syahwat kemaluan dan berkata sia-sia. Inilah satu-satunya penyebab manusia selamat dari mengumpat, berdusta, mencela dan mengadu domba. Apabila makan kenyang, maka hati manusia pun ingin banyak bicara. Dan ketika ia banyak bicara, maka ucapannya biasanya akan menyinggung kehormatan orang lain. Rasulullah saw. bersabda bahwa kebanyakan manusia akan masuk neraka karena menyalahgunakan ucapannya. Begitu juga syahwat kemaluan, ia akan membinasakan manusia. Hal itu sudah jelas dan tidak perlu diuraikan lagi.

Apabila perut manusia kenyang, maka sukar untuk menjaga hawa nafsu kemaluan; jika ada rasa takut kepada Allah, maka manusia akan dapat menjaga kemaluannya. Namun dosa pandangan mata akan terjadi, sedangkan Rasulullah saw. bersabda bahwa pandangan mata pun berzina, sebagaimana kemaluan berzina. Dan andai pun ia dapat menjaga pandangan matanya, namun hal itu tetap terlintas dalam fikirannya, sehingga dapat menghilangkan kemanisan bermunajat kepada Allah. Terkadang, khayalan jahat ini terlintas ketika shalat.

Pembahasan lidah dan kemaluan di sini hanya sekedar contoh. Sebenarnya, dosa semua anggota tubuh adalah berasal dari makan kenyang.

Keenam, apabila makan kurang, maka tidurpun akan kurang, sehingga memudahkan bangun malam. Seseorang yang makan kenyang, maka ia akan merasa haus, dan jika ia banyak minum air, maka ia akan tidur nyenyak. Masyaikh berkata, “Jangan banyak makan, nanti banyak minum air. Apabila banyak minum air, akan banyak tidur dan lebih lama, sehingga merugikan diri sendiri.”

Tujuh puluh orang ahli hikmah sepakat, bahwa apabila banyak minum air, maka tidur pun akan lebih lama. Dan jika tidur lebih lama, maka sebagian usianya akan habis begitu saja. Kehilangan shalat tahajjud adalah suatu kerugian yang diakibatkan oleh tidur lama. Apabila tidur lama-lama, maka badan akan menjadi lemas dan malas, dan hati akan berkarat. Jika ada isteri, maka akan terjadi hadats besar. Jika mandi besar pada masa tahajjud, maka waktu akan habis begitu saja.

Ketujuh, kemampuan untuk beribadah akan datang dengan mudah. Apabila makan kenyang, maka akan datang kemalasan sebagai pengahalang ibadah. Untuk urusan makan saja, memerlukan waktu yang lama. Jika makanan itu harus dimasak, diperlukan waktu yang lebih lama lagi. Setelah makan perlu membasuh tangan, mencukil gigi, bangun berulang kali untuk minum. Untuk hal-hal tersebut, telah menghabiskan waktu begitu saja. Jika masa-masa itu digunakan untuk mengingat Allah dan mengerjakan ibadah-ibadah yang lainnya, maka betapa besar manfaat yang akan diperoleh.

Sirri Saqti rah.a berkata, “Aku melihat al Jurjani sedang makan tepung goreng saja. Aku bertanya mengapa ia hanya memakan tepung goreng. Ia menjawab, “Setelah aku hitung waktu untuk mengunyah dan menelan setiap makanan itu, ternyata dalam waktu tersebut bisa untuk membaca Subhanallah sebanyak 70 kali. Oleh karena itu sejak 40 tahun, aku tidak makan roti lagi, karena untuk mengunyah dan menelannya, memerlukan waktu yang lama.”

Pada hakikatnya setiap pernafasan manusia adalah sangat berharga dan perlu dijaga untuk simpanan di akhirat. Caranya hanyalah dengan menggunakan masa hidup ini untuk berdzikir dan ibadah lainnya. Disamping itu apabila banyak makan, maka wudhu akan mudah menjadi batal, dan sering buang air. Akibatnya, seseorang tidak akan dapat duduk lama di dalam masjid, dan akan sering keluar masjid untuk buang air atau berwudhu. Barangsiapa biasa menahan lapar, maka mereka akan mudah berpuasa, beri’tikaf, senantiasa menjaga wudhu, menghemat waktu makan, dan untuk ibadah lainnya. Jadi betapa banyak faedahnya, dan hal ini hanya akan didapatkan jika mengurangi makan. Barangsiapa lalai dan tidak menghargai agama, maka mereka tidak akan menghargai masalah ini. Mereka berpuas hati dengan kehidupan dunia yang fana ini dan tidak mengetahui apa itu akhirat.

Kedelapan, dengan mengurangi makan, akan mendapatkan kesehatan tubuh. Kebanyakan penyakit berasal dari banyak makan. Apabila banyak makan, maka lemak akan berkumpul di dalam usus dan urat, akibatnya timbul bermacam-macam penyakit, sehingga terhalang untuk beribadah, dan hati senantiasa gelisah, sehingga menghalangi dzikir dan fikir. Di samping itu, perlu makan obat, terpaksa berpantang, harus menemui dokter, memeriksa tekanan darah, memeriksa tinja. Pendek kata, mereka akan terperangkap dalam banyak peraturan akibat banyak makan dan tentu karena masalah-masalah ini memerlukan banyak uang. Belum lagi, kesusahan dan penderitaannya. Hanya orang yang dapat menahan laparlah yang selamat dari musibah ini.

Dikisahkan, bahwa suatu ketika khalifah Harun al Rasyid rah.a. mengumpulkan empat pakar orang tabib. Yang pertama dari Hindustan, yang kedua dari Rum, yang ketiga dari Iraq, dan yang keempat dari Sawad. Dia berkata kepada keempat tabib tersebut, “Beritahukanlah kepadaku suatu obat yang tidak membahayakan sedikitpun.” Tabib Hindustan menjawab, “Menurut saya obat yang tidak berbahaya adalah Ihlailaj Aswad.“ Tabib Rum menjawab, “Saya rasa obat itu ialah Habbur Rasyadul Abyadh.” Tabin Iraq menjawab, “Pendapat saya, air panaslah yang tidak membahayakan apa-apa.” Tabib dari Sawad menjawab, “Semua itu salah. Ihlailaj Aswad akan mengacau perut, dan ia sendiri merupakan puncak dari segala penyakit (dan menurut Maulana Muhammad Zakariyya rah.a. zat itu akan membahayakan jantung) dan air panas akan mengendurkan perut.” Ketiga tabib itu berkata, “Sekarang, beritahukanlah obat apa yang tidak membahayakan sedikitpun.” Tabib dari Sawad menjawab, “Janganlah makan selama tidak sangat lapar atau sangat ingin makan. Dan berhentilah makan ketika masih ingin makan.” Maka ketiga tabib itu pun sepakat.”

