Nizhomul Ghaib
Abu Nu’aim mentakhrij dari Ibnu Rufayl, dia berkata, "Ketika Sa’ad ra. datang ke Bahurasyair, yaitu suatu daerah lembah paling bawah sebelah barat sungai Dijlah (sungai Tigris, sungai yang melalui Baghdad) atau dekat dengan daerah Syair. Sa’ad ra. kemudian meminta dicarikan perahu-perahu untuk memindahkan orang-orang dari daerah di lembah itu ke daerah di seberang yang lebih tinggi. Akan tetapi mereka ditakdirkan tidak mendapatkan perahu atau yang sejenisnya dan mereka mengetahui bahwa perahu-perahu itu telah diambil oleh orang-orang Parsi.

Berikut salah satu pesan yang saya dapatkan melalui Yahoo Messenger :
Jibril pun bertakbir Allahu Akbar… Allahu Akbar… Allahu Akbar, Ibrahim pun bertakbir… Laailaha illallaahu Allahu Akbar, Ismail pun bertakbir Allahu Akbar walillaah ilhamdu.. ketika Allah telah mengganti Ismail yang sedianya akan dikorbankan dan disembelih oleh ayahnya Nabi Ibrahim dengan domba sebagai tanda bahwa Ibrahim telah lulus ujian yang berat. Kisah ini telah Allah ceritakan dalam Al Quran sebagai bukti bahwa orang-orang yang selalu mengutamakan perintah Allah diatas segalanya akan mendapat pertolongan Allah.
Sahabatku
"Ibuuu… jangan tinggalkan akuuu… !! Ibuuuuu.. jangan pergiiii…. ! Teriak Iwan ketika didapatinya ibunya terbujur kaku di atas dipan. Wajahnya nampak sekilas senyuman. Tubuhnya dingin membeku. Dipeluknya tubuh ibunya dan digoncang-goncangkan, namun tetap saja ibunya tidak bangun untuk memberikan senyuman dan belaian seperti yang biasa ia lakukan jika anaknya yang dirantau pulang. Derai air mata mengguyur deras dari mata Iwan. Terlihat sesal tiada tara memenuhi wajahnya. Mendung nya sama seperti mendung di langit saat itu. Hujan mengguyur lagi, seperti ikut berduka mendalam atas kepergian seorang perempuan tua paruh baya. Ruhnya telah pergi jauh, jauuuh sekali. Dan Iwan hanya terlihat masygul meyesali keterlambatannya untuk segera pulang. 