Rasulullah saw. bersabda bahwa sebaiknya sepertiga bagian perut diisi dengan makanan, sepertiga diisi dengan air, dan sepertiga lagi dibiarkan kosong untuk udara. Ketika hadits ini didengar oleh seorang hakim filsafat, ia terperanjat dan berkata, “Aku tidak pernah mendengar perkataan yang demikian tepat dan baik untuk mengurangi makan, hingga hari ini, sebagaimana ucapan ini.” Tidak ragu lagi bahwa ini adalah kata-kata ahli hikmah.”

Kesembilan, mengurangi makan dapat mengurangi pengeluaran uang. Banyak makan menyebabkan banyak pengeluaran. Untuk menanggung perbelanjaan yang membengkak, terpaksa harus mencari pendapatan tambahan, baik dengan cara yang dibenarkan syari’at ataupun meminta-minta kepada orang lain.

Seorang ahli hikmah berkata, “Kebanyakan keperluanku telah aku sempurnakan dengan cara meninggalkannya. Dengan cara demikian aku merasa tenang dan tawajjuh.” Seorang ahli hikmah lainnya berkata, “Untuk menunaikan satu keperluan, jika perlu aku harus berhutang. Oleh karena itu aku berhutang pada nafsuku dengan cara memahamkan kepada nafsuku, bahwa nanti aku akan membayar hutangku itu kepadamu. Yakni keinginan nafsuku ketika itu aku biarkan sebagai hutangku padanya, dan aku akan membayarnya lain waktu.”

Apabila Ibrahim bin Adham rah.a. memerlukan sesuatu, maka ia akan memulai mengutuknya dan menghibahkan kepada kawan-kawannya, bahwa ia sudah memutuskan hubungannya dengan benda itu.

Penyebab terbesar kebinasaan seseorang itu ialah tamak terhadap dunia. Tamak berasal dari perut dan kemaluan. Kekuatan kemaluan juga disebabkan oleh ketamakan perut. Jika seseorang mengurangi makan, ia akan selamat dari musibah ini. Hanya orang yang dikaruniai taufiq oleh Allah sajalah yang bernasib baik.

Kesepuluh, mengurangi makan akan menyebabkan banyak bersedekah, mengutamakan orang lain, berkasih sayang, dan hemat makanan, karena kurang makan akan memudahkan seseorang untuk bersedekah kepada anak yatim, fakir miskin, dan yang ditimpa bencana. Inilah di antara bekal yang akan menjadi naungannya pada hari Kiamat. Rasulullah saw. bersabda, “Manusia akan berada di bawah naungan sedekahnya pada hari Kiamat. Jika seseorang banyak makan, maka setelah berubah menjadi najis (tinja), akan terkumpul di tempat busuk. Sedangkan yang tersimpan di khazanah Allah akan berguna selama-lamanya. Sedangkan yang menjadi najis akan musnah. Sabda Nabi saw. sebelumnya, yaitu manusia banyak mengatakan, “Hartaku, hartaku….. .” Padahal harta yang sebenarnya hanyalah tiga hal saja, yaitu: (1) yang telah ia selamatkan melalui sedekah; (2) yang telah habis ia makan; dan (3) yang telah dipakai sampai usang. Selain dari tiga hal itu, harta adalah milik orang lain dan ahli warisnya, dan ia sendiri tidak memilki apapun di dalamnya.

Di samping itu masih banyak keutamaan sedekah, dan sepuluh manfaat mengurangi makan telah dibahas secar ringkas. Setiap faedah itu mengandung banyak faedah-faedah yang lain. (Ihya)

Perlu diperhatikan satu hal yaitu tidak diragukan lagi bahwa semua kelebihan ini adalah benar. Barangsiapa yang diberi taufiq oleh Allah Swt. untuk mengamalkannya, tentu ia adalah orang yang sangat beruntung dan dapat menikmati kebahagiaan dunia dan agama, serta memperoleh derajat yang tinggi di sisi Allah di akhirat kelak.

Namun sangat perlu diperhatikan dan dipertimbangkan mengenai kemampuan seseorang untuk menahan lapar. Jangan sampai seperti ‘burung gagak yang mencoba menjadi itik lalu melupakan kepandaiannya sendiri.’ Ketika seseorang mencoba untuk mendapatkan yang lebih, mungkin ia akan kehilangan sesuatu. Ia mampu untuk mendapat sesuatu, walaupun dalam keadaan yang serba kurang. Oleh karena itu, walaupun harus memberi semangat kepada orang lain dalam masalah ini, namun berusahalah untuk memotivasi diri sendiri dengan mengamalkannya sebatas kemampuan. Jika orang sakit harus mengangkat beban yang berat, maka ia akan lebih cepat mati. Sedangkan kita adalah penderita penyakit rohani. Rohani kita telah dimatikan oleh jasmani dan anggota badan. Oleh sebab itu, dangan keinginan, usaha, semangat, dan kesungguhan demi kesehatan, hendaklah kita tidak sekali-kali melakukan perbuatan yang memperburuk keadaan kita, di mana hal itu sudah terjadi sekarang.

Imam Ghazali rah.a. berkata, “Hendaknya kebiasaan mengurangi makan dilakukan secara perlahan-lahan. Orang yang biasa banyak makan, kemudian tiba-tiba ia harus mengurangi makan, maka ia tidak akan dapat bertahan. Ia akan menjadi lemah dan bertambah susah. Karena itu dengan perlahan-lahan dan mudah, hendaknya perkara ini dilaksanakan. Misalnya, jika seseorang biasa makan dua piring roti, maka dari satu piring roti ia kurangi sepersepuluhnya setiap hari, sehingga ia terbiasa mengurangi separuh makanan dalam masa satu bulan (jika sukar untuk mengurangi sepersepuluhnya, maka dikurangi seperempat puluhnya)

Demikianlah manfaat dari menahan lapar, sangat besar dan sangat berfaedah. Setelah memahami perkara ini apakah kita pantas untuk berkecil hati dan putus asa serta selalu mengeluh jika di meja makan kita tidak tersedia sedikitpun makanan untuk dimakan. Mungkin setelah mempelajari dan memahami perkara ini anda akan semangat untuk berpuasa dan menahan perut anda dari masuknya makanan yang berlebihan. Serta anda menjadi lebih bersabar lagi menghadapi cobaan hidup yang serba kekurangan. Yakinlah bahwa Allah tak akan akan menyia-nyiakan kita sebagai hamba-Nya yang dikasihi. Semoga Allah Swt. senantiasa memberikan taufiq-Nya kepada kita semua sehingga kita mampu mengamalkan perkara ini. Dan semoga Allah Swt. senantiasa mengampuni saya yang penuh dengan dosa.

March 20, 2008

Mari Kita Berdoa Untuk Saudara-Saudara Kita

Filed under: coretan hati

Ya Allah, berilah hidayah pada kami dan hidayah pada seluruh manusia, dan jadikanlah kami asbab (hidayah) bagi siapa yang Engkau beri hidayah. Ya Allah, berilah hidayah pada manusia dan jin, dan jadikanlah kami asbab bagi siapa yang Engkau beri hidayah. Ya Allah, jadikanlah kampung kami ini seperti kampung Madinah Al Munawarah pada zaman Rasulullah saw.. Ya Allah jadikanlah masjid-masjid kami seperti masjid Nabawi di zaman Nabi saw.. Ya Allah, jadikanlah rumah-rumah kami seperti rumah-rumah para sahabat Radhiyallahu’anhum. Ya Allah, jadikanlah lelaki-lelaki kami seperti lelaki-lelaki para sahabat, jadikanlah wanita-wanita kami seperti wanita-wanita para sahabat, dan jadikanlah anak-anak kami seperti anak-anak para sahabat. Ya Allah, jadikanlah mereka hafizh-hafizh Qur’an, ulama-ulama yang mengamalkan ilmunya, wajahnya putih bercahaya, dan da’i-da’i (penyeru manusia) kepada agama-Mu diseluruh alam.


Ya Allah, pergunakanlah (pilihlah diri) kami, dan pergunakanlah bapak-bapak kami, ibu-ibu kami, anak-anak lelaki kami, anak-anak perempuan kami, saudara-saudara lelaki kami, saudara-saudara perempuan kami, kawan-kawan kami, ustadz-ustadz kami, kerabat-kerabat kami, masyaikh-masyaikh kami, ulama-ulama kami, umara-umara kami, dan seluruh penduduk kampung kami, serta manusia-manusia dan jin-jin di lingkungan kami untuk meninggikan kalimah-kalimah-Mu dan menghidupkan sunnah nabi-Mu, Muhammad saw. yang saling menyayangi (satu hati), saling membantu, saling mencintai, dan saling tolong menolong. Ya Allah, peliharalah kami seperti terpeliharanya seorang bayi. Ya Allah, berilah kami pertolongan sebagaimana pertolongan yang diberikan kepada Muhammad saw. dan para sahabatnya.


Ya Allah, pergunakanlah diri kami dan keluarga serta penduduk kampung-kampung kami untuk berkhidmat kepada agama-Mu dan untuk usaha Rasul-Mu, dan matikanlah kami dalam keadaan Engkau ridha kepada kami dan tanpa kemurkaan-Mu. Jadikanlah akhir dari ucapan kami yaitu ucapan syahadat “Laa ilaaha illallaah Muhammadur Rasulullah”. Ya Allah berilah pertolongan kepada orang-orang yang sedang keluar di jalan-Mu pada setiap tempat. Ya Allah, satukanlah hati-hati kaum mukminin, satukanlah barisan mereka, satukanlah perkataan-perkataan mereka atas kebenaran, wahai Yang Maha Mulia. Ya Allah, berilah kami rasa aman dari segala ketakutan kami dan tutupilah aib-aib kami.” (lihat doa selengkapnya)


Ini adalah penggalan dari sebuah doa yang panjang, doa yang begitu menggetarkan hati yang keluar dari hati seorang yang alim dan risau atas agama dan keadaan ummat saat ini. Doa dari lidah seorang yang menginginkan kebaikan atas ummat ini, menginginkan keadaan menjadi lebih baik dalam diri orang-orang islam dan ummat di seluruh alam. Doa yang selalu dipanjatkan setiap saat ketika bergerak untuk menegakkan kalimat suci yang agung dari Dzat yang Maha Pencipta dan Maha Rahim. Doa diantara ribuan doa yang dipanjatkan oleh ummat islam sebagai hamba Allah yang memilki segala kelemahan, doa orang-orang yang ikhlas membela agama Allah tanpa pamrih tanpa mengharapkan pujian dan ketenaran. Doa dari seseorang yang selalu ingin menjadi baik di mata Allah Sang Penguasa Alam, doa dari seseorang yang selalu merisaukan iman dan amal, doa dari lisan yang selalu terjaga dari perkataan yang sia-sia, doa dari mata yang selalu menundukkan pandangan dari segala sesuatu yang bukan haknya, doa yang selalu disertai dengan air mata dan rintihan di pangkuan Rabb Yang Maha Pengasih dan Penyayang, doa yang terlupakan dari sekian doa yang selalu kita panjatkan, doa dari seseorang yang selalu menginginkan agama dan syariat ditegakkan ke atas muka bumi, doa dari hati yang khusyu’ dan memiliki ketakutan atas Allah dan azab api neraka, doa dari seseorang yang mengharapkan jannah sebagai tempat terbaik dari segala apa yang terbaik di dunia ini. Doa dari kekasih-kekasih Allah yang selalu mengharapkan keridhaan Ilahi dan menjadikan sunnah nabinya menjadi pegangan hidup. Doa dari orang-orang yang siap dihantar ke mana saja di dunia ini dan meninggalkan anak dan istrinya serta dititipkan kepada Allah dan Rasulnya demi mengemban tugas mulia yakni meninggikan kalimat iman. Doa dari orang-orang yang mencintai perjuangan dan mati dalam penuh keridhaan untuk berjumpa dengan kekasihnya Allah Swt..


Saudaraku, sudah banyak kita memanjatkan doa, namun dari sekian doa yang kita panjatkan apakah sudah terpikir untuk mendoakan orang lain bahkan semua manusia atau bahkan jin sekalipun seperti doa di atas. Apakah ada di antara kalimat-kalimat yang keluar dari bibir kita mengharapkan kebaikan dan kesejahteraan buat orang lain. Apakah pernah terbetik di dalam hati kita untuk memikirkan orang lain. Apakah pernah kita merisaukan agama kita. Apakah pernah kita mengaharapkan iman dan amal kita serta seluruh manusia menjadi baik. Dan apakah kita pernah tahu bahwa ada orang-orang yang dengan ikhlas dan begitu merisaukan keadaan kita dan selalu mendoakan agar diri kita selamat dari api neraka. Apakah kita pernah tahu bahwa berpikir sesaat untuk agama Allah lebih baik dari ibadah sunat 60-70 tahun. Apakah kita pernah tahu bahwa di pundak-pundak kita juga Allah sematkan tanggung jawab yang besar terhadap agama dan keadaan orang lain termasuk diri kita dan keluarga kita. Apakah kita pernah tahu bahwa satu lembar rambut kepala istri kita, saudara-saudara wanita kita, ibu kita, anak-anak perempuan kita, yang nampak oleh lelaki lain yang bukan muhrim beresiko azab 100 tahun api neraka. Apakah kita paham bahwa dengan meninggalkan satu sholat wajib maka sudah pantas bagi kita berdiam di lembah neraka selama 1 huqub yang lamanya adalah 80 tahun akhirat. Apakah kita pernah tahu bahwa jika kita meninggalkan tanggung jawab agama maka doa-doa kita tidak akan di dengar oleh Allah Swt, Rabb semesta alam. Sudahkah ada pada diri kita kerisauan semacam ini. Sungguh, jika kita paham akan hal ini maka kita tidak akan sempat merasakan lezatnya makanan yang ada di meja makan kita sebagaimana Nabi kita, Muhammad saw. yang selalu merisaukan diri kita hingga air mata meleleh ketika menjelang ajal karena merisaukan keadaan ummatnya. Apakah kita pernah tahu bahwa kalimat yang keluar dari manusia paling mulia ketika naza adalah “ummati.. ummati, an-nisa…an-nisa, assholat….assholat”.


Sudah semestinya kita merenungkan dan memikirkan keadaan diri kita dan keadaan lingkungan di sekitar kita. Bukankah manusia paling baik yang hidup di muka bumi adalah manusia yang selalu berusaha memberikan manfaat dan kebaikan bagi orang lain. Bukankah manusia yang paling mulia adalah manusia yang memilki keihlasan dalam memperjuangkan keselamatan diri dan orang lain. Sudahkan kita memikirkan hal ini dan berusaha selalu mendoakan tetangga-tetangga kita, saudara-saudara kita dan semua manusia? Dan sudahkah kita untuk berusaha melakukan hal itu semua? Sudahkah 24 jam waktu kita sehari sebagian kita gunakan untuk menunaikan tanggung jawab ini? Sudahkah kita berkunjung ke tetangga-tetangga kita untuk mengajak kepada kebaikan dan keselamatan dengan mentaati Allah Swt.. Sudahkah kita pernah menegur kepada salah satu keluarga kita, anak-anak kita, adik-adik kita, kakak-kakak kita jika mereka dengan sengaja melalaikan dan meninggalkan sholat. Sudahkah di rumah kita hidup suasana agama dan amal serta keimanan sebagai pondasi paling utama dalam membangun sebuah rumah tangga. Sudahkah bacaan Quran dijadikan sebagai hiasan utama di rumah-rumah kita. Sudahkah anak-anak kita fasih melafazkan huruf-huruf Quran. Sudahkah ada dalam diri kita semangat untuk bersedekah seperti yang ada dalam keluarga Syaidina Ali karomallahu wajhah, yang dengan sukarela memberikan roti makanan mereka satu-satunya kepada fakir miskin walau mereka dalam keadaan sangat lapar. Sudahkah setiap malam dari sebagian malam kita, kita pergunakan untuk bermunajat dan menangis mendoakan diri kita dan anggota keluarga kita. Dan apakah kita pernah membayangkan jika saja di setiap rumah-rumah orang islam selalu dipanjatkan doa untuk kebaikan diri dan orang lain. Jika saja hampir 200 juta orang islam yang ada di negara kita mau saling mendoakan satu sama lain, mendoakan kebaikan bagi saudara muslimnya dan ummat manusia. Apakah Allah Swt. akan berpaling dari diri kita jika kita mau saling mengajak kepada kebaikan. Berapa besar potensi kekuatan doa-doa kita. Pernahkah terbayangkan dalam benak kita jika satu doa yang makbul yang Allah terima memilki daya kekuatan jauh lebih dahsyat dari 1000 hulu ledak nuklir. Pernahkah terbayangkan dalam pikiran kita jika satu doa kita yang Allah terima akan mendatangkan hidayah dan menjadikan kebaikan yang ada di muka bumi dan merubah keputusan Allah dengan qudrat-Nya dan kuasa-Nya untuk menghindarkan diri kita dari segala macam mara bahaya. Pernahkah kita memikirkan hal ini. Atau bahkan kita tidak pernah berpikir sama sekali akan perkara ini karena kita selalu disibukkan dengan urusan kita masing-masing yang membuat kita kelelahan sehingga kita malas untuk memikirkannya.


Betapa pentingnya perkara ini untuk kita buat dengan segala kesungguhan sehingga Allah Swt. memerintahkan kita untuk berdoa dengan jaminan diterimanya doa-doa kita. Betapa kita bisa lihat bahwa kita selalu dilanda bencana dan musibah. Saat ini kita merasa bahwa bumi ini sudah tidak bersahabat lagi dengan kita karena tanah yang subur ini telah terlalu sering mengirimkan bencana demi bencana. Sadarkah kita bahwa itu semua akibat ulah dan perbuatan manusia. Sadarkah diri kita bahwa kita kebanyakan saat ini telah menduakan Allah Swt. sebagai satu-satunya yang pantas dan berhak untuk kita sembah dan tempat kita bergantung. Sadarkah kita saat ini bahwa kebanyakan orang islam telah kehilangan iman dan amal. Sadarkah kita saat ini bahwa kita sudah terlalu banyak mencintai dunia sehingga Allah enggan merubah keadaan kita dan selalu menegur kita dengan musibah. Saat ini segala macam bentuk kemaksiatan dan kemungkaran selalu nampak di depan mata kita. Apakah kita sudah terlalu lelah dan jenuh sehingga keyakinan telah lenyap dari diri kita bahwa kita mampu untuk merubah keadaan. Apakah kita hanya pasrah tanpa berbuat apa-apa untuk kebaikan dan membiarkan diri kita, keluarga kita dan orang lain yang ada di sekitar kita berkubang lumpur dosa. Atau bahkan kita sudah tidak memilki rasa kasih sayang kepada orang lain sehingga kita selalu memikirkan diri sendiri.


Seandainya saja diri kita ini semua mau bersatu padu dan satu hati dengan membuat satu perkara penting dalam kehidupan kita untuk saling mengajak kepada kebaikan dan ketaatan kepada Allah Swt. dan selalu berdoa dengan kesungguhan maka Allah akan merubah keadaan kita. Pasti Allah akan memberikan kebaikan dan merubahnya asal diri kita mau bersatu dan bersungguh-sungguh. Lihat saja di sekeliling kita, banjir maksiat dan kemungkaran sudah nampak di depan mata dan ada di mana-mana. Jutaan orang islam serempak dan sepakat untuk meninggalkan sholat. Jutaan orang islam melakukan zina, ghibah, fitnah, sumpah palsu, sogok dan suap ada di mana-mana. Anak-anak sekolah berkelahi, merampok, mengkonsumsi narkoba dan minuman keras. Pembunuhan dan pembantaian di mana-mana. Perampasan hak dan barang milik orang lain bukan hal yang aneh lagi. Apakah pantas kita berdiam diri melihat keadaan ini semua. Apakah pantas kita berpangku tangan melihat saudara kita melakukan kemungkaran sementara kita tengah berasyik-masyuk dengan kesibukan kita mencari dunia. Marilah kita berpikir sejenak. Renungkan dengan hati yang dalam. Jika kita tidak berbuat sesuatu untuk memperbaiki keadaan kita sekarang ini, maka nantinya kita sendiri yang akan merasakan akibatnya. Berbagai macam musibah yang menimpa kita saat ini adalah karena diri kita sendiri yang telah terlalu banyak menyimpang dan melanggar perintah-perintah Allah. Sudah semestinya kita berbuat sesuatu untuk memperbaiki keadaan. Belajarlah dari kalimat-kalimat doa di atas, syukur-syukur kita mau melakukan hal yang sama dengan mendoakan satu sama lain dengan bermunajat kepada Allah mengaharapkan rahmat dan ampunan-Nya. Mari kita siapkan waktu kita dan sisingkan lengan baju. Jangan ragu dan jangan malas. Tak ada ruginya bagi kita jika kita berbuat baik sedikit saja untuk kebaikan banyak orang. Mari kita sama-sama berdoa dan memohon kepada Allah seperti doa di atas. Semoga Allah senantiasa memberi kita kekuatan untuk melakukan hal ini.

January 26, 2008

Permohonan Kepada Rasulullah (Review)

Filed under: coretan hati

Beberapa bulan yang lalu saya pernah menulis sebuah tulisan berbentuk puisi. Berkaca-kaca mata saya ketika menuliskan itu. Ide dari tulisan ini berawal ketika saya melihat sebuah situs tentang kejadian-kejadian yang ada di muka bumi ini. Trenyuh hati saya melihat gambar-gambar yang ada di situs itu. Dalam hati saya berbisik, kenapa ada manusia sejahat itu. Di situs itu saya melihat bagaimana jahatnya manusia memakan bayi. Tentang kejamnya pasukan amerika yang menyiksa dan membantai pasukan irak di kamp tahanan tanpa perikemanusiaan. Dan masih banyak lagi kejadian-kejadian yang terekam dalam bentuk gambar yang saya ingat dan menyedihkan hati saya. Dan jelas semua itu saya tidak bisa melupakan begitu saja. Dari situlah saya terbersit untuk sekedar menuliskan apa yang ada di dalam hati saya setelah melihat gambar-gambar itu. Lalu saya memabayangkan kondisi dan keadaan manusia yang hidup di jaman yang serba modern seperti sekarang ini. Lalu saya membayangkan jika saja saya hidup di jaman Nabi. Atau jika saja Nabi masih hidup sekarang ini, saya akan memohon kepada beliau yang mulia dan tinggi kedudukannya di sisi Allah SWT agar mau mengembalikan keadaan sebagaimana manusia hidup di jaman beliau masih hidup. Ah… klise memang sepertinya. Tapi jujur tulisan itu adalah kata hati saya, dan dalam menulis itu saya tidak ada maksud untuk menyinggung sebuah golongan, kelompok atau organisasi. Tulisan itu bersifat umum dan untuk semua orang agar ada sedikit terbuka mata hati dan nuraninya. Betapa keadaan manusia sekarang ini sudah sedemikian jauh dari norma dan aturan agama. Manusia yang notabene dikatakan dan ditetapkan sebagai mahkluk yang paling baik dan paling sempurna. Saya hanya berharap agar dengan tulisan saya itu, paling tidak saya telah menunjukkan betapa menjerit hati saya dan sungguh saya berharap Allah SWT masih melimpahkan Rahmat dan Kasih sayangNya kepada kita semua agar nurani ini tidak dihapuskan dari dalam diri kita. Agar kita masih bisa disebut sebagai manusia dan hamba yang mulia kedudukannya, asal kita mau berpegang teguh pada akidah dan agama. Berikut saya posting ulang tulisan itu :

Permohonan Kepada Rasulullah  

Bersembunyi
di balik tirai tujuh lapis langit
Bercengkerama
Dengan bidadari
Di antara 70.000 gaun
Dan 70.000 wewangian surga

Merasakan kesegaran
Manisnya sungai arak dan madu
Mendengar merdunya suara gesekan daun surga
Adalah impian dan keghairahan

Layaknya
Kecintaan Saidina Abu bakar As shiddiq akan sunnah nabinya
Kecerdasan dan kedalaman fikir Saidina Umar Al faruq
Ketqwaan Saidina Ustman bin Affan
Ketajaman pedang Saidina Ali Karomallahu Wajhah
Menggetarkan 8 pintu surga

Layaknya
Uwais al Qarni
Seribu lautan tunduk diatas telapak kakinya
Seribu bumi mengalah
Terberai dengan
Kehalusan hati dan kecintaan akan pengabdian
Kepada ibunda tercintanya

Ternyata
Kecintaanku pada kehidupan sahabat
Tak tertahankan lagi
Kepada kehidupan orang-orang sholeh terdahulu
Yang telah mempersembahkan raga dan jiwanya
Semangat dan darahnya
Melumuri setiap nafas yang terhembus
Mencintai Rosulnya sepenuh hati
Dan mempersembahkan seluruhnya
Hanya kepada Allah

Melihat
Kehancuran bangsa bangsa yang di musnahkan
Yang di tenggelamkan layaknya ummat Nuh AS
Di goncang seperti ummat Luth AS, kaum Ad dan tsamut
Begitu dahsyatnya azab Allah
Mati sia sia dalam kedurhakaan
Kebinasaan dalam panasnya
Jutaan derajat api neraka yang menyala
Menggigil badan ini jika mengingatnya

Penyembahan
Kepada firaun dan hamman
Latta dan uzza
Sin dan ziggurat
Adalah kebodohan dan kedangkalan fikir
Kesombongan dan kekerdilan jiwa

Menolak keberadaan Allah SWT
Sebagai satu2nya yang berhak disembah
Sebagai satu2nya penguasa alam semesta
Yang menciptakan nya dalam enam masa
Adalah kebekuan dan kekerasan hati
Rasanya berjuta malaikat pun
Geram dan berhasrat untuk menghancurkannya

Kalau saja
Dan kalau saja Allah menghadirkan kembali
Ruh firaun kemuka bumi ini
dia pasti akan berteriak
Kepada seluruh manusia
Bahwa jalan yang telah di tempuhnya
Adalah kesesatan dan kegelapan
Bahwa nafsu telah menguasai semua tulang dan darahnya
Dan dia pasti saat ini tengah meraung dengan dahsyatnya
Menjadi bahan bakar api neraka yang hitam menyala
Azab yang tak berakhir sampai kapanpun

Dan kalau saja
Ibrahim AS dipersempatkan datang kembali
Seluruh manusia pun akan diperingatkannya
Bahwa kehidupan dunia adalah tipuan belaka
Bahwa kelezatan abadi adalah kehidupan setelah mati
Semua berasal dari tanah dan akan dibangkitkan kembali dari tanah
Betapa tidak berharganya dunia ini di sisi Allah
Rendah dan hina
Tidak pantas di sebandingkan
Walau dengan satu lembar daun surga sekalipun

Nyatanya
Saat ini pun kita telah melihat dan mendengar
Dengan dua mata dan dua telinga kita
Kebanyakan manusia terhempas
Terkalahkan oleh hawa nafsunya
Menyerah tanpa syarat
Mencintai kemewahan dan kemegahan
Melebihi kecintaan nya kepada Allah dan agamanya
Bahwa kemewahan dan kelezatan dunia
Adalah racun yang paling ganas
Lebih berbisa dari 1000 ular kobra sekalipun
Bahwa kemewahan dan kelezatan dunia
Adalah penipu yang paling ulung
Membuat hampir semua manusia tergila-gila kepadanya
Lalu dengan mudah dia mencapakkan manusia
Hingga manusia selalu berangan-angan untuk merebutnya kembali

Sesungguhnya
peradaban mesopotamia dan mesir kuno
Kaum Nuh dan negeri saba
Babylonia dan sumeria
Telah mengisyaratkan bahwa
Allah jauh lebih hebat dari apa yang telah mereka ciptakan

Barsesa mati dalam kekafiran
Qorun musnah tenggelam bersama harta yang dicintainya
Namruz binasa oleh seekor nyamuk betina
Ubay bin Khalaf hancur dengan sedikit luka di lehernya
Abu lahab dan istrinya menjadi penghuni neraka yg paling nista
Hingga bau busuk tubuhnya pun tercium oleh ahli neraka yang lain
Mereka adalah orang2 bodoh dan kalah

Duhai Rosulullah yang mulia
Yang keluhuran Ahklakmu
Mengalahkan ketampanan Yusuf AS
Hamba merasakan betapa pedihnya engkau saat ini
Bahwa ketika naza pun engkau selalu memikirkan
Dan mengkhawatirkan kami
Ketika tidurpun engkau menangisi kami
Apa yang engkau khawatirkan
Telah terjadi pada saat ini
Betapa kami terlalu mencintai dunia
Betapa kami menjadi budak harta dan hawa nafsu
Daripada sunnahmu yang agung
Daripada syariatmu yang suci
Kami sampai rela berbunuhan kepada saudara kami
Mata kami telah gelap saat ini
Hati kami tertutupi dan membeku
Kami rela berdebat dan berseteru dengan tetangga kami
Hanya karena sepotong sisa roti yang telah basi
Apakah keberkahan doamu belum sampai saat in
Tapi kami yakin bukan itu
Kami yakin kami sendirilah yang telah mengingkari
Kami tidak mentaatimu
Kami telah meragukan dan mendustaimu

Kalau begitu
Utuslah satu sahabatmu yang mulia
Abu Dzar Al-Ghifari atau Muadz  bin Jabbal
Atau siapa saja sahabatmu
Untuk mengajari kami
Bagaimana caranya kami menata hati dan pikiran kami
Agar tidak terlena dengan suasana dan keadaan saat ini
Agar amalan kami mendatangkan ruh dan hakekat
Agar amalan kami diterima dan menembus langit
Seperti yang telah mereka lakukan
Hingga dunia ini tunduk di bawah kaki mereka
Agar kami lebih mencintai satu huruf Quran
Dimalam yang gelap dan dingin
Daripada kecintaan kami kepada lelap dan istri kami
Agar kami mampu
Memandang Rabb kami sepuas-puasnya
Dengan mata hati kami
Agar lidah kami tak kelu
Untuk mengucap dzikir Subhanallah dan Allahu Akbar
Saat ini lidah kami terlalu keras dan kaku
Terlalu kenyal karena banyak makanan haram masuk ke dalam perut kami
Lidah kami saat ini
Menjadi senjata yang paling tajam dan ampuh
Untuk menghasut dan melempar fitnah saudara saudara kami
Bahkan kami saat ini
Mendapat nilai seratus dan sempurna untuk berghibah
Hingga kami mampu melakukannya hapal diluar kepala
Walau kami sedang mandi sekalipun

Badan kami telah berlumur dosa
Hingga dosa itu mengeras di kulit dan susah untuk dibersihkan
Kemaksiatan adalah pekerjaan kami sehari-hari
Tanpa perlu diminta dan disuruh
Kami dengan suka rela melakukannya
Kami begitu pandai dan lihai
Bahkan kami terlalu sering bersenda gurau dengan iblis dan pasukannya
Hingga kami tak mampu membedakan
Mana yang halal dan haram
Yang haram pun kami lahap
Yang halal kami bantah

Kami telah terpedaya
Oleh bujuk rayuannya
Kami adalah murid yang paling berprestasi
Dalam mata pelajaran mencuri, mabuk, berzina, membunuh,
Mengambil yang bukan hak kami
Bahkan kami sering merampas hak saudara-saudara kami
Kami sering mendapat acungan jempol oleh mereka
Karena perlakuan kami mirip dan serupa dengan mereka
Hingga mereka berlompat-lompat kegirangan
Kalau ada satu dari kami mati ditemani oleh mereka

Wahai Rosullullah Yang Mulia
Kami yakin engkau sedih saat ini
Mohonkan ampun untuk kami Ya Syaidul Ambiya
Dengan kebesaran namamu disamping Ars Allah yang Luas
Sebenarnya kami rindu kepadamu
Tapi kami ini adalah orang orang kalah
Kami ingin sekali mencintaimu
Tapi saat ini kami hanya mampu membuatnya dalam sepotong lagu
Tanpa kami tahu
Apa kami ini benar2 telah mencintaimu atau belum
Saat ini kami hanya pandai berkata-kata  tentang kebaikan
Tanpa kami mampu melakukannya sedikitpun
Dan jika kami mampu melakukannya pun
Tanpa disertai keihklasan, karena sifat ikhlas yang ada dalam diri kami
Telah lenyap dterjang badai riya dan ujub yang bertubi-tubi

Wahai Rosulullah yang Mulia
Yang ketinggian Akhlaqmu
Mampu menggetarkan langit dan mendatangkan hidayah
Kepada seorang pengemis yahudi yang buta
Saat ini ahklaq kami telah rusak
Terkoyak oleh panah dan pedang kepentingan dan hasrat
Kami tak kenal lagi dengan muamalah dan muasyarat yan telah engkau ajarkan
Sehingga kami lebih jago dalam berpolitik yang kotor
Politik yang selalu memberatkan kepentingan diri dan kelompok kami
Sampai sampai kami tak berdaya dan tak mampu lagi
Walau hanya sekedar memberikan semangkuk kuah sayur kepada tetangga kami
Bagi kami tetangga adalah musuh yang mesti kami waspadai
Sehingga pintu rumah kami selalu tertutup rapat
Bahkan kami pasang kunci berlapis lapis di pintu dan jendela rumah kami
Sehingga Rahmat Allah pun tak mampu menembusnya
Bahkan kami telah lupa dengan sedekah dan zakat
Yang menjadi hak tetangga-tetangga kami

Wahai Rosulullah yang Mulia
Kami yakin engkau sedih saat ini
Yang kesedihanmu mampu membuat semua malaikat menangis
Melihat tingkah laku kami
Yang nista dan hina dari hewan yang paling najis sekalipun di dunia ini
Utuslah kepada kami
Mushab bin Umair atau Abdullah bin Mas’ud
Atau siapa saja sahabatmu yang mulia
Agar dia mengajarkan kami
Karena kami tak pandai menegakkan sholat
Bahkan kami sering meninggalkan sholat
Juga bagaimana mendatangkan kekhusuan dalam sholat dan dzikir kami
Karena saat ini sholat kami hanyalah rutinitas yang tak memiliki arti
Bahkan saat ini kami pun tak paham apa arti sholat dalam diri kami
Sehingga sholat kamipun kami kerjakan dengan terburu-buru
Hingga sajadah di kaki kami
Tak berbekas atas rukuk dan sujud kami
Sholat kami tidak mendatangkan sifat taat dalam diri kami
Sholat kami tak mampu mencegah perbuatan-perbuatan buruk kami

Wahai Rosulullah yang Mulia
Yang sifat Al Amin dan amanah mu terukir dalam sejarah
Yang keluhuran budi pekertimu menjadikan 124.000 sahabatmu mencintaimu
Bahkan mereka mampu mencintai mu
Hingga tak rela sepotong duripun menancap dikakimu
Bahkan mereka rela mati di padang pasir yang panas
Mereka rela mati dalam peperangan dan tebasan pedang
Jika mereka punya seratus nyawa pun
Akan mereka korbankan semua nyawa mereka
Untuk berjuang menegakkan kalimah Laa ilaha illallah
Kecintataan mereka kepada sunnah mu sungguh mengagumkan
Hingga menggetarkan tembok benteng persia, romawi dan china
Kirimlah ruh-ruh mereka kepada kami
Karena kami saat ini tak memiliki ruh dan nurani
Karena saat ini kami tak mampu menahan lapar dan derita
Kami selalu memenuhi perut kami dengan makanan
Sehingga perut kami selalu dalam keadaan kekenyangan
Sehingga kami tak sanggup bangun menegakkan agamamu
Kami tak sebanding dengan mereka Ya Syaidul Ambiya

Wahai Rosulullah yang Mulia
Yang namamu memancarkan sinar ke seluruh alam semesta
Hingga Allah SWT pun memberi shalawat kepadamu
Hingga bapak seluruh manusia Adam AS pun bersyahadat atasmu
Kami ingin engkau hadir disisi kami
Hingga kami bisa sepuasnya mencurahkan perhatian kami kepadamu
Padahal makananmu hanyalah tepung yang kasar
Alas tidurmu hanyalah selembar kain yang usang
Sajadahmu yang hitam bekas sujudmu kepada Rabbmu
Harta kekayaanmu hanyalah sebuah lotta untuk wudhu
Tapi kedudukan mu termulia di antara seluruh mahkluk
Syafaatmu sangat dinantikan di padang mashyar

Duhai Rosulullah yang mulia
Lembah uhud dan padang badar
Telah menjadi bukti kesetiaan para sahabatmu
Kesabaran sebesar bumi dan ketabahan seluas lautan
Mendatangkan bantuan Allah dan ribuan malaikat
Memberikan kemenangan atas musuh-musuhnya
Dengan rintihan doa dan kebersamaan
Tapi kami saat ini ya Syaidul ambiya
Terpecah dan terberai layaknya ombak di pantai
Saat ini kami mudah sekali untuk dihancurkan
Mudah sekali untuk di lemparkan
Saat ini kepala kami yang diinjak dan kehormatan kami dihina
Sedangkan kami tak mampu berdoa untuk memohon bantuan Allah
Saat ini kami hanya mampu membaca doa dan menghapal doa
Doa kami telah kehilangan hakekatnya dan telah hilang kekuatannya
Seolah-olah Allah memalingkan wajahNya dari kami
Sehingga kami tak kuasa mengelak dari bencana dan musibah
Yang selalau mendera kami

Ya Rosulullah Yang mulia
Yang kedudukanmu disisi Allah begitu tinggi
Bantulah kami dengan doa engkau ya Rosul
Karena saat ini iman kami telah rusak dan cacat
Keyakinan kami telah terkoyak
Kami meyakini apa-apa yang nampak saja
Kami lebih meyakini apa yang kelihatan oleh mata kami
Kami meragukan keberadaan sorga dan neraka
Kami meragukan keberadaan shirot dan padang mashar
Mizan dan alam kubur
Kami lebih yakin dengan ramalan-ramalan
Kami lebih meyakini kebenaran berita di koran dari pada Qur’an
Kami ini adalah ummat akhir jaman yang telah engkau kabarkan
Keadaan kami engkaupun telah tahu
Betapa sedihnya engkau mengetahui keberadaan kami
Yang kejahilan kami menyamai dengan kejahilan orang-orang terdahulu
Kami ini selalu beramai ramai dalam bermaksiat  kepada Allah
Sehingga kebenaran tidak nampak di mata kami
Karena mata kami telah buta
Yang benar kami anggap salah dan kuno
Yang sesat kami anggap benar dan perlu kami contoh

Kami tahu bahwa engkau sedih ya Rosul
Tapi saat ini kami tak bisa berharap
Karena engkau telah tiada dan meninggalkan kami
Kami hanya bisa memohon
Ada satu diantara kami
Berpegang teguh pada agamamu yang suci
Yang mampu mengingatkan kami
Dan memberikan contoh kepada kami
Membimbing kami menuju jalanmu
Sebagai gerbong kereta terakhir yang membawa kami
Kepada keadaan yang lebih baik menuju sunnah dan syariatmu
Salam untuk engkau ya Rosul
Untuk keluarga dan sahabat-sahabatmu
Untuk mereka – mereka yang telah memperjuangkan agamamu
Semoga kubur engkau dan mereka
Di penuhi dengan cahaya dan rahmat
Hingga suatu saat nanti
Kami dapat berjumpa dengan engkau
Amin

July 11, 2007

Assalamu Alaikum Saudaraku Semuanya

 
Sudah tak terasa beberapa bulan saya belajar mencoba untuk menuliskan dan mempublikasikan beberapa uneg-uneg yang di dalam hati saya. Hingga akhirnya muncul beberapa tulisan saya di blog ini. Saya menyadari dengan sepenuhnya dengan menulis maka akan menyita waktu saya untuk menuangkan sekedar apa yang ada di dalam hati saya. Awal niat saya untuk mempublikasikan tulisan-tulisan tersebut sebenarnya hanyalah untuk menyalurkan semangat keagamaan saya (jika itu bisa disebut sebagai ghirah/semangat) karena semula saya tidak bisa menjumpai banyak orang untuk sekedar bicara mengenai agama di dunia nyata karena keterbatasan waktu saya dalam bekerja yang jelas menyita waktu saya. Alhamdulillah Allah Swt. Yang Maha Mulia memberikan waktu kepada saya untuk berjumpa kepada saudara-saudara muslim saya ketika saya berada di masjid atau ketika saya berada diluar kantor. Namun saya merasakan bahwa porsi waktu saya untuk berjumpa dengan saudara-saudara muslim saya masih terlalu sedikit jika dibanding dengan waktu saya bekerja. (Normalnya orang bekerja di kantor adalah 8 jam sehari, terkecuali saya, karena saya bekerja bisa lebih dari 8 jam sehari)  Beberapa kali saya menimbang dan berpikir, sampai sejauh mana kemanfaatan tulisan-tulisan tersebut dalam diri saya. Bahkan hampir-hampir saya pernah berkeinginan untuk menutup blog ini dan pernah menyampaikannya kepada seorang sahabat saya di dunia maya ini.
 
Jelas dalam menulis saya masih banyak kesalahan dan kekhilafan, karena keterbatasan ilmu dan pemahaman saya mengenai agama. Saya hanya mencoba meletakkan kembali apa yang ada di dalam memori otak saya, apa yang pernah saya dapat selama saya mendalami agama ke dalam blog ini, yang tujuan semula adalah agar saya bisa membuka dan membaca kembali jika suatu saat saya lupa. Maka demi menambah pemahaman dan pengetahuan agama saya, saya juga mencoba menampilkan beberapa tulisan yang diambil dari kitab-kitab yang sering saya baca.
 
Di dalam pengembaraan saya di dunia maya ini, saya banyak sekali menjumpai saudara-saudara muslim baik dari indonesia, maupun saudara muslim yang berada di luar negeri. Beberapa diantaranya menyempatkan untuk berkomunikasi melalui Yahoo Messanger (apa kabar Mas Fakhrur "Yusuf" Roji,Akbar Landy dan Mas Eko "okebebe", Wirda, Atik Jasmiatik, Dhini Violet-violaa? Semoga kalian selalu dirahmati Allah Swt). Saya melihat bahwa di dunia perblogeran sangatlah beragam dan sangatlah bervariasi. Judul Blog ini (Dunia Sementara Akhirat Selamanya) pun saya coba beranikan diri untuk menampilkan dan meletakkanya di atas template blog ini, (karena memang dunia ini sementara bukan?) inipun sekedar untuk mengingatkan diri saya  pribadi bahwa kehidupan dunia adalah sementara saja, dan akhirat tanpa batas. Karena saya merasa bahwa saya terlalu sering lupa dengan kehidupan akhirat yang merupakan tempat saya kembali nanti. Saya juga mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya untuk saudara-saudara saya, Mas Abu Amin (Solo), Mas Abu Afif (Qatar) Mas Andika (jogja), Mbak Diah (Jerman), Zawa (Malang),Khansa (Solo), Mas Saifurrahman (Palembang), Om Jhoni  (India), Ticnube (Malaysia), Jaja (Malaysia), Mas Taufik (Bandung), Mbak Lia (Singapore),